The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 43



Hilya menarik gagang pintu dengan agak tergesa gesa.


Klek....


Pintu koridor yang terhubung dengan parkiran terbuka. Kedua gadis itu lalu melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ruang kelasnya.


tak... tak.. tak.. tak.... tak...


suara langkah kaki tergesa gesa mereka terdengar beiringan. Memenuhi koridor yang mulai sepi


Hosss hosss hosss


Desiran nafas terengah engah terdengar keras saat mereka hampir mencapain pintu kelas mereka.


Ceklek...


"Lhoh" ujar Hilya terkejut setelah dirinya membuka pintu tetapi tak berhasil.


klak.. klak.. klak...


"Gimana sih?" ucapnya lagi.


"Hosss, kenapa?" tanya Alfi sambil memegang perutnya yang kram akibat berlari.


"Hahhhh kekunci!"


"Dobrak aja gih"


"Kalo rusak?"


"Milih Nisa apa pintu?"


"Astaga Al segitu, oke aku jelas milih pintu lah. Hahahahaha"


"Oke aku juga, yuk pulang. Tapi ngapain kita tadi lari larian sampai sini terus balik. Gak jelas banget, hahahaha"


"Yaudah lanjut Al"


"Minggi guwa dobrak tuh pintu"


Hilya melangkah mundur dari pintu mengambil ancang ancang. Lalu mulai mendorong kakinya ke arah pintu. Seketika aktivitasnya terhenti.


"Kamu aja deh Al, hehe"


Alfi menatap Hilya sembari menyipitkan matanya, dan menekut muka. Serta bibik yang murung.


-


-


-


"Udah Erza dobrak pintu aja" kata Kenzo lalu membalikkan badan dari gadis itu.


"Oke Kenzo, dari pada ngeladenin cabe cabean. Ya nggak Raff?"


"Hmmm"


Ketiga manusia itu lalu beralih menghadap pintu.


"Guwa yang dobrak ya, satu dua.. " belum sempat Erza mendobrak pintu.


Tiba tiba..


Ketiga manusia itu terbentur oleh pintu yang terbuka secara tiba tiba.


"Bhaaaaakkkks"


"Hahahhahaha"


"Raffaa!!"


"Kenzoo!!"


Segala jenis tawa dan kata terkejut mengisi ruang itu.


Alfi yang melihat seseorang terkena imbas dobrakanya langsung meminta maaf seraya membantu mereka.


"Maaf" katanya singkat sambil terus menundukkan kepala.


Ketiga manusia itu tak bisa mendengar Alfi, dikarenaka suara tawa lebih menguasai atmosfer di kelas itu. Sembari mengusap usap bagian yang terbentur.


Nisa yang melihat ke dua sahabatnya langsung berlari ke arahnya sambil berteriak.


"Alfi Hilya"


Barulah ketiga manusia itu sadar akan kehadiran seseorang di depannya.


"Sekali lagi maafkan aku" kata Alfi lalu pergi meninggalkan mereka bersama sahabatnya. Alfi masih terus merutuki kesalahanya.


Erza, Kenzo, dan Raffa hanya menatap aneh pada Alfi. Setelah bayangan Alfi mulai menghilang mereka pun lalu segera pergi dari kelas itu.


"Raff, kenali gw Erza dan ini sahabat guwa Kenzo"


Kenzo lalu menatal Raffa seraya mengangkat telapak tangannya dan tersenyum ramah.


Plak...


Raffa memyambut nya dengan hagh five sambil tersenyum.


"Haiss, kau membuatku takut. Kukira kau mau menamparku.Ahahahhah"


"Ow, kau mau aku melakukan itu? " tanya Raffa sambil mengangkat lagi tangannya.


"Eh Raf kenapa tadi kamu nggak ngelawan?" tanya Erza penasaran.


"Hmmm, aku tak ingin membuat keributan saat hari pertama masuk sekolah."


"Oh ya, aku dengar aku akan ikut grup musik kalian. Kalian tak keberatan kan?"


"Dari mana kau tahu segalanya?" tanya Kenzo


"Dan kenapa kelompoknya bisa pas kalo kita yang belum dapat, terus ada kamu?" tanya Erza.


"Aku selalu mendapat kabar dari kepala kampus. Semuanya sudah di jadwalkan aku akan masuk ke kelas ini. Jadi sengaja di kosongkan satu orang. Dan beruntung itu kalian yang belum dapat orang." jelasnya sambil tersenyum.


-


-


-


"Oh tidak aku tadi nggam sengaja. Huuuhhhhh, aku harus gimana ini?" gerutu Alfi