The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 32



Dilihatnya sepasang bola mata yang tak asing bagi mereka.


"Hah kak al?" "Hah adik?" ucap mereka bersamaan.


"Ngapain kamu ke kamar kakak ha? Mana tidur di karpet lagi" tanya Alif pada Alfi yang masih setengah sadar.


(Apa! Aku tidur di kamar kak? Dan lebih parah nya lagi aku tidur di karpet kakak?) batinya.


"Lhoh ini kamar kakak apa?" tanya nya balik.


" ini kamar kakak lah, mana mungkin aku tidur di kamar kamu"


(jadi aku! Alfi! beneran tidur di kamar kakak aku Alif? This wrong, aku khilaf mungkin. Tapi ini bener kamar kakak deh ya. Orang warnanya hitam pekat gini untung orangnya nggak hitam, jadi kan keliatan hehehe)


"Oh, jelas ini kamar kakak lah. Kan warnanya gelap semua. Black dark lagi. Jadi kaya nuansa kuburan gitu. Hahahha" jawab Alfi mencoba agar ia tetal stay cool dan tidak di ejek sang kakak.


"Woy, kamar mu juga gelap taukkkk, blue dark! Ingat itu warna kamarmu" kata Alif membela diri.


Mereka memang sangat mirip. Mulai dari mata, hidung, alis, bulu mata, bibir, jenis rambut, warna kulit, sikap dan semua. Dan sama sama jadi kejar kejaran para lawan jenis mereka, itu yang paling sama.


Selain itu mereka memiliki kepribadian yang sama, pencinta warna gelap, tak suka keramaian, dan tak suka beff. Pokonya mereka sama persis hanya beda jenis dan umur.


"Udahlah, kakak cepetan mandi trus makan malam dibawah. Mungkin ayah bunda udah nunggu kita" kata Alfi sambil meninggalkan sang kakak.


(Tumben dia perhatian lembut banget kaya pas dia di kampus. Tapi kalo di rumah ampun dah)


syuuurr.... sreeesssssss


Suara dari kamar mandi. Alfi keluar dengan mengenakan handuk kimono yang lagi lagi bernuansa dark itu. Dibuka nya almari dan mulai mengganti baju.


-


-


-


Kini ia sedang duduk di atas balkon, lengkap dengan suasana senja dengan sinar nya yang menjalar melalui tirai. Disangga kepalanya menggunakan kedua tangan nan kekar itu.


Hufff...


Hembusan nafas terdengar menggema di ruang bernuansa blak dark miliknya. Sesekali ia mengacak acak rambutnya yang hitam pekat. Menandakan bahwa ia tengah di runtuki sebuah masalah yang amat berat.


Flashback on.


"Al, habis ini iku gw ketemuan ya" kata Brian salah seorang teman yang lumayan dekan dengannya.


"Tapi habis ini Alif sama gw seperti bisa, lo juga tahu kan" tegas Aldo sambil merangkul bahu Alif.


"Ayolah, Al. Hari ini aja! Plis kan lo udah sering sama Aldo." bujuk Brian sambil menarik tangan Alif .


"Yaudah sana nggak papa, toh kita kan udah sering sama sama kan" cetus Aldo sambil mendorong Alif ke arah Brian.


"Okey lah, kapan? " kata Alif menyetujuinya.


"Ya, habis ini lah. Jadi lo langsung ikut gw kesana naik mobil gw"


"Aldo, lo nggak papa kan naik motor sendirian sendirian?" tanya Alif pada Aldo yang saat itu sedang membereskan buku buku nya.


"Woy, gw ini laki laki. Masa pulang sendiri aja takut? Lebay amat sih lo Al, hahahahha"


"okey lah, kuy Bri berangkat"


Setelah beberapa saat mereka menelusuri jalan, sampailah mereka di sebuah cafe dengan nuansa romanch itu.