Time Travel Of Love

Time Travel Of Love
PERGI



DI KERAJAAN LAIN


" Putri putri ada kebar buruk putri " Teriak pelayan putri Mahkota shuwan


" Apa di kabar buruk apa, biasa pelan pelan tidak... " Omel shuwan


" A-anu p-putri Putra Mahkota fang sebentar lagi akan mengadakan pernikahan dengan putri ling dari kerajaan ming " jelas ji pelayan putri Mahkota shuwan


" APA, baiklah kau pergi dari sini aku ingin bersiap untuk datang ke kerajaan fang " Ucap putri Mahkota shuwan dengan nada yang berubah manjadi sangat dingin


Setelah kepergian pelayan ji shuwan memilih kekamar nya untuk merenungkan semua itu


" Si*l*n pembunuh bayaran yang ku bayar itu tidak berguna, dia masih hidup b*d*h aku harus menemui mereka dan minta pertanggung jawaban mereka, berani sekali mereka menipu ku " gumam shuwan begitu marah


" Jika mereka sampai menikah kesempatan ku akan hilang " Ucap shuwam marah


" Arggghhh s**l s**l bagaimana bisa wanita b*d*h itu bisa menikah dengan pria ku, apa dia menggunakan sihir? tidak mungkin mana ada sihir di dunia ini yang bisa memikat seseorang " Ucap shuwan


" ya Aku harus datangi mereka juga jangan sampai dia menikah dengan nya aku yang harus dengan nya " Ucap shuwan dan membawa perbekalan nya


Shuwan pergi sendiri dengan menunggangi kuda miliknua


Hiyyaa hiyyaa


*******


" Haichu haichu " Bersin ling


" Ada apa ling? " Tanya ibunda mei dan di beri gelengi oleh ling


" Siapa yang membicarakan ku huft apa siapa? entahlah bukan urusan ku, jika saja dia tadi membicarakan ku makan saat bertemu dengan ku dia akan kentut dengan bau nya " Sumpah ling begitu yakin ( Semoga terjadi ya ling)


Acara keluarga sudah selesai ibu suri selalu saja menceritakan hal hal nakal tentang ayahanda minggyu, mulai dari dirinya bayi kecil hingga dewasa, membuat mereka terkikik saat pertama kali jatuh cinta


Namun semua tidak merasa cemburu karena memang seperti itu adanya, prinsip para selir sekarang adalah ' Jika menjadi selir harus siap menerima semuanya dan membaginya tidak boleh egois '


" Baiklah hari sudah sore mari kita pulang, ayah/Aku ada rapat dengan para perdana menteri " Ucap kaisar minggyu


Semua mengangguk mereka menyetujui itu


Kaisar, putra Mahkota mereka segera pergi ke aula rapat


KEDIAMAN LING


" li li li li dimana li li li li " teriak ling mencari li saat tadi ke kediamanya tidak ada siapa siapa


syut syutt


" nona Li sedang memeriksa toko bersama bai sekarang apa anda akan ikut untuk memeriksa nya juga? " Ucap dai yang datang sendirian


" Eummm baiklah ayo aku akan menyamar terlebih dulu " Ucap ling dan pergi untuk mengganti baju nya


" Sudah ayo " Ajak ling


mereka berdua pergi menggunakan peringan tubuh mereka yang sekarang sudah begitu pro


Tidak membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk sampai disana


DI TOKO KUE MILIK LI


" Li disini rupanya aku tadi berteriak mencarimu ke mana mana taunya disini, kenapa ga bilang bilang " Omel ling kesal


" Anu ling aku tadi sangat tidak sabar untuk kesini jadi lupa deh untuk bilang heheheh " Ucap li dengan cengir kuda nya


" Hemm hukuman mu menjadi dua okey, dan nanti akan mempertimbangkan nya hukuman apa yang cocok untuk mu, dan hukuman ini berlaku hingga kapan saja " Ucap ling dan menyelonong masuk ke dalam toko


