
"(aduh berabe nih ada fans baruku huuuaaaa) "batin Aldo.
"Mbak taruh mana nih yang pingsan? " tanya Aldo kembali.
"Taruh hatimu dek" jawab sang suster tanpa ia sadari. Untung hanya ada satu suster di sana, dan belum ada Nisa. Keadaannya kan agak damai tentram abadi selamanya sampai akhir hayati, upsss. Setelah sang suster sadar apa yang ia katakan ia langsung membungkam mulutnya untuk mengurangi rasa malu, hahahhaha.
"Eh maaf dek, saya lagi telphon ama pacar saya. Tadi kamu tanya apa ya? " tanya sang suster tanpa rasa malu.
"(busetttt dan budekkk nih suster padahal dia nggak pegang hp atau ear phone kok bisa nelphon si? Terus emang dia punya pacar beneran apa ngak ya? Aneh banget yak, pengen ngetawain aja deh tapi kasian, hahaha" batin Aldo dalam hatinya.
"Mbakkk ini taruh mana pasiennya? " ulang Aldo dengan tegas.
"Oh taru tempat tidur itu dek, biar saya panggilkan doktet biar di periksa" jawab sang suster.
"Baik sus" kata Aldo meninggalkan suster
"(mbok dari tadi gitu napa, nggak usah pake drama, kan gwnya nggak bayaran)" batin Aldo kelsan.
Setelah itu Nisa datang dengan selownya,karena dia udah gila dengan Aldo. Jadilah dia dari tadi pringas pringis gara gara semobil ama Aldo. Coba aja kalo Nisa jadi Alfi pasti masuk RSJ nih. Bahkan parahnya dia lupa kalo di kerumah sakit untuk kencan di restoran bukan di rumah sakit. Dan dikira ia udah jadian ama Aldo, hadehhhhh. Itu karena di setiap perjalanan kerumah sakit ia ngelamunin masa depannya dengan Aldo. Untung aja Aldo ngingetin jalanya ke rumah sakit, kalo nggak kan jiwa raga Alfi taruh mana tuh.
"Heh kamu, temenya lagi masuk rumah sakit kog nggak ada kasiannya sih, jangan jangan lu cuma temen musiman hihh serem abis ya lu" kata Aldo dengan pd nya.
"Apa Alfi masuk rumah sakit? Aduhhh gw harus cepet ke rumah sakit!! Kasian sahabat gw, kalo dia kenapa napa gimana? " tanya Nisa yang masih belum sadar.
sendang Nisa langsung pergi keluar rumah sakit. Dia kembali kedalam.
"Eh tunggu kenapa lu balik? " tanya Aldo dengan santuynya.
"Rumah sakitnya dimana ya? Dia di rumah apa? " tanya Nisa yang masih tak sadar.
"Begook lu, emang ini di mana ha? Trus tadi kamu nganterin siapa? " tanya Aldo sambil memukul kepala Nisa.
"Aduhhh sakitt tauk, eh ini kok ada suster ya? Ini di rumah sakit? Alfi di sini? " tanya Nisa penasaran.
"Palaklu buat apa sih?Ya jelas lah ini di rumah sakit haduhhhhhh" terang Aldo dengan marah.
"Eh ada kak Aldo, dari tadi kak, ngapain ke sini?" tanya Nisa yang semakin tak waras.
"Au ngapain ya? Kamu sendiri ngapain? " tanya Aldk yang semakin membuat Nisa pusing tujuh keliling
"Bentar bentar, aq kesini kan nganter Alfi, tapi ngapain Alfi di rumah sakit, ya? Aduhh iku ini kenapa ya? Trus kan bukannya aku tadi mau ke rumah makan sama kamu ya kak? Kog malah kesini ya?" tanya Nisa yang semakin bingung.
"Hidihh ogah ya gw ama lu ke rumah makan, orang kesini aja gw ogah, kalo bukan karena dia gw tabrak pas kejar kejaran mah ogah" jawa Aldo dingin.