The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 12



"(aduh yah, nanti tukar tambah aja ya yah. Nanti kak Al cari di web toku jual beli ortu) " batin Alif kesal.


" Ee.. eng.. nggak.. yah, beneran ini lagi main doang" kata Alif sambil terbata bata.


"Ayah kasih satu kali kesempatan kak, kalo nggak jujur nanti ayah tanya pada Alfi saja" kata ayah dingin dan mengancam.


"Bun, bantuin lah" bisik Alif pada sang bunda.


"Ehemmm" kata ayah berdehem.


"Jadi anu yah. Kan anu trus anu ya pokoknya anu, hehehe" kata Alif nggak jelas.


"Anu? anu apa? " tanya ayah penasaran.


"(duh kog lama bingit sih actionnya. Mana gw fi gigit semut lagi. Gatel tauk, tapi kalo di garuk ketahuan. Aaaaa nggak betah)" batin Alfi menahan gatal.


"Itu yah adek di ketekin kakak yang abis olahraga. Trus pinsan deh sampe sekarang" terang bunda Vina.


"Apa!!!! Kakak itu tau nggak sih, kalo ketek kakak itu beracun. Kan kakak udah ngelakuin ini berkali kali ama adek. Masak iya di gituin lagi, kan kasian. Tuh, adek sampe pinsan" kata ayah sambil membopong Alfi.


"Iya yah, maaf. Tadi soalnya kakak dikatain bukan saudara kandungnya yah. Ya jadi kakak terpaksa ngeluarin jurus kakak, hehehe" ucap Alif sambil tersenyum simpul.


"Ya nggak gitu juga kak. Kan bisa di bungkam mulut adek atau di pukul pake bantal. Bukan di racunin kaya tadi" ucap ayah kesal.


"Udah udah, jadi buat sambel nggak yah? " tanya bunda Vani memperpanas suasana.


"Bundaaaaaaaaaaa. Jangan lah, ayah udah lupa tadi" bisik Alif pada sang bunda.


"Oh iya ya. Nanti aja, ajak adek sekalian" kata ayah, sambil memaruh Alfi di kasurnya.


"Ha!!!!!!! Kalian orang tuaku kandung apa nggak sih? " tanya Aldo sedih.


"Apa???? Mau ayah ketekin kamu ha? Tadi kamu digituin adek trus kamu kerekin. Sekarang kamu mau coba ha? " tanya ayah pada Alif.


"Eee, tiba tiba aku lupa yah. Hehehe" kata Alif mengalihkan pembicaraan.


"Udah bangunin adek dulu yah" kata bunda sambil membawa minyak kayu putih.


Ayah pun mengoleskannya ke pelipis dan hidung Alfi. Lalu, tak lama kemudian Alfi bangun dari actingnya.


"(Cut, saatnya bangun. Sekarang saatnya pura pura sakut, action. )" gunamnya lagi.


" Ayah, bunda, aduhhh kepalaku" kata Alfi sambil memegang kepalanya.


"Lah gw nggak di sebut. Masa gw nggak kelihatan? " kata Alif kesal.


"Wah bun, ada yang ngomong tapi nggak ada wujudnya. Ih serem" kata Alfi. Hingga membuat Alif kesal karena ia telah di bohongi oleh sang adik.


"Apa???? Kog kamu langsung nyadar sih. Apa lu ngerjain guwa? " tanya Alif dengan amarah


"Iya.... bunda udah tau kog. Ayah juga" kata Alfi dengan santai.


"Lhoh kog nggak adil sih. Jadi kalian udah tau. Bun, yah kenapa tadi nggak bilang sama kakak? " tanya Alif.


"Iya Al, bunda sama ayah tadi di kedipin adek. Sebenernya bunda dah tau apa kejadiannya. Kan bunda denger dari dapur. Nah bunda juga bisikin ke ayah, biar tambah seru" jelas bunda Vina.


"Mau apa lo sekarang ha? Nggak ada yang belain ya, kasiannn" ejek Alfi pada sang kakak.


"Serah deh, yang penting gw nggak jadi sambel. Tapi beneran tadi kakak khawatir tauk" ucapnya lagi.


"khawatir sama aku, apa khawatir kalo jadi sambel? " tanya Alfi Mengintrogasi.


"Iya ya, lu bener. Gw khawatir kalo jadi sambel " jawab Alif pasrah.