Time Travel Of Love

Time Travel Of Love
KEMBALI



Mereka Berdua menghampiri li yang sedang terduduk kesakitan dengan youngi di sebelahnya membatu li untuk berdiri ...


" Ling apa mereka sudah pergi? Huft aku aman sekarang, kau tau aku sangat kaget dan sakit saat terjatuh, dan itu semua gara gara dia yang ceroboh " Omel li pada youngi


" Aku minta maaf tadi aku tak pas saat muncul kaki masih sedikit perih di dalam " Ucap youngi merasa bersalah dengan kesalahan nya tadi


" Sudahlah li maafkan youngi aku tau dia belum sembuh sepenuhnya, lebih bai sekarang kita pergi melihat dai, bai, sasa, dan mimi " Ucap ling berlalu meninggalkan mereka


Karena ling tau li tak selemah yang mereka kira jadi ling berani meninggalkan dan tidak menolong li


" By tunggu aku " Ucap rafa mengejar ling di depan sana


Sekarang hanya ada li dan youngi dengan tatapan tak bersahabat


" Apa kau menatap ku seperti itu, bantu aku berdiri ini semua karna mu huft " Omel li yang akhirnya menumpahkan kekesalannya pada youngi


" Berdiri saja sendiri ling saja membiarkan mu " Ucap youngi di luar dugaan li


" Kau aku adukan kau ke ling " Ucap li mengancam


Sontak youngi langsung membantu li dengan singap saat mendengar nama ling, tentu itu membuat li yakin kelemahan pria ini adalah mengancam dengan adanya nama ling disana


TEMPAT LING SEKARANG


tok tok tok


" Dai bai kalian sudah aman sekarang keluar lahh " Ucap ling saat sampai di tempat persembunyian dai dan bsi begitu juga yang lain.


Ceklek


Pintu terbuka memperlihatkan banyak nya rakyat yang ikut dia di tempat ini untuk menyelamatkan diri dari makhluk itu


" Ling ini kau, aku sangat merindukanmu ling " Ucap dai dan bai bersamaan langsung berhamburan memeluk ling tanpa peduli dengan tatapan pria di samping ling saat ini


" Aku tidak apa tenanglah jangan bersedih seperti ini dan jangan lebay kau itu laki laki " Ucap ling sekenanya


" Kaka huhu mimi sangat sedih saat kaka tidak ada tapi sekarang kaka ada di depan mimi, maka mimi akan menghukum kaka karena membuat semuanya sedih " Ucap mimi cemeberut begitu terlihat menggemaskan


" Eumm baiklah apa hukuman nya untuk kaka hemm jangan yang susah ya kau tau kaka payah kali soal menebak hihihi " Ucap ling


" Mimi sudahlah jangan seperti itu kasihan kaka ling, kaka kenapa rambut mu pendek sekali? " Tanya sasa yang menyadari itu


" Hanya kecelakaan sedikit sayang tidak perlu khawatir " Ucap ling dengan tanpa ragu


" Ling siapa pria di belakang mu? " Tanya dai bertanya tanya


" Dia? Dia bukan siapa siapa ku " Ucap ling berbohong saat melihat beberapa rakyat yang menatap ling dengan kaget tidak percaya


Tentu rafa benar benar tidak suka saat tidak di akui, tapi bukan rafa jika hanya diam menanggapinya dulu


Semua mengagguk percaya dengan kebohongan yang ling ucapkan tapi suara li membuat mereka melongo dengan penuturan nya itu


" Putri ling berbohong dia adalah suami nya rafa, jika kalian bertanya tanya itu kebenarannya, kalian jangan berfikir yang buruk putri ling dengan fang tao sudah bercerai dan dia mendapatkan pengganti nya yaitu rafa, mengerti ? " Ucap li membocorkan semuanya yang tadi ingin ling rahasia kan


Ling menatap li dengan tajam, karena rahasianya di bocorkan...


" Baik putri " Ucap rakyat dengan menunduk tidak berani bertatapan dengan seorang putri


" Oh ya untuk tempat tinggal kalian... Kalian tinggalah di Kerajaan ming ini tanda izin ku kalian bisa langsung ke sana dan mencari tempat tinggal " Ucap ling mengeluarkan sebuah kertas bertanda kerajaan ming yang entah dia dapat dari mana yang jelas ada saja.


Para rakyat pergi ke kediaman mereka dulu, mengambil beberapa barang untuk di bawa pergi seperti Barang berharga mereka.


Meski di hati mereka begitu sedih tidak rela keluarga mereka musnah dengan hembusan angin yang mematikan bahkan tidak meninggal jasad apa pun di sana, tempat mereka di besarkan hancur begitu saja...


Begitu dengan rafa sedih di hatinya yang sejak tadi dirinya tahan, demi menjaga gengsinya rafa tetap bersikap biasa saja seperti tidak ada sedih yang mendalam.


Srtt srttt


" Tuan ada yang bisa kami lakukan " Ucap jeje yang tiba tiba datang dengan kingkong nya


" Jaga mereka saat dalam perjalanan menuju kerajaan ming " Ucap rafa memerintah


Bai dan dai saling pandang kenapa penjaga bayangan putra mahkota Fang tao atau mantan suami dari ling memanggil suami baru ling dengan sebutan tuan


" Kalian kenapa kalian ada disini bahkan kenapa kau memanggil suami baru ling dengan sebutan tuan? " Tanya dai demi menjelaskan rasa penasaran nya itu


" Kau akan tau nanti dai sudahlah aku mendapatkan tugas untuk sekian lamanya " Ucap jeje melancarkan tugas nya dengan jojo


*************


" Tidak perlu berekspresi seperti itu, dia suami ku roh dari fang tao yang dulu, bukan fang tao yang br*ng**k itu " Ucap ling menjelaskan


" M-maksud mu dia putra mahkota fang tao yang dulu? " Ucap bai kaget


" Yaa tapi bukan yang g*l** wanita itu " Ucap ling memberitahu


Tanpa perlu penjelasan panjang bai dan dai mengerti apa yang terjadi sebenarnya ...


Semua duduk di dalam ruangan beristirahat sejenak dan mengobati luka gores di punggung li karena terkena ranting dibantu sasa dan mimi.


" Kalian kembali tinggal di kerajaan ming, kosong kan saja dulu kerajaan ini aku takut suatu hari nanti mereka kembali menyerang " Ucap ling


" Baiklah kami akan membuka kembali kedai itu " Ucap li antusias


" Jangan gegabah li, belum ada satupun dari kerajaan luar mengetahui kejadian ini jika kita kembali dengan identitas kita di kerajaan ming, bisa saja kita di tuduh atas kehancuran kerajaan fang " Jelas ling mencari jalan aman


" Benar sekali , tapi bagaimana dengan ibundaku dan adiku yi " Ucap rafa angkat suara


" Untuk ibunda dan yi aku sudah mencari tempatnya mereka akan aku kirim ke desa dimana mereka tinggal di desa **** tapi dengan identitas rakyat biasa " Ucap ling diangguki rafa


" Termasuk aku ling? Harus menyamar? Hufttt melelah kan " Ucap li dengan malas


" Terima sajalah kak kita suka menyamar apalagi menjadi agen seperti kaka bai dan dai " Ucap mimi berhalusinasi


" Umur mu belum pantas mi jangan berangan " Ucap sasa mendelik


...****************...