
"Ha?Apa?" teriak Siska dan Keisya.
"Aku sudah tahu itu. Karena itu aku mau menghajarnya. " ucap Falery serius.
"Tapi Fal dia bisa bilang sama kakaknya" selak Keisya.
"Hemm dan dia itu Alif" sahut Siska.
"Dia tak kan berani bilang. Dia tipe suka memendam. Sekalipun ia bilang, ia juga akan mendapat banyak masalah karena dia adik Alif"
"Begitukah? Tapi kau tak peduli dengan ibumu"
Ting...
Irwan melihat HP yang berdering.
"Lihat ibumu tak henti henti menghubungiku. Agar kau memerima Briyan! Aku terganggu dengan ini" katanya sambil menyodorkan HP.
"Maaf itu mengganggu. Tapi bisakan paman membantuku?"
"Apa?"
"Tolong foto aku sama Briyan. Aku yakin paman bisa buat alasan untuk itu. Dan itu akan membuat momy puas"
"Hmm, baiklah. Itu cukup bagus agar dia tak menggangguku"
"Aku akan telpon Briyan, Kau punya nomornya?"
"Ini" kata Falery sambil menyodorkan HP nya
"Kirim kan jadwalmu nanti. Akan aku urus" katanya lalu pergi.
"Okey guys, cus latihan. Momy udah nyiapin tutor"
"Oke"
-
-
-
"Alfi" kata seseorang sambil melambaikan tangan.
"Kakak?"
"Dan Hai kalian berdua"
"Hallo kak" jawab mereka berdua.
"Oh ya. Maaf al kakak nggak bisa nemenin. Kakak ada acara"
"Pantes rapi banget, huuh" kata Alfi cemberut.
"Hehehe. Oke bye bye" katanya lalu melangkahkan kaki.
"Tunggu!" seru Nisa.
Semua orang langsung melihat ke arah Nisa dengan penuh tanda tanya disana.
"Eee, btw kalian bisa berhenti liat aku nggak? Hehe" katanya sambil melirik satu persatu orang disana tanpa menggerakkan kepalanya.
"Arkhhhhh, Al hati hati" bisiknya.
"To the point" selak sang kakak
"Kakak mau kencan ya?" Tanya Nisa sambil menggodanya.
"Aku doain pacar kakak ganteng"
"Aku doain kamu waras, hehk"
"Lhah kog aku?"
"Iya amin" kata Alfi dan Hilya serempak.
"Udah deh sana sana! Syuhh syuhhh"
"Hih di usir. Oh ya Al, itu no. WA temen kakak. Kamu simpan ya" kata nya sambil mengirim pesan
"Kog gitu?" tanya Alfi setelah melihat pesan kakaknya.
"Emang kenapa? Apa yang salah? "
"Itu temen kakak ngapain aku save? Terus kapan kakak punya temen baru tanpa sepengetahuan ku?"
"Hei, setiap aku punya temen harus lapor kamu? Hmmm?"
"Biasanya kan kakak cerita, kog ini nggak?"
"Haiss, ini temen kakak karena dia sering belajar ke sini dulu. Dan beberapa waktu dia sibuk jadi nggak kesini lagi. Nah nanti dia mau keseni kebetulan kakak kencan, hehe"
"Jadi ....."
"Iya kakak minta aku temenin karena aku saudara kakak"
"Anak pintar, kakak pergi. Dahh" katanya sambil melambaikan tangan.
"Eh, btw kalian ngerasa aneh nggak?" tanya Nisa serius.
"Iya," jawab Hilya.
"Tuh kan aku juga. Kog kakak Alfi bi.... "
"Kog Kakak Alfi bisa tahan ama Nisa ya. Kog dia nggak marah di gituin Nisa yang nggak punya perasaan. Hahhahaha"
"Heh. Aku tuh ngerasa aneh, kog dia jujur banget gitu ya. Kog nggak nutup nutupi kalo dia mau kencan. Nggak malu di cie cie in apa?"
"Aneh, kamu kog nggak ngerasa salah ya bilang gitu. Mana baru ketemu lagi, dasar sok akrab"
"Dobel kill Hil, ahahhaha"
"Yuk latiha aja. Bercanda kalian garing" ajak Nisa
"Kog aneh ya. Biasanya dia nggak pernah mau serius belajar sekarang malah.... " kata Alfi terpotong
"Apa!!!? " teriak Nisa
"Udah lah aku duluan"
"iya sana kamu duluan" jawab Hilya
"Huh!"