
"Kak pelayan tolong kakak pergi ke kasir atau ke dapur buat bantu bantu yaaaa!! " kata Alfi mengusir pelayan tersebut dengab halus.
"Oh, hisk hisk hisk. Kenapa nggak ngomong dari tadi aku kira aku di suruh pergi dari cafe ini. Kakak ini gimana sih? "
"Woy, lo nggak usah bikin gw pukul lo ya. Jangan bikin emosi bisa nggak?" kata Nisa terbawa amarah.
-
-
-
"Ada ribut ribut apa disana?" tanya seorang pemilik cafe tersebut kepada pegawainya.
"Sepertinya pelayan itu membuat marah pengunjung tuan"
"Siapa pelayan itu?"
"Dia Ratu"
"Pantes, Ratu kog"
"Bukannya Ratu tidak di terima bekerja disini ya tuan? Kenapa dia masih saja bekerja, malah membuat keributan lagi"
"Aku kasian dengan keluarga nya"
"Bukannya orang tua Ratu seorang konglomerat?"
"Ya, tapi dia di tes oleh keluarganya, bahwa dia harus punya penghasilan tanpa bantuan orang tuanya"
"Jadi seperti itu"
"Ya suda saya kesana dulu kamu lanjutkan pekerjaanmu! "
"Baik tuan"
-
-
-
"Ratu tolong bantu beres beres di dapur saja ya" kata pemilik cafe tersebut kepada Ratu.
"Hisk hisk baik tuan"
"Maaf ya kakak kakak. Dia memang aneh tetapi saya tetap menerina nya bekerja disini karena saya kasian dengan dirinya" kata pemilik cafe tersebut meminta maaf pada Alfi dan Nisa yang telah dibuat kesal dengan kelakuan salah satu pelayannya.
"Oh tidak apa apa tuan. Saya mengerti kog, memang keluarga dan lingkungan nemengaruhi seseorang" balas Alfi pada pemilik cafe tersebut dengan senyuman hangatnya.
"Tidak apa dimananya Al? Tadi aku mencoba buat halus udah nggak pake lo gw dan kata ***** serta temannya. Eh malah dia hancurin niat baikku untuk berubah"
"Yaudahlah nggak papa deh"
"Hahahaha, ternyata kamu ingin berubah juga ya. Aku nggak nyangka lho kalau kamu mau merubah sikap dan kata kata mu"
"Kalo sikap sih lagi loading, he he he he"
" Kalian memang saudara yang sejati ya. Saya sangat senang melihatnya"
"Oh nggak kog, kita cuma sahabat biasa nggak lebih"
"Iya, kami bukan saudara "
"Oh maaf, saya kira kalian ini saudara soalnya wajah kalian mirip. Cuma beda watak aja"
"(Dasar, mana bisa aku di banding bandingin ama Alfi?)"
"Hahahaha tuan ini tahu aja. Padahal kita belum kenal sama sekali"
"Iya, sok tahu"
"Iya sok tahu kaya kamu Nis, hahaha"
"Hahaha kamu juga Al"
"Oh iya sepertinya kalian sahabat lama ya? soalnya kelihatannya akrab banget"
"Ya nggak begitu lama sih kami sahabat mulai SMA. Jadi baru tiga tahunan gitu"
"Oh begitu, saya kira kalian ini sahabat dari lahir"
"Mana bisa baru lahir langsung punya sahabatnya kuchluk kali. Hahaha"
"Oy, Nis bahasamu hancur lagi lho"
"Ha!! oh tidak. Gagal lagi deh, oh iya btw maafkan saya yang soal tadi ya pak"
"Iya nggak papa kamu kan masih belajar jadi wajar kalo ada kesalahan"
"Iya, tapi kenapa kamu masih pake btw? Kamu kira temen mu apa?"
"Hahaha, oh iya. Aku lupa lagi"
"Yaudah saya permisi dulu ya" kata pemilik cafe tersebut meninggalkan mereka.
_____________________________________________
Happy reading ya readers. Sebelumnya author minta maaf karena jarang up novel ini. Yaah tapi itu semua ada alasanya ya, author akhir akhir ini serin sibuk. Banyak tugas sekolah yang numpuk. Jadi curhat kan hehehe.