
Nisa akhirnya menyadari apa yang ia lakukan selama tadi, ia merasa malu dan tak tau apa yang harus dia lakukan dan katakan selain maaf.
"Ow, maaf kak aku lupa hehehe" pinya Nisa
"He.. he.. he..he.., udah nyusahin malah cuma diketawain. Mending lu oulang gih, cabut sonoh!!" perintah Aldo dengan marah.
"Eh kak aku kan nungguin sahabatku, masa aku tinggal kan itu namanya nggak setia, setia itu kan selalu bersama dalam suka dan duka. Bukan kalo duka malah pergi begitu saja, itu namanya musiman kakak", alasan Niaa dengan panjang lebar tinggin dan luas.
"Karepmuu..... dah" ucap Aldo kesal.
______________________________________________
Di ruang pemeriksaan Alfi bersama dokter Zaky. Setelah luka Alfi dibersihkan dan di perban ia kemuadian sadar dari pinsan.
"Hah!! Gw di mana? Kamu siapa? Kog ada doktet segala?Emang ada apa?" tanya Alfi berturut turut.
"Sabar mbak tanyanya satu satu saya bingung" jawab sang dokter.
"Ya udah, ini kenapa jelasin semua! " pinta Alfi
"Embak tadi kepalanya kebentur trus berdarah dan pinsan, mangkanya embak di periksa di sisi, kenalkan sak doktet Zaky" kata doktet dengan ramah.
"Oh" jawab Alfi singkat karena masih ling lung.
"(hadeh kenapa nggak masuk rumah sakit jiwa aja ya nih orang, sono masuk gih, biar nggak nyusahin) " batin sang dokter kesal.
"Ini saya trus harus gimana ya dok, teman saya dimana? " tanya Alfi.
"Mereka ada di depan, kamu harus istirahat makan yang cukup jangan banyak ulah, itu aja ups tambah satu lagi jangan lupa minum obat " tetang dokter.
"Ya... ini saya lagi istirahat dok, terus kalo makan ya pasti cukup lah dok kalo kelebihan nanti muntah trus kalo kekurangan nanti kelapara, dan satu lagi saya itu nggak bisa minum obat biasanya langsung saya telan dok" kata Alfi dengan santuynya.
"Yaelah dok masa ngambek saya bercanda dok, ketawa napa malah murka, hahaha" kata Alfi disertai cengiran khasnya.
"Ini saya juga bercandan murkanya, hahaha" balas sang dokter. Dia memang orang yang tipe humoris jadi oas banget ketemu sama Alfi, bisa gila gilaan kan berdua.
" Hahaha, ya dok saya pamit, btw makasih ya. Da da nggak usah ketemu lagi ya soalnya saya ogah sakit, hehehe" kata Alfi sambil pergi dari ruang pemeriksaan.
"Hay Nis, udah lama nunggu" tanya Alfi pada nisa tanpa melirik Aldo.
"Eh lu, baru sadar malah kaya gini, otak lu geser?" tanya Nisa.
"Busett dah, otak lu kali, orang temenya baru sadar malah di gituin hadehh" jawab Alfi kesal.
"Ya.. iya. Yaudah cus balik dah sore nih" ajak Nisa.
"Yoi" ucap Alfi setuju.
"Lhah apun dah gw ditinggal gitu? " tanya Aldo.
"Ehh lupa ayo kak, kak kamu duduk belakang ama aku ya kak. Nanti Alfi yang nyetir " pinta Nisa pada Aldo.
"Kamprettttt lu Nis, temen baru sembuh malah suruh nyetir, bego lu. Mending lu ama Kak ini depan trus gw belakang. " kata Alfi sambil pasang bibir manyun.
"Ya nggak bisa lah masa gw ama dia, ogahhhhh nanti gw kesambet gila kaya dia kan bahaya. Mending lu yang depan sama dia, gw naik taksi aja" kata Aldo.
"Yah kak, plissssssss" rengek Nisa.
"Yaudah kak bye" kata Alfi bahagia.