Time Travel Of Love

Time Travel Of Love
KAKI BERGETAR



Hari yang mungkin sekarang sedikit menyedihkan, karena mereka akan pergi ke negara lain untuk menjalankan tugas suaminya yang harus bekerja sebagai CEO di negera sebrang sana


" Ibu hiks lusi pergi dulu ya sama Rafa, jangan lupa berkunjung ke sana ya, nanti lusi kesepian disana ibu tau lusi ga kenal siapa pun di sana " Ucap lusi dengan lebay nya padahal kan masih bisa mencari teman baru


" Menantu ku ini ada ada saja hemm, jangan khawatir sayang nanti kan kamu bisa cari teman baru kan akan ada tetangga mu juga disana " Ucap Ibu Rafa menggelengkan kepalanya


" Hehehe iya juga ya aduh aku terlalu menghayati perpisahan ini ibu " Ucap lusi cengengesan


" Vira jangan lupa sering calling gwe ya biar ga kesepian kalo lagi di rumah " Ucap lusi menengok ke arah vira yang ikut mengantarkan nya


" Tentu saja, gwe ga bisa lepas pembicaraan sama lu lusi kan lu tau kalo gwe calling angga sama ana ga akan nyambung mereka terlalu gila kerja " Ucap vira jujur


" Yayaya bye semua nya aku pamit dulu, ohh ya kalo kangen calling kali ga lusi angkat brarti harus susul kesana ya, ohh iya ayah menantu mu yang idaman ini pamit dulu ya, jangan kanget sama aku ya soalnya ga ada lagi yang bersihin kandang kucing besar ayah " Ucap lusi panjang lebar


" Ayah ibu Rafa berangkat dulu ya... " Ucap Rafa menyalami kedua orang tuanya


" Vira gwe titip kedua orang tua gwe ya info apapun yang lu dapat kabarin gwe " Ucap Rafa dengan berbisik


Perpisahan itu sedikit membuat orang-orang menggelengkan kepalanya karen tingkah lusi yang heboh saat perpisahan itu


**************


Perjalanan mereka menggunakan pesawat memakan waktu 7 jam


Hati lusi begitu bergetar saat take off rasanya sedang di ujung maut , apalagi saat melewati awan begitu bergelombang seperti melewati jalan berbatu


Lusi tidak makan cemilan apapun saat perjalanan bahkan minum pun tidak rasa tegang nya tetap menyelimuti pikiran nya


Alasan dibalik itu adalah saat beberapa bulan lalu sudah terjadi tragedi mengenaskan dimana pesawat jatuh dan kehilangan jejak saat penelusuran pun tidak ada bangkai kecelakaan kapal apapun di titik jatuhnya


" Sayang jangan tegang seperti itu santai saja, aku takut kamu sakit wajahmu lihat pucat sekali " Ucap Rafa khawatir pada istrinya


" Tapi a-aku takut banget by apa lagi saat liat ke bawah dan ada lautan hii rasanya aku ingin tak sadarkan diri dan jangan buat aku ingin melihat kearah jendela " Ucap lusi dengan menutup matanya rapat rapat


Rafa hanya bisa bersabar dengan kelakuan lusi ini


**********


Di Bandara


Terlihat lusi jalan dengan sempoyongan, kaki nya bergetar, bagi nya ini adalah perjalanan maut huftt


Ini memang first time nya seorang lusi menaiki pesawat, jadi inilah yang terjadi hahahah


" Rafa pelan pelan dong jalan nya aku gabisa jalan huft lihat kaki ku terkena getaran mendadak " Ucap lusi dengan lesu


Tanpa bicara banyak rafa menyodorkan kopernya, menyuruh lusi untuk duduk di koper besar nya itu


Rafa jika di tempat umum seperti ini akan jarang berbicara, tapi kalo lusi yang mengajaknya ya tentu Rafa enjoy saja


" Kamu duduk disini biar aku yang dorong " Ucap Rafa mengerti seperti nya lusi sedikit bingung


" Baiklah baiklah aku ngerti kok by aku peka " Ucap lusi dengan cengiran menggemaskan nya


" Hahaha ehh gada rem gada remmah awass rem blong " Heboh lusi dengan kerasnya membuat menyita perhatian orang yang mendengar nya


" Sorry sorry " Ucap lusi gelagapan dengan tangan yang ampun bang jago


Sedangkan kan Rafa panik sendiri saat melihat lusi akan menabrak seseorang yang sedang berbicara membelakangi koper itu yang berjalan


Duk...


" Awhhhh maaf saya tidak melihat ke depan sekali maaf, apa ada yang sakit ? " Ucap lusi dengan berbicara menggunakan bahasa yang digunakan di negara itu


" Ya tidak apa lain kali anda lebih memperhatikan jalan " Jawab korban itu sambil menunduk hormat, jujur saja pria itu kagum saat melihat lusi nampak seperti wanita sempurna lain nya tapi dalam pandangan kecantikan nya tapi tidak tahu dengan bakatnya orang belum tau siapa lusi


Lusi malu sendiri langsung bangkit dan membalas salam bungkuknya lalu segera menghampiri suami nya yang memaku ditempat tanpa bertindak


" Ishh kamu tega banget sih kan aku malu dasar, mau aku marah hemm trus nanti.... " Ucap lusi dengan mode ngambek nya


" Cup cup istri ku jangan ngambek ya maafin suami tampan mu ini udah yu kita udah ditungguin sama sopir " Ucap Rafa


*********


Di Rumah baru


Rumah itu tampak sederhana tapi terlihat elegan sangat cocok dengan selera keduanya yang sama sama suka dengan hal yang tidak berlebihan


" Selamat datang tuan muda dan nona muda, saya bu Ning yang di perintahkan nyonya untuk menjadi asisten rumah tangga disini " Ucap bu ning mengenalkan dirinya


Bu ning ini adalah salah satu TKW yang di Terima oleh ibu dari Rafa jadi bu ning juga satu negara dengan lusi dan Rafa tapi memilih menjadi TKW karena setaunya gaji nya cukup besar


" Hallo bu ning saya lusi, syukur deh aku jadi ga sendiri di rumah ini " Ucap lusi dengan senang hati menerima bu ning


" Iya bu semoga betah bekerja di sini, dan saya juga satu negara dengan ibu jadi bisa menggunakan bahasa negara bibik saja " Ucap Rafa tau itu


" Baik tuan muda Terima kasih, kalau begitu saya kebelakang menyiapkan makan malam nona dan tuan " Ucap bu Ning


" Tidak perlu bik kita akan makan di luar biar bibik masak untuk bibik, pak satapam sama mang kebun saja " Ucap Rafa


" Iya benar bi tidak apakan? " Ucap lusi yang memang lusi yang meminta untuk makan diluar malam ini dan jalan jalan menikmati negara barunya


Jujur saja ini negara yang di impikan lusi sejak dulu tapi belum tergapai karena ekonomi nya yang kurang mendukung


Malam Harinya


" Sayang udah siap ayo kita keluar " Ucap Rafa yang baru saja memarkirkan mobilnya karena sopir nya sedang menjemput calon asisten Rafa di perusahaan yang akan Rafa pegang mulai besok


" Iya bentar sayang aku lagi pake baju hangat dulu " Ucap lusi berteriak dalam kamar padahal Rafa udah di dalam kamar


" Aduhh kamu ini yaah selalu saja berteriak huftt " Keluhan Rafa sambil menutup telinga nya


...****************...