The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 15



"Hey kalian udah jangan berantem napa? Ada tamu tuh di depan" bentak bunda sambil menuruni tangga tetapi tak dihiraukan oleh mereka.


Tok tok tok tuan Alqi.


Ayah langsung berlari menuruni tangga meninggalkan bunda dan membuka pintu.


"Kakak... adek udah ada tamu" kata bunda lagi.


Mereka tetap berlarian di depan TV. Ayah membukakan pintu tanpa menghiraukan mereka berdua.


Dan "Buagggggggg" "Aduh"


Sang tamu terkena lemparan bantal Alif. Bunda pun memarahi mereka berdua. Tapi, mereka tidak merasa bersalah.


"Kakak.. adek.... Kan udah bunda bilang. Jangan berantem ada tamu. Tuh kena kan, kasian ayah namanya tercemar gara gara kalian" seru bunda sambil menjewer kuping mereka berdua. Dan menarik mereka ke belakan.


"Maaf tuan Irya, mereka berdua memang seperti itu kalo lagi bareng, tapi kalo mau pisah ya sampai nangis bombay. Katanya nanti kalo rindu berat " kata ayah sambil meminta maaf dan menundukkan badannya.


"Oh ya silahkan masuk" katanya lagi sambil mempersilahkan masuk.


"Ow terimakasih tuan Alqi" kata sang tamu. Sambil duduk di sofa.


______________________________________________


Di sisi lain


" Kakak sama adek ini malu maluin deh,sekarang adek sama kakak bantu bunda buat minum. Trus kalian minta maaf sama tamunya" perintah Bunda.


"Apa?????? " seru mereka berdua berbarengan.


"Udah ayo bantu bunda!! " perintah ibu sambil menjewer kuping mereka berdua dan menariknya ke dapur.


Mereka akhirnya membantu Bunda Vina membuat minuman. Alif menumpahkan minumannya dan menumpahi baju Bunda Vina dan Alfi.


"Kakak" kata bunda dan Alfi serempak.


"Hehehehe, maaf bun, dek. Kakak nggak sengaja. Cuma tadi gelasnya grogi deket kakak hehehe " kata Alif tanpa salah.


"He he he he!!! Terus aja ketawa, cepet ganti ini minumannya! " seru bunda. Yang diikuti cengiran adiknya.


"Lah bun kakak mana bisa buat kaya beginian beli aja yan pake go food" kata Alif sambil membersihkan sisa tumpahannya.


" mana ada kakak. Yaudah kakak kesana dulu trus minta maaf" seru bunda


"Ha!!! Nggak duduk dulu bun? " tanya Alif mengulur waktu.


"Langsung bilang gitu? Nggak duduk terus salaman abis itu.... " kata Alif menggantung.


"Shuuttt, udah sana" seru bunda semakin kesal. Sambil membuat lagi minuman.


"Iya bun tapi Al lanjutin kata kata Al dulu dong " seru Alif.


"Udah, syuh syuh pergi. Ini ayam bewel banget ayam siapa sih" kata Alfi mengejek sambil memegang sapu dan mengayunkannya kepada Alif.


"Ayam..... dasar bebek nyicir mulu bisanya" kata Alif kesal.


"mending gue bebek dari pada ayam, bebek kan putih bersih suci, lhah kalo ayam kan kotor, nggak pernah mandi, hitam, pokoknya bau. Hahaha"


"Kan ada ayam yang putih awokawok"


"Kan dia trus nyemplung god buat cari makan, item deh.Hahaha"


"Kan trus nyemplung kolam air tetangga"


"Kan trus di usir awokawok"


"Kan.... " ucap Alif menggantung


"Udah bantu bunda dulu, kalian tetap di belakang bunda. Trus turuti apa kata bunda, jangan kabur" seru bunda dengan tegas.


"Bilang aja jadi pengawal njer" bisik Alif pada Alfi, yang masih terdengar bundanya.


"Iya udah. Kalian jadi pengawal bunda sampai ruang tamu" seru bunda sambil membawa minuman.


"Dia denger guys, pake ilmu apa tuh?" bisik Al lagi.


Jangan lupa like ya readers, biar authornya di bolehin nerusin novel ini.