Time Travel Of Love

Time Travel Of Love
MENGERJAI JADI KESAL



Makan malam berlalu


Mereka sudah di berada kamar masing masing dengan vira tidur di kamar tamu, sedangkan hongli dan lin tidur di kamar yang bersebelahan dengan lusi, mereka tidur di kamar masing masing.


Tapi tidak dengan dua orang pria itu dengan dukungan dari mami lusi sendiri, dia berbicara langsung pada ke-dua nya untuk mengerjainya.


Sedari awal lusi sudah tau tapi malas meladeninya toh rafa tidak akan tertarik, tapi saat ada niat ingin memiliki anak dan keponakan nya lusi dibuat kesal jadilah lusi menyetujui nya


" Ong kita mulai? " Tanya lin mencari tahu


" Tidak saat tengah malam kita lakukan itu " Ucap Ong memberitahu


" Yaa, kau selalu pas jika menghitung waktu yang tepat " Ucap lin mengakuinya


Drtttt drtttt


Suara telpon dari benda pipih milik Ong berbunyi


" ++++----- "


" Nomor siapa ini? Se tau ku aku hanya punya milik bibi vira saja dan kau lin " Ucap Ong mengerutkan dahinya bertanya tanya, karena tidak mengenalnya Ong mengacuhkan panggilan itu


Drtttt drtttt tetap di acuhkan 2×, 3×, 10×


" Coba kamu angkat saja siapa tau penting " Ucap lin mulai risih


" Iya iya aku angkat " Ucap Ong kesal juga


Di telpon


" Hmmm " Ucap Ong saat mengangkat telpon nya dengan malas


" Anak nakal mami mu menelpon diabaikan awas saja kau " Kesal seseorang dari balik telpon


" Eh ehh mami hehhe kenapa da kirim pesan dulu sih jadi kan gini salah mami juga itu " Ucap hongli tak mau salah


" Ga kamu yang salah, oh ya simpan nomor mami dan berikan juga pada lin, dan video call saat kalian mengerjai wanita itu daddy mu ingin melihat nya " Ucap lusi


" Ahh jangan mami repot liat CCTV rumah saja sih kan gampang " Ucap Ong malas


" Eummm benar juga ya baiklah baiklah kalian lancar kan saja ya sayang " Ucap lusi lalu menutup panggilan tiba-tiba


" Dasar mami asal matiin aja untung mami sendiri kalo bukan tau juga sih " Ucap Ong kesal sedikit


" Sini ponsel mu aku mau simpan kontak bibi ku " Ucap lin yang sejak tadi nyimak saja


************


Tepat Tengah Malam


Hongli dan lin sudah siap dengan baju serba hitam tak lupa dengan cadar melekat pas di kamar ajahnya, tetapi tidak menutupi ketampanan keduanya itu...


" Okey let's play the game brother " Ucap lin dengan menyeringai galak dari sorot matanya


" Yup let's Go tapi jangan sampai di kehilangan nyawa ingat " Peringatan dari Ong


Keduanya bertelport menuju depan kamar dimana wanita itu menginap


Muncul lah Ong di pinter depan kamar wanita itu,tanpa adanya lin disana, lin sudah masuk lebih dulu di dalam lemari baju yang terbuat dari kayu jati kokoh nanti sedikit luas


Tok tok tok


Ong mengetuk pintu kamar wanita itu dengan lumayan keras untuk membangunkan wanita itu, benar saja saat ketukan kedua wanita itu terbangun dengan setengah nyawanya


" Hoamm siapa? Tengah malam begini mama kah? " Gumam wanita itu tanpa curiga


Tok tok tok


" Yaa sebentar " Wanita itu menyauti suara ketukan itu


Ceklek


Gadis itu melangkah dan membuka pintu tapi hasilnya nihil tidak ada siapa siapa disana, hanya ada sebuah kertas berwarna abu abu tua dengan tinta putih dalam nya


