The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 52



"Untunglah nggak jatuh" ucapnya lega


"Maka... sih..." katanya terputus setelah berbalik melihat orang yang menolongnya.


"Emm, Raffa makasih" ulangnya sambil menundukkan badan dan memegang tas nya.


"Hmm"


"Kalau begitu aku pergi dulu. Lain waktu aku akan mentraktirmu sebagai tanda terima kasih, bye" katanya lalu melanjutkan berlari.


Zaazzsss....


Raffa mengayuh sepeda dengan kuat lalu berbelok ke lorong.


"Eh? Kenapa belok bukanny lurus ya?"


"Ahh entahlah"


Tussst...


Di tengah ia sedang berlari tiba tiba ransel tasnya putus.


"Oh tidak!! Kenapa harus saat ini. Aarrrrg" eluhnya.


"Mana bentar lagi masuk, huuuhh" ujarnya lalu membawa tas di depannya.


Duk...


"uchh, ihhss" katanya kesakitan karena tersandung sesuatu. Dan terjatuh.


"Aah kakiku" katanya melihat kakinya yang lecet.


***


Dak....


pintu studio tempat dimana Nisa dan yang lain berkumpul tiba tiba terbuka.


"Alfi" ujar Hilya dan Nisa secara spontan.


"eh" respon Nisa setelah melihat bahwa itu bukan Alfi.


"Nis, Alfi mana?" tanya Alif sambil berjalan menghampirinya


"Aku juga nggak tau kak, dia belum datang" jawabnya.


"Hah? Tapi kenapa tadi dia berangkat siang. Bukanya sekarang dia ikut lomba. Dan kenapa kamu nggak sama dia? Marahan?" tanya Alif.


"emmm ituu.. "


"Tadi Nisa lupa kasih tau Alfi kalau dia di anter. Jadi Alfi nunggu" jelas Hilya


"ck, kalo gitu aku pergi dulu. Aku coba undur lombanya beberapa menit untuk cari dia"


"Jangan kak!"


"Kenapa?"


"Kakak bagus kalo undur lombanya kemungkinan besar kakak biaa karena kakak ketua panitia. Tapi kakak nggak bisa cari Alfi, di jalan banyak kendaraan orangnya juga banyak. Kakak akan kesulitan kalo cari alfi." jelas Hilya.


"Tadi aku udah coba tapi nggak di angkat" kata Nisa


"Kakak coba aja dulu" pinta Hilya.


tuutt... tuutt... tuttt...


***


Citttt.....


Tiba tiba ada sebuah sepeda yang berhenti di dekatnya. Lalu mengambil tas Alfi .


"Eh" ujarnya lalu memandang siapa orang itu


"Raffa? Emm untuk ini makasih" katanya


"Kamu terlambat jika terus berlari di tambah ransel tasmu yang putus" omelnya sambil mengikat dua ujung ransel yang putus.


"emm"


Drttt.... drt....


Bunyi ponsel di saku Alfi


"Aaa kakak" katanya lalu memgangkat telpon


"Benarkah?maksih kak" katanya bersemangat


"Lombanya di undur sepuluh menit kakak ku mengusulkanya dan di terima. Dia ketua panitia" terangnya


"(eh, ngapain aku cerita. Kalo dia jawab nggak nanya aku harus apa)"batinya


"Baguslah"


"Makasih banyak untuk hari ini dan maaf untuk saat itu" kata Alfi sambil menunduk


"Too"


Alfi terkejut dengan sikap lembut Raffa yang jarang di temui selain pada kakaknya. Ia memandang wajah Raffa dengan penuh keningungan. Bagaimana bisa ia sangat mirip kakaknya.


Raffa ikut memandang Alfi tetapi dengan muka yang mengarah kedepan alias melirik di tambah alisnya yang dinaikkan.


"Oh, eeemmm.. sekali lagi makasih banyak" kata Alfi lagi, lalu ia mengambil tasnya dari raffa.


"Jangan terlalu banyak berterimakasih padaku. Kau akan berhutang banyak padaku nanti."


"Aku tidak bisa hanya diam tanpa membalas seseorang yang menolongku"


"Jadi kau akan mentraktirku berapa kali? Kakakmu tak marah? Anggap aja impas"


"Tidak bisa aku akan tetap mentraktirmu"


"Dan kapan itu?"


"Suatu saat"


"aku pergi dulu" katanya lalu pergi dengan cepat.