
Tap.. tap.. tap..
Alfi pun langsung berlari meninggalkan mereka. Sedang Raffa kini memperhatikan bayangan Alfi yang semakin menjauh.
"Ehem" kata Briyan berdehem sambil ikut memperhatikan Alfi.
"Kau suka dia kan?" tanyanya
"Tidak" jawabnya sambil berjalan menuju kelas.
"Hahhh, lalu apa ini? Kau berangkat bareng dia, dia perhatian kamu sampai kasih itu, kau diam diam merhatiin dia dari belakang. Apa itu kalo bukan..... " Kata Briyan sambil mengangkat alisnya di akhir kalimat.
"Entahlah aku hanya melakukan apa yang aku inginkan" jawabnya singkat.
"Hah? Ha..hanya, hanya melakukan apa yang kau inginkan?" kata Briyan terkejut.
"Lalu kenapa kalian bisa barengan kalo bukan janjian?" tanyanya lagi.
"Aku bertemu dia di jalan" jawabnya singkat.
"Haisss, ayolah jujur saja kau menyukainya. Ha? ha? ha? "
"Tidak"
"Hey, itu tanda tanda kau suda dia. Masih ngelak aja"
"Emmm lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini?"
"Berisik!!"
"Apa? Siapa? Aku? Kog bisa? "
"Arrkkk, jangan tanya terus bisa nggak?" kata Raffa sebal lalu mengacak acak rambutnya.
"Ow"
"Aaa, sudahlah" akhir Raffa lalu pergi meninggalkan Briyan.
***
Dak.....
Hosss... hosss.... hoss....
"Alfi" kata Nisa dan Hilya yang langsung bangkit dari tempat duduk. Lalu menuntun Alfi ke kursi.
"Hoss hoss hoss, uunn...hoss hoss
..tung maasih hoss ke... hoss hoss...buru" ujar Alfi yang masih terengah engah karena berlari.
"Nih minum dulu" kata Hilya menyodorkan botol air.
glek glek glek
Dak....
Raffa tiba tiba membuka pintu membuat Alfi terkejut dan tersedak. Ia lalu menoleh ke arah Alfi yang sedang memukul mukul tulang dadanya.
"Hey, tanggung jawab lo udah bikin Alfi tersedak!" Bentak Nisa dengan spontan berdiri.
"Eh? Aku? Salah dia lah yang minum dekat pintu" jawabnya Ringan lalu pergi menemui temanya.
prok..
"Yooo Raffa kemana aja? Ku kira nggak datang" sambut Erza dengan tepukan khas mereka.
prok..
"Awas aja kalo nggak dateng" sambut Kenzo yang juga dengan tepukan khas mereka ala gangster. (anggap kaya salaman adu panco, tahu kan ^_^)
"Oke oke aku telat. Nanti aku traktir kalian deh" kata Raffa yang tengah fokus mempersiapkan alatnya.
"Tapi entah kapan. Hahaha" sambungnya
"Haisss" ujara Kenzo dan Erza bersamaan.
nginggg....
"Di mohon untuk para peserta musical colleg untuk menuju stadion!!"
Suara seorang mc yang berhasil membuat seluruh peserta berhamburan menujunya.
"Haaaah, pas banget deh. Pending lima menit nggak bisa apa?" eluh Alfi yang masih lemas karena berlari.
"Apa kita nggak usah iku aja ya Al?" usul Nisa.
"Ha? Nggak ikut aja, eh nis kita udah latihan mati matian. Dan ini juga penilaian wajib Nis bisa bisanya bilang nggak usah ikut. Hadehhh" kata Hilya melonjak mendengar usul Nisa.
"Iya iya, kasihan Alfi aku tuh." belanya.
krekk.. krekk...
"Emmmmh oke aku siap." ujar Alfi setelah meregangkan jari tanganya.
"Yakin?" tanya Hilya memastikan.
"Haaaah huuufff haaah huff, yakin seratus persen" kata Alfi sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan.
"Hey kalian nggak ikut?" tanya Erza yang saat iti hendak keluar lalu berhenti di depan mereka.
"Ikut, ayo" kata Hilya sambil menggandeng lengan Alfi dan Nisa lalu menariknya menuju pintu.
"Hey alat musiknya *****!!" bentak Nisa yang sontak membuat Hilya teringat akan sesuatu.
"Bhahahkkss hahaha" tawa mereka pecah seketika melihat ulah Hilya