" HAI BISAKAH KAU ENYAH DARI RUMAH INI? " Isi surat itu, membuat mata wanita itu terbuka lebar nyawanya terkumpul semuanya yang tadinya hanya 98% saja


" A-apa ini s-siapa yang mengirim ini d-dasar di negara ini mana ada teror seperti ini sangat kurang aesthetic " Ucap wanita itu sedikit takut tapi berusaha menyangkalnya


" Dasar orang iseng gak guna " Umpat wanita itu, di dalam kemarin tepat di bawah tempat tidur nya Ong sudah mengumpat kesal, pertama kalinya ada yang mengumpat nya secara terang-terangan


Wanita itu kembali masuk dengan menutup kencang pintu nya untuk menguapkan kekesalan yang sudah menggunakan tidur nya, padahal besok dia akan jalan bersama teman-teman nya.


Wanita itu sudah berbaring kembali di tempat tidur nya, Ong kembali berulah dengan mengubah suhu ruangan menjadi panas yang bisa membuat orang disekitarmu kegerahan, apalagi saat orang akan tidur membuatnya akan tidak bisa tidur.


" Ahkk kok gerah sihhh aishh s*alan pers*t*n dengan suhu panas ini " Umpat wanita itu mengerang geram


Tapi kekesalan nya berubah dengan rasa ketakutan saat dari dalam lemari tiba-tiba ada suara ketukan dan perlahan satu pintu lemari itu terbuka perlahan yang menciptakan suara krieet menyeramkan.


Di bawah kasur Ong bisa merasakan ketegangan dan ketakutan wanita itu sangat terasa jelas sekali, keduanya ingin sekalian tertawa keras sekali.


Tok tok tok


Ketikan terdengar lagi dari dalam lemari, wanita itu memberanikan diri untuk mendekati lemari mencoba memastikan apa yang ada di dalam lemari itu


Dengan gemetar wanita itu bangkit dan berjalan dengan penuh ke siagaan penuh, jantung nya bedetak begitu kencang bisa bisa dia terkena serangan jantung mendadak.


Wanita itu melihat secarik keratas lagi, tapi kali ini kertas itu berwarna hitam dengan tulisan merah terang.


" ENYAHLAH DARI KEDIAMAN INI JIKA TIDAK NYAWAMU TARUHAN NYA, LIHAT LAH DI BELAKANG MU " Isi dari secarik kertas itu


Ong dan lin sudah di dalam posisinya dengan berada di belakang wanita itu


Wanita itu melihat kebelakang dan....


" AHKKKKKKKK " Teriak wanita itu langung tak sadarkan diri


Keduanya tidak bodoh, mereka sudah menyiapkan aba aba dan rencana yang matang sekali walau baru niat tadi beberapa jam lalu


Semua orang tidak mendengar kegaduhan itu yang mulai membanting pintu dan trakhir berteriak, karena lin sudah mengedapkan suara dari kamar ini


Sketika keduanya menghilang berikut secarik kertas itu yang langsung melebur begitu saja menjadi debu debu yang berterbangan.


**************


Di dalam kamar


" Hahahahahahahaha plis ngakak parah cuma kurang horor dia ga asik masa gitu aja udah k.o sih hahahahaah " Lin tertawa keras sangat keras di dalam kamar itu


" Yaa benar tapi aku kesal padanya berani sekali mengumpat ku awas saja, jika bukan karna ibu nya udah aku kirim dia ke alam lain " Ucap Ong masih kesal


" Woii sabar saudara ku yang tampan, lihat lah tadi kau yang bilang padaku jangan sampai membunuhnya sekarang giliran kau yang berniat seperti itu... " Ucap lin dengan mendengus


Sedang kan yang sangat empu malah mendelik kesal dengan langsung mengusir lin dari kamar nya....


" Dasar aneh pria anehh " Ledek lin dari luar kamar


...****************...