
"Apa!! Kurang gw ketekin lu, sini"
"Jangan kak, kakak abis olahraga dan masih kringetan gitu, bau tauk"
"Bodo amat dah sini lu" bentak Alif sambil mengambil bantal yang menutupu muka Alfi.
Alfi pun beranjak dari sofa untuk berlari tapi sang kakak memengan tangan Alfi hingga ia tak bisa apa apa. Dannn ia diketekin kakaknya. Ia nggak bisa bernapas, dan dia akhirnya beirinisiatif untuk pinsan, karena pasti bundanya datang dan buat kakaknya panik setengah mati.
"Kak udah, huuekkkk baukkk"
"Makantuhh bau"
"Bunda bantuin"
Saat itu bunda yang berada di dapur menghapiri mereka, karena mendengar suara berisik dari dapur.
"(saatnya akting, camera, roling, action)" gunam Alfi
Bruuugggggg Alfi terjatuh dilantai
"(aduh sakit juga ya, mending tadi jatuh di sofa kan empuk, eh nggak bisa ya kan tinggi kalo gw jatuh ke laintai gimana, kalo gitu jatuh di karpet aja deh. Au ah telat) " batin Alfi.
"Kak Al adeknya diapain, sampe pinsan gitu? Ini kalo sampe ayah tau jadi sambel lu kak" bentak sang bunda pada Alif.
" Nggak Al apa apain bun, cuma Al ketekin trus pinsan. Emang dianya lebayy bun, ah lah biarin, nanti juga bangun sendiri " jawab Alif santay.
"( apun dah. kenapa gw punya kakak kaya dia, adiknya pinsan gara gara dia ketekin, bau lagi malah suruh biarin. Kakak kandung gw nggak sih lo, besok besok cek darah deh kak)" batin Alfi.
"Kakak Al, kakak tau kan kalo ketek kakak itu bau, coba kakak cium sendiri pasti bau. Kalo sampai ayah tau kakak bakalan jadi sambel pecel. Untung ayah belum pulang, tapi ini bentar lagi pulang deh " ucap bunda Vina menakuti anaknya.
"Bun, jangan bikin kak Al takut lah bun. Ini kan masih sore bun belom malam, masa kak Al udah takut kaya di kejar setan" rengek Alif.
"Ya... iya bun" kata Alif setuju.
"(yah.... gw dibiarin ini. Kalian sebenarnya bunda ama kakak kandung gw apa nggak sih? Masa orang pinsan di biarin. Udah capek nih action nya)" batin Alfi.
Tiba tiba " tok tok tok, ayah pulang"" ceklek".
Alif mulai takut, dan Alfi sangat senang karena akan ada drama lagi.
"Bun bun, gimana ini? " bisik Alif pada sang bunda.
"Siapa buat, siapa tanggung jawab" kata sang bunda dengan acuh.
"Hahhhhhhh, ini adek kenapa? Kenapa malah dibiarin tidur di lantai? Kenapa dia tutup mata? Jawab heyyyy" bentak ayah. Ayah memang sayang kepada Alfi dari pada Alif. Karena Alfi lebih penurut dari pada Alif. Begitu juga bunda Vina.
"Ini lagi challenge yah. Siapa yang bisa pura pura pinsan terlama bakal menang. Ayah mau ikut, sekarang ini giliran Alfi yah. Ya kan bun? " terang Alif untuk meyakinkan sang ayah.
"Nggak tau bunda baru datang" kata bunda Vina membela diri.
"Oww challenge ya... Tapi kenapa Alfi nggak bangun bangun, kan udah ada ayah. Trus dia udah di tinggali masa mau di terusin" tanya ayah menintrogasi Alif.
"Dia kan action nya bagus yah. Jadi dia jaga imag, karena dia kemarin menang"
"(waahhahhahaa, alasan apa itu kak. Kasian banget nggak ada yang bela. Nggak sia sia action ku) " batin Alfi menahan tawa.
"Trus kenapa bunda disini? Jangan boong kak. kakak mau jadi makan malam kita? " tanya ayah semakin membuat Alif takut.
"(Bhhhhaaaaaaakkkkkksss, sadis amat yah kata katanya. Ijin contoh ya)" batin Alfi lagi.