The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 22



Happy reading ya readers jangan lupa like like and like. Atau comen novel ini yaa.


"Hah! kog dia bisa denger sih?" bisik Nisa pada Alfi.


"Jelas lah, lo itu ngomongnya kenceng banget kog. Ya jelas dengar, kalo nggak berarti dia kopok" jawab Alfi lantang.


"Hahaha, bisa juga sih" sahut Nisa tertawa.


"Hey, di suruh diam malah ketawa, lagi gila? " tanya sang dosen yang masih lumayan muda.


"Dia ngomong sama aku ya Al? " tanya nya pada Alfi yang masih bisa didengar oleh sang dosen.


"Ya sama kamu lah, yang ngomong dari tadi itu siapa kalo bukan kamu!!" sahut dosen dengan sangat murka.


"(wih pak Arya marah nih. Si Nisa itu tau nggak sih kalo dia itu killer)" bisik salah seorang teman sekelas Nisa.


"Sekarang kamu keluar !!! dari pada disini ganggu temen kamu yang lagi fokus. Apa lagi sebelah kamu itu, dia dari tadi terganggu sama kamu" benta sang dosen sambil menunjuk Nisa.


"Lhoh pak ini saya bener bener di suruh keluar? Bapak nggak kasian sama saya?" bujuknya pada seorang yang sangat di hormati.


"(Nih anak nyalinya berapa sih? apa bosen hidup ya?)" bisik seorang teman lagi.


"Keluar" teriak nya sambil menunjuk pintu.


"Tapi pak" bujuk nya lagi.


"( Ampun dah nih bocah)"


"Nggak ada tapi tapi" bentak nya lagi.


"Bapak tega?? " tanya nya lagi hingga membuat dosen nya kesal.


"Mau keluar sendiri apa mau saya tendang dari sini? " tanya sang dosen yang membuat seisi kelas gemetar ketakutan. Nisa pun mengalah, ia keluar dari kelas.


"(Kalah juga kan lo akhirnya. Sok berani ngelawan killer sih)"


"Nasib lo itu dah mujur nis, kenapa malah lo malangin sih? " tanya Alfi dalam hati kecil nya, sambil sedikit mengangkat sudut bibir mungil nya.


"Baik sampai sekian pelajaran kali ini, oh iya hari ini kalian pulang agak awal karena ada rapat penting" kata dosen pembawa berita gembira yang di sambut dengan teriakan histeris para mahasiswa. Dosen itu kemudian pergi meninggalkan kelas tanpa melirik salah seorang pun.


"Yoiii, pulang pagi guysss" kata salah seorang teman sekelas Alfi. Ia adalah seorang seksi kesehatan. Ia lumayan tampan dan banyak penggemar tapi tetap saja kalah saing dengan Aldo senior mereka. Meskipun begitu, ia adalah anak yang jahil tapi tidak pernah menyakiti siapapun.


" Tumben ya guru killer ngasih kabar gembira kaya gini, biasanya ngasih hukuman. Hahahhaha" sahut seorang teman lagi.


"Kesambet kali dia"


Nisa yang mendengar kabar gembira itu sangat bahagia. Ia melupakan semua kejadian menantang maut yang dia lakukan. Ia kemudian masuk ke kelas untuk menemui Alfi.


" Al yoooo, Kita keluar yuk" ajak nya pada Alfi.


"Idih, gimana tadi jadi model tunggal di depan? " tanya Alfi balik.


"Eh, kog lo malah seneng sih? Tapi nggak papa sih aku disana itung itung bisa jam kos" sahutnya.


"Eh btw ayo pergi ke cafe yuk!! Ada kabar bagus nih"


"Tinggal ngomong apa susahnya sih? "


"Nggak bisa ini penting Al"


______________________________________________


Makasih banyak udah baca novel ini ya readers. Like dan comen nya jangan lupa. Author kasih bonus nih kalian the best deh.


jeng


jeng


jeng


Alfi