
"Huff, tarik nafas huhhh buang hufff"
"Nah okey aku siap lompat. Satu dua tiga lompat"
"Yes dapet juga"
Bruugggggg brug brug
Nisa terlalu tidak berhati hati mengmbil buku, sehingga ia menjatuhkan banya buku dan menimpanya.
"Sakit woy, eh hujan buku? Hah, bukan tapi aku menjatuhkan banyak buku. Gimana ini? "
"Mana banyak banget lagi, niatnya mau cari cokgan malah dapet kerjaan. Huuuh kumpulin lagi abis itu taru situ lagi deh "
Nisa mulai memungut satu per satu buku yang berjatuhan. Ia mulai merapikan buku yang terkena debu membuatnya batuk batuk.
"Uhuk uhukk, huh banyak debu lagi"
"Hallo nona, butuh bantuan ku? Aku akan membatu mu jika kau bersedia menerima bantuanku" kata seseorang sambil mengulurkan tangannya pada Nisa dan ikut merapikan buku yang berserakan.
"(Ha! Siapa?)" batin Nisa ia mulai mengangkat kepalanya untuk meliat siapa orang yang mau membantunya.
"(What! Ganteng banget woy, nggak sia sia aku jatuhin buku. Jadi bisa berduaan nih eakk)"
"Hallo nona, kenpa bengong? Kalo nggak mau ya sudah" kata orang tersebut sambil berdiri lalu pergi meninggalkan Nisa.
"Ha!!!Jangan pergi! Bantu aku ya tolong! " kata Nisa sambil menarik tangan orang tersebut.
"Yasudah, baiklah akan ku bantu. Tapi maaf, apa kau bisa melepaskab tangan mu dariku?"
"Ha, oh maafkan aku" ucap Nisa sambil melelaskan tanganya dari pergelangan tangan orang tersebut.
Mereka berdua merapikan buku dan menatanya kembali. Mereka juga membersihkan debu yang menutupi wajah buku tersebut.
"Oh, iya. Apakah kamu seorang penjaga perpus ini? "
"Tidak juga, aku hanya berkunjung kesini. Memangnya kenapa? "
"Umm, tak apa apa. Kelihatannya kau mahir menata buku, aku kita kau penjaga perpus ini"
"Oh tida tidak, aku tida ingin bertemu pejaga perpus. Aku hanya mengagumi cara mu menata buku. Jadi ki kira kau penjaga perpus"
"Oh, aku telah mengoleksi buku sejak kecil. Jadi wajar aku menyayangi mereka"
"Emmm, aku boleh tanya siapa namamu? Kita belum kenalan dari tadi"
"Ha, benarkah. Maaf, namaku Hanky Crisilion. Panggil saja Hanky" kata Hanky sambil mengukurkan tangannya.
"Namaku Arnisa Gracilia. Sering di panggil Nisa" kata Nisa sambil membalas uluran tangan Hanky.
"Baiklah tinggal mengembalikanya ke atas rak buku. Biar aku saja yang mengembalikan okey. Aku tahu kau tak kan mencapainya kan."
"Hahaha kamu benar. Terima kasih atas bantuannya ya"
"Tidak masalah, aku orang baru di sini jadi aku akan mencoba berinteraksi dengan orang sini"
"Oh jadi kamu pindahan."
"Lebih tepatnya begitu"
"Okey sudah selesai, aku pamit dulu ya"
"Ha! Aku akan mentraktirmu makan untuk hari ini, itu sebagai tanda terima kasih dariku apakah kau mau?"
"Maaf aku aku menolaknya"
"Oh, tak masalah"
flashback off
"Begitulah, dia membuatku tenang dan nyaman. Aku tak tahu apakah aku akan bertemu dengannya lagi atau tidak. Rasanya jiwa arrogant ku terkubur oleh jiwa lembut nya"
"Jadi begitu. Jika itu jodohmu kau akan bertemu dengannya, jadi janganlah takut, okey. Kau bisa jadi orang yang lembut, tapi bukan menjadi orang yang penakut ataupun pengecut. Kau tak bisa lari dari kenyataan"
"Humm, yang membuatku takut hanyalah jika dia bukan jodohku maka aku takan bertemu dengannya"