
"Ahahhahaha, dasar bocah ****** banget deh" Ejek Hilya.
"sttttt, kedengeran ****" bisik Alfi seraya menutup mulut Hilya.
"iya iya ****" Balas Hilya
"Ehh, tunggu aku kan nggak tahu jalannya kemana. **** jadi aku di kerjain dan aku ngikut gitu. Astaga bodoh banget deh gua" gunam Nisa
"Awas dia dateng. Mode imut aktifkan" bisik Hilya.
"Haiss" kata Alfi sambil menepuk keningnya.
"Yuk masuk"
"WOW, ehemmm lumayan" Kata Nisa beralih nada.
"Yuk mulai, ini buku nadanya. Kalian kan udah bisa mainin alat masing masing kan? Langsung aja ya" kata Alfi sambil menaruh buku nada di hadapan mereka.
"Nana nanaa nanaaaa naaa nanana"
Alunan dari alat musik terdengar kurang beraturan dari dalam studio.
"Ahahahhaha kita lagi ngapain ya?" tawa Nisa
"Jelas jelas lagi latihan gitu masih nanya" jawab Alfi..
"Ahahahha skat mat deh. Good job Al"
"Haha"
"Uh kalian nggak asik di ajak bercada deh. Harusnya kalian itu respon balik gitu bukan malah ngetawain" selak Nisa cemberut.
"Iya aku salah maaf ya Nisa." pita Alfi sambil tersenyum manis di hadapan Nisa.
"Hemm okey."
"Hey kamu" teriak Nisa sambil menunjuk Hilya.
"Apa?" kata Hilya sambil menoleh.
"Kamu juga punya salah ama aku kan. Minta maaf gih, sebelum aku berubah pikiran." kata Nisa melipat tanganya di depan perut.
"Ha? Mi.. minta maaf? Bangun woi!! Jangan lama lama ngigo. Bangun bangun nanti lo nyesel, nagis, teriak, sedih, kecewa" teriak Hilya membalas.
"Heii buka mata buka, dunia udah terang bro. Jangan tutup mata terus. Sadar gw ini sedang apa"
"Elo yang sadar, masa lo suruh gw minta maaf"
"Kan elo yang salah ****"
"Elo ****"
"Elo"
"Elo ya elo"
"El..... mmmmmm" teriak mereka terpotong.
Alfi memasukkan ice cream pada mulut mereka berdua. Membuat mulut mereka jelepotan karena ice cream.
Alfi yang ada di tengah tempat duduk mereka mendapat tatapan mematikan dari mereka berdua.
"Apa?" tanya Alfi sambil sesekali memakan ice cream nya dan menoleh ke kanan dan kiri ke aras sahabatnya.
"oh"
Alfi meletakkan ice cream nga di meja. Lalu memberikan tissu pada temanya.
"Nih lap"
"Gitu aja susah" kata Alfi sambil melanjutkan makan ice cream.
"Eh BTW rasanya damai banget ya, nggak ada orang. Cuma kita bertiga" kata Nisa.
"Ya, kalo lagi kaya gini sepi. Ntar sore dah rame" sahut Alfi.
"oh"
"Eh al, emang nggak ada pelanggan gitu?" tanya Hilya.
"Ada sih, tapi pada janjian sore jam tiga an. Kalo gitu rame banget"
"Lhoh, kalo gitu kenapa nggak buka jam segitu aja?" tanya Nisa.
"Emang biasanya gitu. Kan ini aku yang minta buka. Mangkanya kakak buka. Toh, katanya ada yang mau dateng"
"Siapa?"
"Langganan katanya, tapi udah lama nggak dateng. Sekarang baru dateng"
"Emmm, tua apa muda?" tanya Nisa.
"Mana aku tahu"
"Oh, jadi yang kamu di kasih nomor itu pelanggan ya?" tanya Hilya
"Ya, katanya ninti kili tilpin kikik tiris kikik sibik haaahh"
"Ahahahhaha" tawa mereka
"Ampun dah tuh kakak lu al"
Tap...
Tap..
Tap...
"Ahahahah, mana ada dasar halu"
"Gw serius"
"Ahahahhaha"
"Kalian denger kan, kaya ada yang ketawa gitu" kata Hilya.
"Hih, jan nakit nakutin deh. Nggak zaman" balas Nisa.
"Iya, jangan jangan pelanggan kakak"
"Mana ada orang ketawa woyy"
"eh, tunggu , ini beneran *****"