The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 73



Raffa mangangguk membenarkan. Ia menggosok tengkuknya menunggu respon Alfi.


"Sial" ujar Alfi memalingkan wajahnya dari Raffa


"Maaf kalo kau tak suka" kata Raffa


"Sial kau membuatku baper" sambung Alfi kini wajahnya sudah memerah


"Dan juga membuatku blushing"


"Oh, benarkah?" Tanya Raffa memastikan. Lalu menghampiri Alfi memberikan setangkai bunga mawar yang berwarna peach.


"Uchhh"


"Uwwwuuwuwuu"


"Iri deh"


"Kapan aku kek gitu"


Segala sorakan dari penjuru bertautan di sertai tepuk tangan yang meriah.


"Jangan jongkok" cegah Alfi spontan


"Ha?"


"Yah"


"Lhoh"


"Eh"


Tepukan tangan berhenti serta muncul suara kebingungan dari teman Alfi. Mereka mendengarkan dengan seksama ala yang akan dinyatakan Alfi.


"Lutut mu berdarah kan tanya Alfi, ia tadinya melihat luka di lutut Raffa.


Raffa tertawa senang. Seorang yang dia cintai menghkawatirkannya. Sungguh malam yang tak kan ia lupakan.


"Sudah ku bilang semua bohongan" katanya


Alfi langsung memeluk Raffa. Membuatnya terkejut hingga tak bergerak. Begitupun para suporter nya. Sebentar lalu bersorak sorak baper oleh keduanya.


"Kau membuatku khawatir" ujar Alfi


"Oke, sebelumnya bisakah kita pacaran dahulu" selak Raffa. Alfi jadi teringat bahwa ia belum menerima Raffa. Ia melepaskan pelukannya, menunduk malu karena telah berbuat hal konyol.


"Mawar peach" kata Raffa lalu menyodorkan setangkai bunga mawar dengan warna peach.


"Woah" Alfi menerima nya dengan sumringah


"Kau suka warnanya kan?" tanya Raffa


"Bagaimana kau tahu?" tanya Alfi balik


"Kau sering menggunakan warna itu pada stail mu. Cardigan peach, dress peach, sepatu peach, jaket peach, kemeja peach, sweter peach" Raffa menyebutkan satu persatu warna stail Alfi


"Jadi? Kita pacaran?" tanyanya lagi


Alfi mengangguk. Raffa langsung memeluknya.


"Woi temen gak da akhlak. Gua jomblo woi. Inget gua woiiii" teriak Erza. Disamping kirinya ada Kenzo yang sedang baper baperan dengan pacarnya. Disamping kanannya ada Hilya yang sedang telphone entah dengan siapa.


"Wuuuuu" teriakan teman lainnya pada Erza yang memganggangu momennya.


"Hilya tolong, oke " panggilnya. Langsung merangkul Hilya dari samping.


"Woi fuc*k lu Za. Nyokap gue yang telphone woi" bentak Hilya mencoba melepaskan diri.


"Za, kau bisa pakai ini untuk dia" kata Raffa menunjuk Hilya


Hilya langsung memelototi Erza.


"Nggak, cuma kesepian aja" kata Erza


Hilya berdecak kesal. Dia dipermainkan? Erza salah besar. Hilya menyikut perut Erza dan melepaskan diri.


"Untung kau senang Al. Kalo nggak gua bakal tinju wajah Raffa" ujar Nisa


"Yaaa, kita capek capek buat semua ini" sahut Hilya.


"Bagaimana kalian membuatnya?" tanya Alfi penasaran


"Penculikan itu?"


"Itu om Raffa dan teman temannya" jawab Nisa. Lalu melihat ada orang yang menculiknya tadi di bawah lampu lampu bersama temannya yang lain.


"Pantas saja dia tidak membiusku" kata Alfi


"Hey aku akan di bunuh ayahnya jika membiusmu. Dia akan mengadukanku pada ayahnya" kata om itu seraya menunjuk Raffa yang tengah menyilangkan tangan didada.


"Thanks ya Raf" kata Alfi


"Hey, kita juga ambil alih dalam acara" teriak temannya


"Oke, thanks buat kalian. Udah buat ini semua" kata Alfi


"Plus dapetin kamu pacar" sahut Raffa


Happy ending 😊


Thanks atas supportnya😘πŸ’ͺ


Thanks atas like, rate, komen, dan vote nyaπŸ’•πŸ’•πŸ‘


Maaf atas kesalahan kata dalam novel ini πŸ™πŸ™


Jangan lupa baca novel author yang ke dua judulnya Idola di kelasku kutunggu kedatangan kalian.


Bye byee see you all next story πŸ‘‹πŸ‘‹