The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 57



Prok... prok.. prok. . prok... prok


"Wuuuuuu" soarakan dan tepuk para penonton yang semangat sebagai penutup lomba kali ini.


Perlombaan sesi pertama telah berakhir. Sesi ke dua alias sesi terakhir akan dilaksanakan satu minggu kemudian.


Pada sesi pertama di ambik dua kelompok cewek dan dua cowok. Selanjutnya mereka akan berkolaborasi antar cewek dan cowok secara bergantian yaitu pada sesi kedua satu minggu lagi.


***


Hari berikutnya.


"Yesss, uuuwwwwww. Al tau nggak?" kata Nisa di depan loker siswa milik Alfi.


"Nggak"jawabnya singkat


"Aku tuh seneng banget bis lolos. Uuuh rasanya kaya mimpi" sambungnya.


"Emang ini mimpi kog, mana ada kamu bisa menang? Dan yaa, tadi kau hampir salah, bisa berhenti bangga nggak sih? " selak Hilya yang kini tengah mengambil buku dari lokernya yang juga tak jauh dari Alfi.


Nisa menoleh karena merasa tersinggung.


"Hey" katanya sambil menoleh ke kiri ke arah Hilya.


"Apa?" jawabnya sambil terus fikus pada loker.


Kreekk kreek


Nisa meregangkan jari tanganya dan lehernya seolah hendak menghajar seseorang.


Hilya yang merasakan hawa membunuh kini melirik Nisa yang berjalan ke arahnya.


dak...


Hilya terkejut dan langsung menutul pintu lokernya lalu mundur dari Nisa.


"Tunggu tunggu tunggu. " ujarnya seraya menghadang Nisa dengan tangan seperti men stop sesuatu. Lalu ia melipat lengan jasnya hingga sampai pada siku. Dan meletakkan bukunya di lantai.


"Oke aku siap" lanjutnya


"Huuuffff" Hilya menghela nafas. Ia kini berusaha tenang dengan tangan yang masih mengepal sempurna dan posisi kuda serta gerakan mudur.


Srreett....


Nisa menarik kerah jass Hilya ke arahnya.


"Pffft" Nisa menahan tawa melihat ekspresi Hilya saat ini


"Aku mengajakmu makan mie pedas nanti malam setengah jam delapan jangan telat" bisiknya di telinga Hilya lalu berbalik menuju Alfi.


"Aaaaa.... hanya itu?" tanya Hilya yang kini canggung karena telah berbuat aneh. Ia mengira bahwa ia akan di hajar Nisa padalah....hanya ingin mengajak makan mie.


"Ya" kata Nisa menoleh dan mengangguk.


"Oh" balasnya lalu mengambil buku yang di lantai dengan rasa malu yang mencapai maksimum


"Pffft, ahahahaha. Duh ekspresimu Hil" kata Alfi menahan tawa.


"Ahahaha, iya tadi dia ketakutan banget apa lagi waktu aku tarik kerahnya. Terus aku ngajak makan mie. Ahahahaha" sambung Nisa sambil memegang perutnya yang mulai keras karena tertawa.


Hilya merasa malu. Ia melontarkan tatapan sinis nan muka yang di tekuk. Kini ia berjalan menghampiri keduanya.


"Ii hihihihi lici bingit yi" sindirnya dengan kalimat berhuruf vokal 'i' semua


"Tadi aku takut beneran tauk. Kalian nggak inget apa waktu Nisa berantem serem tauk. Bisa bisa bukan hanya masuk rumah sakit atau kilik aja masuk rumah sakit jiwa juga ada potensinya tauk" sambungnya sambil menatap Alfi dan Nisa bergantian.


Hilya berhenti tersenyum. " Wow ternyata kemampuanku luar biasa ya!" katanya bangga diri.


"Luar biasa dimananya? Gila" sahut Hliya diikuti gelengan kepala.


"Mana ada masukin orang ke RSJ itu luar biasa? Yang ada itu bencana kalii" kata Alfi datar.


"Hehe," Nisa tersenyum lugu sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"tapi itu kan kemampuan yang jarang dimiliki orang" sambungnya terlihat meyakinkan