
"Pake santet!!" jawab bunda tegas.
""Widihh, dosa lho bun main begituan" kata Alif.
"Iya bun, tapi nggak papa deh asal bunda ajari kita ya" sahut Alfi.
"Ya nanti bunda ajak ke gunung kidul ketemu ama Nyi Roro Kidul" kata bunda
"Ha!! Bun beneran?" Tanya Alif
"Iya"
"Bunda kesurupan Nyi Roro Kidul dek.Bahaya kabur yuk" kata Alif, yang langsung diikuti mereka yang kabur.
"Jangan kabur atau nyawamu kabur darimu" kata bunda dengan suara seram. Dia pun pergi ke ruang tamu dan menyajikan minumannya.
"Bunda beneran kesurupan woy" kata Alif
"Iya woy, kirain cuma bercanda. Kenapa malah jadi kaya gini sih " sahut Alfi.
"Iya jadi serem kan, mana timemingnya dapet lagi. Pas banget malem malem begini. Merinding gw jadinya" kata Alif.
"Iya, eh kak yang si bawah kasian ayah ama tamunya kan belom tau. Kalo mereka sampai minum minuman bunda, trus mereka jadi gimana? " tanya Alfi khawatir.
"Oh iya, mereka bakalan jadi zombie dek"
"Kalo jadi zombie mah nggak papa kak. Nanti kita bisa main zombie tsunami atau plants vs zombie dalam reality kan seru. Kaya 3d gitu kan trus kita pamer ama temen kita kak"
"Idih, itu kalo kita menang kalo kiat kalah kita bakalan dimakan ama mereka"
"oh iya. Mereka kan banyak ya"
"Yaudah kita samperin aja, jaga mereka jangan sampai minum minuman bunda "
"Cus kak"
.
.
.
Sampai di ruang tamu
"Mereka lagi saling bacot dek"
"Iya kak, yang menang siapa ya "
"Oh iya kak, bener juga tuh"
"Tapi kak, kalo bunda menang terus pada jadi zombie gimana? "
"Katanya biar bisa main 3d, gimana sih"
"Oh, lupa kak. Soalnya nggak inget, hehe "
"Sama tolol"
Mereka berdua turun kebawah menuju ruang tamu. Dengan pelan dan hati hati mereka menuruni tangga. Saat sampai di ruang tamu mereka hanya menunduk karena takut.
"Eh, adek kakak sini. Kenalkan tuan Irya mereka putra dan putri kami" kata Ayah sambil memperkenalkan mereka.
Mereka berdua hanya diam
"Oh iya, mereka cantik dan ganteng ya" kata Irya.
"Oh terima kasih, ini Alif dan ini Alfi" kata ayah lagi.
"Oh nama yang bagus"
Mereka hanya diam
"Ayo duduk kak, dek" kata ayah kembali. Dengan menunjuk sofa dekat bunda mereka.
Mereka saling menyenggol tangan, kiri kanan, kiri kanan. Dan Bammmm Alfi jatuh tepat di pangkuan bunda. Sontak dia kaget dan takut. Alif dengan sigap menarik Alfi sekuat tenaga, tetapi karena dia dalam keadaan gemetar, nggak kuat deh dan ikut jatuh samil teriak.
"Aaaaarrrrgggggg, zombie" teriak Alfi
"Aaaarrgggg, awas dek zombie" teriak Alif
"Selamat jalan semua, mungkin sampai sini saja kita berjumpa" kata Alfi mulai syahdu.
"Iya selamat jalan semua" sahut Alif.
Mereka masih berda dalam pangkua bunda. Semua orang terkejut meliat tingkah laku mereka. Ingin ketawa tapi tetap diatas derita, mau nangis tapi miris, mau buat gitu tapi takut dan malu, hahahhaha.
"Mana ada zombie adek, kakak. Kalian kenapa? " tanya ayah kebingungan dengan tingkah mereka.
"Ayah tolong aku nggak mau jadi zombie " kata mereka berduan serempak dan kompak.
Tolong bantu author agar bisa lanjut dengan like comen dan share ya!!! Soalnya siapa yang memudahkan urusan seseorang maka akan dimudahkan urusannya juga.