
Alfi tak bisa berkata apapun dia hanya bisa menuruti apa kata dosennya. Ia mengitkuti sang dosen masuj ke dalam kelas.
Bragg, krekk, duagggg seisi kelas ribut karena kedatangan dosen. Tak sedikit yang membuat bunyi berisik. Namun, seketika kelas senyap karena kedatangan Alfi tepat di belakang sang dosen.
Alfi tak berani melihat ke manapun selain lantai. Hanya lantai yang berani ia pandang, taka ada yang lain.
Duaggg Seketika Irwan berhenti berjalan karena kelas yang amburadul. Sontak membuat kepala Alfi membentur punggung Irwan. Alhasil satu kelas kembali ribut, tanpa aba aba.
Alfi segera menuju kursi di dekat Nisa. Sedang Irwan segera menuju singgasana dosen.
Satu kelas kembali diam karena mendapat tatapan maut dari dosen di depan.
"Eh, Al gw nanti mau interogasi lo. Jadi nanti lo ketaman sama gw ya. Gw penasaran banget nih. Lo nggak mau kan, gw mati penasaran" bujuk Nisa pada Alfi.
"Ihh, diem napa" bentak Alfi.
"Widihhh, jadi sensi nih si owl"
-
-
-
Pelajaran berlangsung serius karena sang dosen yang kehilangan mood
-
-
Selesai pelajaran Alfi langsung di kerumuni oleh para fans Irwan. Ia tak bisa berbuat apa apa.
"(oi ada apa dengan gw? Kenapa kamus gw ilang? Biasanya gw bisa skak mereka, tapi kenapa sekarang gw nggak bisa?) " gerutunya kesal.
"Iya, dasar lancang!! " bentak seseorang lagi.
"Woy, mulut lo doble? Lo bentak apalagi salahin sahabat gw. Sobek mulut lo. Sekali lagi kalian berani fitnah Alfi, gw amputasi mulut kalian!! " bentak Nisa pada cewek cabe cabean itu. Ia pun menarik Alfi ke taman untuk menenangkan diri.
"Al duduk gih. Gw beli ice cream bentar biar adem" kata Nisa sambil mengarah ke penjual ice cream yang tak jauh dari nya.
"Hmm" jawab Alfi. Ia masih tak percaya apa yang baru saja terjadi, seakan akan kejadian itu seperti mimpi dan selalu di putar kembali.
"Al, sudah lah. Ini ice cream biar adem tuh otak" seru Nisa sambil menyodorkan ice cream yang baru saja ia beli.
"Huuuhhh yang panas itu nih hati bukan otak gw Nis"
"Hahahahaha, btw cerita dong kenapa kamu bisa sama pak gori itu"
"Jadi gini, kan gw telat gara gara alarm gw ada yang stel ulang. Nah dikira bunda gw nggak ada kelas, soalnya kakak gw juga nggak ada kelas. Mangkanya bundu suruh lo duluan. Nah kan gw bingung ya, mau berangkat pake apa coba. Mana jauh lagi, kakak gw juga masih mimpi."
"Hahahaha apes banget lo ya"
"Iya gw kan sebel banget tuh. Nah tiba tiba pak gori itu dateng"
"Apa!! Oppa itu kerunah lo buat apa? "
"Bentar napa. Dia itu mau ngasih surat ke bunda gw, soalnya pak itu temen deket ayah gw ma bunda gw. Lha si bunda malah numpangin gw ke dia kan sebel coba"
"Apa!!! Jadi Ayah kalian temen? Nih kalo gw jadi lo. Gw mah seneng banget bisa satu mobil ama oppa itu.Lhah lo malah kaya kena musibah"
"Hey itu bener bener musibah tau nggak?"
"Lha kog?"
"Gw kehabisan atmosfer fun, selama perjalanan kita canggung tauk"