The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 36



"Hummm, iya juga sihh. Trus apa?"


"Eh, kalian pada pake alat musik apa?" tanya Hilya pada temanya. Yang diikuti oleh kedua sahabatnya.


"Entahlah kita juga nggak tahu. Tapi katanya harus kolaborasi. Nggak satu alat musik" jawab salah seorang.


"Gimana Al? " kata Hilya pada Alfi.


Begitulah suasana kelas yang di penuhi oleh suara berisik para mahasiswa yang sedang berdiskusi tentang lomba musik.


Tak heran karena Alfi mengambil jurusan seni jadi tugas yang diberikan dosen tentang musik, gambar, lukisan, karya sastra dan sejenisnya.


Kelas telah selesai tetapi masih banya mahasiswa yang belum pulang ke rumah masing masing. Hal itu dikarenakan mereka belum menemukan alat musik yang akan di mainkan pada saat lomba.


"Al" kata Nisa dan Hilya bersamaan.


"Hihh, tiru tiru" kata Nisa menyindir.


"Hihh, kebetulan kog"


"Jelas jelas kamu itu ngefans aku tau Hil. Pake tiru tiru aku segala"


"Busett dah. Emang aku gila apa ngefans sama Nisa bocah tengil"


"Kamprettt, apa lo kata bocah tengill? Emang situ apa bocah bangke"


"Ajayyy lo. Gelud kau"


"Iya iya kalian sehati, sama sama ngotot, sama sama ngomongnya, sama sama kepedeannya. Hahhah sekarang jangan berantem mending jadian gih hihi" sahut Alfi melerai.


"Apa?" ucap meteka bersamaan lagi.


"Tuh kan kalian sehati. Hahaha sudahlah pulang dulu, nanti pikirin alat musiknya"


Mereka pun pulang, Alfi bersama Nisa sedang Hilya pulang dengan teman nya yang searah dengan rumahnya.


____________________________________________


Sesampainya dirumah


Alfi langsung ganti baju lalu menonton film horor kesukaanya dan makan cemilan di sofa.


Sesekali tangannya meraba cemilan tanpa memandangnya. Matanya hanya milik film seorang tak ada yang berhasil memalingkan wajahnya dari layar film.


Seseorang telah memasuki ruang tersebut. Alfi tak merasa ada seseorang ia hanya fokus pada filmnya.


Adegan mendebarkan sedang berlangsung. Seorang cewek terjebak saat camping di rumah tua. Ia tak tahu harus kemana agar bisa keluar dari sana. Ia menelusuri setiap ruang dimana sekarang ia berada di sebuah gudang dalam rumah tersebut.


Sebuah kotak kardus terjatuh dan menimpanya.


Brugg...


Disaat yang sebuah tas melayang dan mendarat dengan tepat di wajah Alfi.


"Woww, keren film ini ternyata 3D. Asli banget dia ketimpa kardus aku juga ketimpa sesuatu" kata Alfi tanpa menyadari kebetadaan sang kakak.


"Dasar nih anak, dikira aku ini setan gitu?" gunam Alif kesal.


"Kerjain deh"


Alif menyiram lantai sekitar sofa dengan air.


"Nah, sekarang tinggal bikin dia jalan. Abis itu ketawa. Hahaaaha"


"Alll, ada ayah!!!" teriak Alif membuat Alfi terkejut.


Karena sang ayah sering melarang mereka menonton film genre horor. Karena itu membuat mereka malas melakukan sesuatu. Sehingga mereka akan menonton film jika tak ada sang ayah.


"Hah, apan?" kata Alfi terkejut. Ia pun bergegas beranjak dari sofa.


Bruuggggg...


"Waaaaaa"


"Hahahhahahaha. Masih belum lulus jalan kamu? Hahahha, masa jalan gitu aja nggak bisa" ejek Alif melihat sang adik yang terjatuh.


"Huuf dasar kakak lucnut. Inget karma. Awas orang suka ngerjain orang lain itu hidupnya tinggal dua hari lagi, hahahha" kata Alfi kesal. Ia mencoba berdiri dengan berpegan pada sofa. Tetapi..


Bruggggg....


Alfi salah memegang bantal dan bukan sofa. Akibatnya sang bantal pun ikut dia terjatuh.


"Hahahhaha, sekarang siapa yang kena karma ha? Ututu akit ya? Mana yang akit dedek? Hahahhaha"