Suasana disana kosong tapi bersih


" Ahh benar ling ide mu sangat bagus aku setuju " Ucap li menyetujui


" Benar kaka ling aku setuju dan untuk tempat pemesanan pasti bagus jika menggunakan ukiran seperti di kediaman kaka ling " Ucap sasa yang tiba tiba datang entah dari mana


" Astaga kau membuat ku kaget saja, baiklah tapi ukiran nya aku akan menggambarkan tentang kita ber enam, ada gambar kita disana, baiklah ini aku sudah siapkan gambar ukiran itu dan kalian bisa langsung buat kan " Ucap ling mengeluarkan selembar kertas


" Wahh ini indah sekali apa yang pakai bunga di kepala itu aku " Ucap mimi muncul dari atas


" Astaga adik sama kaka sama sama suka ngagetin kek tuuu ehh gajadi " Ucap ling kaget hampir keceplosan


" Haishhh tuuu apa? Bahasa nona selalu saja aneh " Komen dai kepo


" diamlah bukan urusan mu sudah buatkan sana, aku dan li begitu juga sasa mimi kita akan jalan jalan di pusat kota ini " Ucap ling bersemangat berubah menjadi lesu


" Karena mungkin kita akan sulit untuk bermain seperti ini " Lanjut ling dengan lemah


" Sudah lah kita masih bisa bertemu dengan mengunjungi mu " Ucap li mencoba mencairkan suasana


" Baiklah ayo aku tak sabar untuk membeli ayam panggang ayo " Ucap ling dan menarik li dan sasa tapi mimi ketinggalan


" Heiii huhu mimi ga di ajak huhuhu " Ucap mimi mematung ditempat


" Haishh mimi mimi tangan ku hanya dua jadi kau digandeng saja sama sasa okey " Ucap ling kembali ingat mimi


memang selama mereka bersama mimi yang selalu tertinggal, bukan hanya karna dia kecil tapi dia selalu diam saja dan sekali bicara seperti toa pasar


Mereka bertiga berjalan mengelilingi pasar tradisional dikerajaan ming


Hingga ling menemukan penjual ayam panggang yang menurutnya paling enak dan begitu banyak di minati orang orang disana


yang paling ling suka adalah dengan garing di sisi kulitnya dan di danging nya tak ada noda darah seperti yang lain nya


" Paman seperti biasa aku satu seperti biasa ya panggang nya " Ucap ling dengan senyum di balik cadarnya


Li dan sasa dan mimi ikut membeli itu dengan seperti biasa


" Baik nona seperti biasa, biasa nya nona membeli ini malam tumban di sore hari? " Tanya paman penjual begitu akrab


" Iya paman hari ini aku sedang bermain dengan teman ku jadi aku datang nya sekarang saja karna nanti malam tak bisa " Ucap ling dan akan duduk di batu di pentas jalan sana


" Apa nona itu sering kesini malam paman? " Tanya li yang baru mengetahui hal ini


" Benar nona bahkan setiap malam " Jawab paman penjual


" Ling pergi tanpa sepengetahuan ku? " Beo li pelan dan memilih untuk mengikuti ke arah ling begitu juga sasa dan mimi


Hiya hiyaa Awasssssssssss


Teriak seseorang dari arah sana yang menunggang kuda dengan kencang


AHKKKKKKKKKK


...◦•●◉✿✿◉●•◦...


Aduh siapa ya putri Mahkota shuwan itu? dan siapa yang tertabrak kuda ini aduhh kok jadi kepo yaa?


ᴊᴀɴɢᴀɴ ʟᴜᴘᴀ


ʟɪᴋᴇ❤


ᴋᴏᴍᴇɴ🧡


ғᴀᴠᴏʀɪᴛ 💛


ʙᴇʀɪ ʜᴀᴅɪᴀʜ💚