
"Kita kemana nih?" tanya Nisa
"Iya juga ya, kita kemana Za?" tanya Hilya pada Erza
"Makan dulu, laper nih" jawab Kenzo yang ada di sebelah Erza yang sedang mengemudi.
"Makan mulu" sindir Hilya
"Aku juga laper nih" sahut Kenzo
"Aku sehati ama pacarku" ucap Nisa, membuat Hilya meliriknya tajam.
"Al?" tanya Erza
"Ikut aja" jawab Alfi
"Yahhh. Kalah dong aku" kata Hilya kecewa
"Tapi bungkus aja. Makannya di mobil sambil perjalanan" sambung Alfi
"Nah itu baru bener"sahut Hilya sangat setuju. Yang lain mengangguk saja. Kecuali Erza.
"Aku gimana? Masa sambil nyetir?" tanya Erza
"Siruh suapin Hilya aja" jawab Kenzo. Menaik turunkan alisnya sambil melirik muka suram Hilya.
"Suapin ya Hil" pinta Erza
"Pfffft, barani banget Za" kata Nisa
"Muka tembok" ejek Kenzo
"Kog aku?" tanya Hilya
"Abis siapa lagi?" tanya balik Erza
"Nisa?"
"Jangan bilang Nisa. Gua telan lu mentah mentah kalo minta suapin Nisa" ancam Kenzo dengan tatapan mencengkamnya.
"Ouhhhh, dia cemburu" kata Nisa dengan wajah yang sudah memblusing. Kedua telapak tangannya menyangga pipi merahnya.
"Ouhhh, aku dimanfaatkan" kata Erza yang merasa menjadi alat bagi kemersaan Kenzo dan Nisa.
"Plis hil" pinta Erza lagi
"Turutin gih hil. Tinggal kamu aja yang jomblo. Alfi udah punya Raffa kan" kata Nisa
"Eh, sejak kapan? " tanya Alfi
"Yahhh, masa nggak kelihatan kalo Raffa suka sama kamu sih?" tanya Nisa
Alfi terdiam, otaknya refleks mengingat kejadian kemarin malam. Ia jadi merasa bersalah sekarang.
Mobil mereka berheti di sebuah restoran food fast.
"Tapi pake uangku" kata Nisa. Alfi terhenti dari kegiatannya. Menatap Nisa dengan penuh tanda tanya.
"Nggak usah" tolak Alfi
"Yaudah aku ikut" putus Nisa lalu mendekat ke Alfi.
"Kau beli makanannya aku minumannya" kata Nisa.
"Nah itu, masa beli makanan aja. Nggak minum? Kalo aku tersedak terus mati gimana?" tanya Erza
"Aminnnnnn" Kenzo mengamini kata kata Erza
"Semoga cepat terkabul ya za" timpal Nisa
"Ck, tangisin kek? Ato doain jangan kek? Malah di aminin" kata Erza tak terima.
" Dasar temen luchnut" umpatnya.
"Al beli 4 aja ya" kata Hilya mendekat pada Nisa dan Alfi.
"Lima **** anjirrrrrr" bentak Erza karena merasa tak di anggap
"Iya iya 4 deh" sahut Kenzo
"Tinggal nih?" ancam Erza pada ketiga cewek tersebut.
Kenzo langsung turun dari mobil Erza. Membanting pintu dengan keras.
"Silahkan, kalo mau pergi ya pergi aja" kata Kenzo.
Erza gelagapan, tak tahu harus berkata apa. Harusnya mereka be empat yang beradam dalam situasinya. Kenapa terbalik? Gerutu Erza
"Dahlah yuk, masuk" ajak Kenzo untuk memasuki restoran cepat saji itu.
"Iya iya aku tunggu, tapi beliin lah" tawar Erza
"Iya Iya, gitu aja mau nangis" ejek Hilya
"Taik" umpat Erza. Mengalihkan pandangannya dari ke empat teman yang menurutnya luchnut itu.
"Nggk jadi deh" kata Hilya lagi
"Iya iya cantik" kata Erza akhirnya mengalah
"Ehemmmm, kasian Alfi guys" potong Nisa. Semua menoleh menatap Alfi yang murung tertunduk itu. Sepertinya dia tidak mendengarkan tadi.
"Al" panggi Hilya,
"Hah?" Alfi terkejut.
"Yuk" ajak Hilya dengan menggandeng tangan Alfi.
"Ck" Erza berdecak kesal. Serasa ia tak berguna hingga ditinggalkan begitu saja.