
"Udah udah, ayo madi dulu kalian. Trus kalian makan, udah bunda siapin di bawah" perintah bunda.
"Alah bun, mandinya nanti aja. Makan dulu nanti mandi" pinta Alif.
"Ya kamu makan dulu tapi masak sendiri" sahut Alfi.
"Ih jorok jakak, buruan gih mandi keburu magrib lho" perintah bunda lagi .
"Iya kak, sono deh buruan" sahut ayah juga.
"Iya iya, kamu juga dek " kata Al menunjuk Alfi.
Setelah mereka berdua mandi, gosok, cuci muka, keramas, dan lain lain. Mereka turun dan makan malam di ruang makan. Di sana sudah ada ayah dan bunda mereka.
"Bundaaaa, ayahhhh. Kak Al datang" teriak Alif dari atas tangga.
"Hih kog jadi kaya anak kecil sih? Udah 21 tahun lho kak.Hahaha" ejek Alfi.
"Hih sirik" jawan Alif.
"Kakak, kakak itu udah gede. DUA PULUH SATU lho catat. Masa kalah ama adek yang 19 tahun" tegur ayah.
Alif dan Alfi memang beda dua tahun, tapi mereka hanya beda satu tingkatan di kampus. Itu karena Alfi hanya dua tahun sekolah SMA, yaap karena ia pintar nggak kaya anak lainnya.
"Udah lah, jangan gitu ayah. Nanti kakak nangis lagi, kan berabe" ejek Alfi lagi.
"Opss, ayah lupa" sahut ayah membela.
"Serah deh, gw lagi mood makan dan nggak mood debat. Itu kalian sangat beruntung, karena kalo kakak lagi mood debat, ancur kalian. Hahaha" kata Alif dengan bangga.
"Bilang aja takut kalah, atau ngalah deh. Nggak usah banyak alasan yang nggak masuk akal. Ya nggak yah" sahut Alfi memojokkan Alif.
"Betul itu dek" kata ayah membela.
"Keburu menjamur juga yan bun" sahut Alfi.
"Iya keburu kering" sahut juga sang ayah
"Hah!!!! Gw nih. Yaudahlah makan kuy keburu gw abisin" sahut Alif yang merasa terpojok.
"Krik krik krik krik" oceh sang jangkrik.
Beginilah suasana keluarga ayah Alqi setiap harinya. Alif akan selalu terpojok walaupun hanya sekedar lelucon keluarga tapi dia selalu yang terpojok. Itu karena dia yang paling tua lah.
"Hahaha, sang jangkrik timingnya bafus banget ya. Udah jangan pikirin kak makan aja" ajak Alfi.
"Hem" jawab Alif singkat. Gara gara moodnya ilang kerena ada jangkrik.
"Eh, dek bunda mau tanya. Tadi kan kamu pertama masuk kampus kan, nah ada apa aja cerita dong. Siapa tau ada cowok goadin kamu. Cus deh pacarin, masa adek mau jomblo dari dulu hingga sekarang" goda sang bunda.
"Uya dek, masa mau jomblo terus nggak kesepian apa. Nih, contoh kakak udah punya banyak. Masa adeknya nggak" sahut Alif.
"Banyak apa? Mantan pacarkan. Toh kan sekarang kak Al juga jomblo. Banya mantan dan musuh lagi. Hahaha" ejek Alfi pada sang kakak.
"Ih sirik, nanti kakak kenalin deh ama sekelas kakak. Mau yang kaya gimana kamu? Atau sekalian pilih sendiri aja ke kelas kakak. Nantu pada mau deh, kan ada kakak" ajaknya lagi.
"Ogah kak" kata Alfi cemberut.
"Ih kakak udah lah. Si adek kalo nggak mau ya udah. Nanti mewek baru tau " bela sang ibu sekaligus mengejek.
"Hahahaha, iya juga bun" jawab Alif senang karena ada yang membela.
"Dek, cerita dong gimana aja di kampus!!!" pinta sang bunda.
"Iya dek cerita sama ayah bunda" pinta sang ayah juga.