The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 63



"Haisss menyebalkan" keluhnya Hilya dengan muka kecut.


"Nisaa, kenapa kau tak memberi tahuku lebih awal?" tanyanya kini menghadap Nisa.


Nisa menaikkan pundaknya. "Dia melarangku, katanya agar surprise" jawabnya ringan.


Hilya kembali mengendus kesal. "Hei, dia melarangmu saat itu. Dan tadi kau melarangnya juga. Bagaimana jika aku melarang kalian pacaran?" tanyanya, melipat tangan di depan dada menatap Nisa dan Kenzo bergantian.


Kenzo kesal lalu meletakkan alat makannya dengan keras hingga terdengar suara benturan yang cukup keras untuk mengagetkan. Ia beralih menatao Hilya dengan tatapan killer.


"Makan!" tutur Alfi menyuapi Hikya


"Oke" jawabnya lalu memakan sesuatu dari uluran sendok Alfi.


"Jadi lanjut nggak?" tanya Kenzo. Mengingat bahwa cerita cintanya belum mencapai ending.


"Lain kali saja" sahut Raffa disetujui dengan anggukan oleh semua semua.


"Kau pasti akan berjam jam menceritakannya belum juga terhitung jeda, penantian ekspresi kita, pertanyaan Erza.. "


"Eh aku juga kan?" kata Erza cemberut.


"Oke" kata Kenzo menyetujuinya lalu sambung makan.


"Umm setelah ini kita akan kemana? Ini adalah perayaan pacaran kami" kata Nisa tersenyum melirik Kenzo.


"Maaf, ku rasa aku tidak bisa. Aku harus pulang karena ini sudah petang" tolak Alfi membuat senyum di wajah pasangan baru itu pudar.


"Hmm baiklah" kata Nisa cemberut


Kenzo gemas lalu mencubit pipi Nisa. Nisa jengkel karena di perlakukan seperti anak kecil. Kembali menekuk muka dan kini semankin tertekuk. "Jangan memperlakukanku seperti anak kecil" tegurnya.


Kenzo makin gemas saja dibuatnya. "Jangan marah lagi oke?" kenzo bernego. Ia mencolek gemas ujung hidung Nisa.


Hilya kesal karena mereka berdua memamerkan manisnya pacaran. Saking kesalnya, hingga ia membanting sendok ke piring. Semua terkejut.


"Kaget *****, jangan banting sendok napa?" ujar Erza kesal sambil membanting sendok juga.


"Heh! Kamu tadi bating sendok ngapain hmm?" tanya Raffa kesal.


"Ya ya" jawab Erza, berisyarat mengusir Raffa dan berpaling wajah.


"Eh emang tadi kenapa sih?" tanyanya


Hilya semakin mengendus kesal. Entah Erza memang nggak peka, atau ingin duel dengannya? Hingga membuat mood nya lenyap.


"Lihat nggak sih? Manisnya Kenzo sama Nisa?" kata Alfi. Erza menoleh kearah dua orang pemilik nama tersebut.


" Tau kan Hilya sama Nisa penggemar drama asia timur itu?" sindir Alfi


"Korea Selatan!!" selak Hilya meledak.


"Ya karena ituu" sambung Alfi lagi.


"Drama? Korea Selatan? Emang mereka dari sana?" tanya Erza, lagi lagi memancing emosi.


"Kenzo dan Nisa bertingkah manis seperti dalam drama kesukaan Hilya sama Nisa. Cute and sweet couple bikin dia ngiri" terang Raffa.


"o" tanggap Erza singkat dan padat


"Tunggu, emang apa sih hebatnya drama dari sana?"


Mendengarnya Hilya langsung membayangkan para cecans dan cokgan pemeran drama. Dan betapa bapernya adegan didalamnya. Dari memegang sedok kini tanganya beralih menyangga dagu.


"Lihatlah pemeran nya yang sweeeeeettt banget. Masih banget mereka. Aku selalu baper menontonnya" jawab Hilya. Memepuk tepuk pipinya dengan tangan masik menyangga dagu.


Erza berindik ngeri melihat perubahan seratus delapan puluh derajat Hilya setelah membayangkan drama itu. Apakah ada sejenis sihir didalam drama tersebut? atau obat bius jarak jauh? atau sejenisnya?


Semua tertawa saja melihat ekpresi keterkejutan Erza. Mulut masih menganga, mata terus mengerjap, tubuh tak bergerak sepeeri patung.