
Sinar matahari mulai memasuki kamar Alfi. Melalui celah celah korden yang tak tertutup rapat. Perlahan ia membuka matanya melihat hari baru.
"Tunggu, aku kemarin malam sepertinya ada di ruang buku kenapa sekarang ada di kamarku? Dan bukuku semuanya sudah tertata rapi dalam tasku" gunamnya ketika melihat sekitar.
"Ummm, entahlah mungki kakak"
Alfi pun segera siap siap untuk pergi ke kampus. Jaz khas kampus serta sepatu yang memadu dengan warna pakaiannya membuatnya terlihat sempurna.
Setelah besiap ia turun untuk sarapan. Alangkah terkejutnya ketika sang kakak yang tak ada di sana.
"Buk, Kak Al mana?" tanya nya sambil menyantap sarapan.
"Dia sudah berangkat dari tadi katanya dia akhir ini agak sibuk" jawab pembantu itu.
Selesai sarapan, seperti biasa saat dia SMA menunggu Nisa untuk berangkat bersama. Tak lama kemudia Nisa datang. Alfi pun segera masuk dan berangkat ke kampus.
Sesampainya di kekas mereka bersama Hilya bercada mengawali pagi. Banyak siswa yang bercanda main HP serta lainnya untuk mengawali pagi mereka.
Kringgg.....
Bel masuk pun terdengar seluruh siswa langsung beranjak ke tempat mereka masing masing. Mendengarkan guru yang mulai berbicara di depan.
"Selamat pagi" salam gutu tersebut.
"pagi bu" jawab seluruh murid di kelas.
"kenalkan dia baru disini. Dia akan bergabung dengan kita mulai hari ini" kata guru tersebut sambil memperkenalkan seseorang baru di kelas.
wow... omg.... apa.... what... ya tuhan....
suara riuh mulai menguasai kelas akibat dari kedatangan murid tersebut.
"wow, ganteng banget. Dia gabung ke kelas kita omg" ucap salah seorang murid di kelas membuat murid baru tersebut mengerut kan dahi.
"Al, Hil, OMG dia...dia...parah.... " kata Nisa pada sahabatnya.
"Dia adalah murid yang pernah ibu guru bicarakan. Sejak dia di terima di kampus ini dia tidak bisa langsung memgikuti pelajaran di kelas. Dia di jadikan duta ke Amerika dan baru kembali." jelas guru itu kepada murid murid di kelas.
"Raffa silahkan perkenalkan diri"
"Hai kenalkan namaku Raffael Farrel. Aku akan bergabung dalam kelas ini mulai hari ini. Mohon kerjasamanya dengan kalian. Dann maaf aku telat masuk ke kelas ini"
"Ada yang di tanyakan?"
"Panggilan mu apa?" tanya salah seorang di kelas itu.
"Raffa" jawabnya singkat.
"Raffa silahkan duduk di kursi kosong itu" kata guru itu sambil menunjukka kursi yang kosong.
Kursi itu berada di sebelah belakang kursi Nisa. Sontak membuat Nisa bahagia yang tak bisa di ucapkan dengan kata kata.
Alfi yang berada di sebelah kanan Nisa dan Hilya yang di sebelah kanan Alfi hanya bisa menatal sahabatnya dengan pasrah.
Beberapa anak ada yang fokus pada Raffa bukan pelajaran. Sesekali melihat guru yang sedang menerangkan. Sedang Nisa hanya bisa senyam senyum bahagia.
Tak terasa Matkul hari ini telah selesai semua. Sebagian dari kelas itu ada yang mengemasi barang barang dan ada yang mengerumuni Raffa. Mahasiswi kelas lain juga banyak yang datang ke kelas itu.
"Raffa no WA kamu berapa?"
"Raffa aku IG atau FB kamu namanya apa?"
"Raffa kamu suka makan apa?"
"Raffa kamu suka apa? Nanti aku bawain deh"
Pertanyaan beruntut dari cewek cewek di sana. Membuat Raffa memijat pelipisnya kesekian kali.