
Aldo langsung berlari ke luar dari RS dan memesan taxsi online lalu menunggu di halte bus. Tapi dia baru ingat kalo belum nebus obat Alfi. Dan kembali deh, ke RS.
"Mbak, obatnya mbak"kata dokter sambil menyodorkan sekantung obat.
"Oh ya dok, makasih ya.Jadi berapa?" jawab Nisa.
"Saya yang bayar dok" kata Aldo sambil menyodorkan uang ke dokter Zaky. Sontak Alfi dan Nisa kaget.Mereka melompat lompat, jingkrak jingkrak dan sahabatnya.
"Aaaaaa, ba**sattt lu, anjirrrr gw takut, Kamprettt.Huaaaaa tolong........"katak Nisa kaget.
"Aaaa bundaaaaaa hantuuuuuu" kata Alfi bersama.
"Anjayy kalian gw niat baik malah dikatain buruk" kata Aldo sambil ketawa kecil meliah tingkah laku Alfi dan Nisa.
"Ngak usah dek ini gratis kog, yaudah saya pamit" kata dokter langsung memberikan obat dan pergi.
"Huuuufffff aman" kata Alfi dan Nisa bareng.
"eh kak bareng kita aja kak, nanti aku anter sampe manapun deh ya" ajak Nisa
"Saya udah pesen taxsi anjerrrrr" kata Aldo dengan amarah.
"Ya cansel aja kak, susah amat dah" balas Nisa.
Adlo melihat hp nya dan kaget, ternyata ia belum menesan taxsi online.Ia baru mau memesan dan belum memesan jadi terpaksa dia iku.
"Yaudah" kata Aldo karena ia tak mau imagnya hancur.
"Yeee ayo kak" kata Nisa.
"tapi kalian depan aku belakang ok" pinta Aldo.
"Yaudahlah" kata Nisa pasrah.
"Yup lets gi home" sahut Alfi.
Di dalam mobil Nisa semua diam. Hingga rasa canggung menyelimutkan mereka. Akhirnya Nisa memecah keheningan dengan bertanya pada Aldo.
"Eh kak aku anter sampe mana? " tanya Nisa pada Aldo.
"Lhah kog gitu, nggak papa kak gw anter sampe rumah" kata Nisa lagi.
"Nggak usah nanti ly nyusahin " jawab Aldo dingin.
"Yah nyindir" kata Nisa bete.
"Eh bentar, gw mau tanya kenala kakak bisa ikut kita? Kakak siapa? " tanya Alfi penasaran.
"Dia itu yang nabrak lu ampe kejedot mobil dan pinsan Al, dia mau tanggung jawab" terang Nisa.
"Oh, gitu. Tapi kayaknya kakak ini yang ikut kita ke BK juga kan yang ngelempar aku pake bola" tanya Alfi lagi.
"Iya Al, namanya kaka Aldo. Dia kanyaknya punya urusan terus ama kamu ya wkwkwk" kata Nisa sambil cengingisan.
"Ya... ya....au ah ge pusing" jawab Alfi.
"Gibah dosa kuyy.Trus jangan sebut nama Al kalo ada gw karena itu mana panggila gw, buat temen gw" sahut Aldo.
"Serah luuu deh kak" bantah Alfi dengan acuh.
"Eh mulut lu ya Al, dia kakak kelas, dia juga Ketua OSIS, di tangkap mamfus lu" bentak Nisa.
"Bodho amat dah, nggak takut" jawab Alfi.
"Heh brisik tauk" sahut Aldo lagi.
"Ya iya. Btw udah sampe bank kak" kata Nisa
"Yaudah gw turun" kata Aldo.
"Sana syuh syuhh. Yang jauhhh" kata Alfi kesal.
"Yoss pulang, cus Nis" kata Alfi lagi.
"Lo kenapa sih Al kesambet ha? Masa sama kakak kelas kog benci amat, padahal dia ganteng, pinter, baik, cool, perhatian, kurang apa lagi coba? Ceweknya pasti sangat beruntung dapat cie kaya dia.Yah sebelas dua belas ama kakak lu lah, apa mungkin dia sahabatnya kakak lu ya?ya tuhan semoga gw jadi ceweknya, doain ya Al" kata Nisa sambil mengendarai mobil menuju rumah Alfi.
"Hih ogah, kalo sampe kakak gw temenan ama di apa lagi sahabatan, mau gw bacok tuh dia. Orang dia itu dah nyelakain aku berkali kali. Masa iya kakaku temenan ama musuhku kan aneh " kata Alfi dengan kesal.