The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 37



Alif menghampiri sang adik yang terbaring di lantai. Diulurkan tangannya untuk membantu sang adik berdiri.


"Nih pegang" katanya sambil mengulurkan tangan.


"Huhhhh" Alfi pun meraih tangan kakak nya.


"kamu tadi ngapai sih, sampai nggak fokus gitu. biasanya kamu kan teliti banget." tanya Alif.


"Nonton horor lah, mau apa lagi?" jawab Alfi cuek.


"Hihh nggak ajak ajak. Makin lupa ama kakak yahhh?" kata Alif sebal ia pun mengahmpiri sofa mengikuti sang adik yang tengah asik menonton.


Braggg...


Alfi menghalangkan kakinya ke arah sang kakak. Alhasil Alif tersandung dan terjatuh tepat di bawah Alfi.


"Hahhahahahaha, kena weekkkk" kata Alfi sambil menarik kantong matanya kebawah.


"Awas kauuu" kata Alif kesal sambil berdiri dan ingin balas dendam.


Mereka akhirnya kejar kejaraan seperti tom and jerry. Alfi sebagai jerry dan Alif sebagai tom. Bantal, taplak, meja, kursi, hiasan, semua berantakan karena ulah mereka.


Drrttttt..... drtttt (nada ringtone)......


Sontak mendengar suara itu Alfi berhenti berlari.


Duk...


Hal itu membuat Alif menabrak Alfi hingga membuat dagunya sakit.


"Aawww, bilang dong kalo berhenti. Gitu aja nggak pecus........... " dumal Alif kesal sambil menggosok gosok dagunya.


"Hallo, Hil? Ada apa? Kenapa telpon kangen ya?" ucap Alfi pada orang di sebrang.


"Buset, ni bocah lagi telpon pantes nggak ada respon, aku ketipu *****".


"Woyyyy!" teriak seseorang yang menyahut dari telpon nya.


"Nisa, kog kamu bareng Hilya nggak ajak aku sih jahat kalian, huhhh"


"Woyy, situ yang jahat ****. Kita kan janjian mau bahas lomba musik. Gitu aja lupa, mau gw tonjok lo ha?"


"Ha? Oh ya aku lupa. Yaudah aku otw ke sana tunggu"


"Udah dari tadi nunggunya njer"


"Kak aku mau keluar dulu bahas lomba musik sama Nisa Hilya byee". kata Alfi sambil berlari menaiki tangga.


Selesainya ia mengambil barang, ia pun bergegas menuju bawah untuk menemui sahabatnya.


"Kak, kunci motor kumana?" tanyanya sambil nafas yang tersenggal senggal.


"Di bawa bunda, soalya ayah lagi pergi jauh. Jadi nggak bisa bareng ama bunda"


"Terus? Aku pake apa?"


"Mau kemana sih? Ketemunya dimana?"


"di cafe deket RS. Apa aku jalan aja ya"


tak...


"Bodoh, aku atar aja. Masa jalan kan jauh" kata Alif sambil menjitak dahi Alfi lalu menariknya ke garasi.


"Uhh, aku kan nggak suka motor kaya gitu. Jok nya terlalu miring."


"Kan motor kakak ini yang beliin ayah. Salahin ayah lah"


"Udahlah ayu. Mau jalan apa ikut kakak?"


"Ummm,"


"ayo naik ntar telat" kata Alif sambil menarik Alfi agar naik ke motornya.


Di tengah jalan banyak cewek yang terkagum dengan ketampanan Alif. Banyak yang tak bisa mengalihkan pandangannya, dan ada juga yang sedang menyetir lalu mengikuti mereka.


Alif yang melihat kejadian yang biasa menimpanya saat keluar, langsung tancap gas menghindar dari gerombolan penggemar nya.


"Pegangan ke kakak. Ada cewek yang ngejar kakak. Kalo nggak nanti kamu jatuh lho" perintah Alif pada sang adik tapi tak di laksanakan.


Alif pun menarik tangan Alfi dan menaruhnya pada pinggangnya.


"Udah tangan kamu disana aja jangan kemana mana. Pengang erat erat atau kamu jatuh. Dasar bandel, udah tahu kakak di kejar sama cewek itu malah nggak mau pegangan"


"Huhhh bawel "


"Pegangan erat!!!"