The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 49



sreetttttt.....


Nisa menarik Alfi dan Hilya ke bawah meja.


duk..


"aduh" kata Hilya setelah kepalanya terbentur meja diatasnya.


"Apa an sih ngapai... umm....." belum selesai Alfi berbicara, Nisa membungkam mulut Alfi.


Ceklek


Suara seseorang telah membuka pintu.


"Ada orang tuh, diem napa" bisik Nisa.


"Bukan pintu ini Nisa, pintu yang se... "


Ceklek....


"Kesini njer, aduhhhh"


"Tunggu ice cream kita?" bisik Alfi.


"Dia atas meejaaaaaaaa!!! Oh tidak" jawab Hilya.


"Aduh, gimana nih"


"Stttt" kata Alfi sambil membungkam mulut kedua sahabatnya.


"Lo udah berapa lama sih kesini Raf?" tanya salah satu dari mereka.


"Lama sih dari gw kecil. Dan abis itu gw nggak kesini gara gara keluar negri" jawabnya.


"Kalian berdua bisa beli minum nggak. Gw disini dulu nyiapin alatnya"


"Oke"


"Yuk"


Ceklek


Kata mereka lalu keluar.


"kalian bisa keluar" katanya.


"kayaknya ada yang keluar ya?" tanya Hilya.


"Iya dua, tinggal satu"


"Aaaaaa, gw mau pulang huuuuu huuuu" teriak Nisa.


"heyyyy, sttttt" kata Alfi dan Hilya sambil membungkam mulut Nisa.


"Nanti mereke tahu kalo kita ada disi.... " kata Hilya terpotong setelah melihat seseorang yang muncul dari depan.


"ni.. " lanjutnya


"Kalian bisa keluar" kata orang tersebut.


"eh" kata mereka serempak.


"kalo nggak pengen keluar yaudah" katanya lalu meninggalkan mereka.


Lalu mereka bertiga pun keluar.


"Raffa, OMG. Al nggak mimpi kan. Al aduhhh" kata Nisa sambil menepuk nepuk kedua pipinya.


Raffa yang merasa namanya tesebut hanya mengabaikan. Lalu mengambil gitar dan duduk di kursi.


Canggung...


Kaget.....


Nggak peracya.....


Bingung.....


Rasa itu tercampur dalam hati mereka kecuali Nisa.


"Em, kak kajur Raffa kenapa bisa kesini?" tanya Hilya mencairkan suasana.


"Kak aja, jangan terlalu panjang. Aku kesini? mau latihan" jawabnya singkat tanpa berpaling dari gitar yang di pegangnya.


"Kalian tahu pemilik studio ini?" tanya Raffa sambil berdiri lalu mengotak atik HP nya.


"Dia keluar" jawab Alfi cuek, dengan tangannya yang sedang membetulkan Kecapi.


Drttt........ (anggap aja nada dering Hp, hehe)


Bunyi dering HP Alfi yang ada di meja.


"Hallo" kata orang di sebrang sana.


Alfi menurunkan HP dari telinga. Ia lalu beralih menatap Raffa.


Mata mereka bertemu seketika suasana berdebar menghampiri mereka berdua.


"(Haihhhhh, apaan tadi)" batin Alfi


"(Hadehh, ngapain kek tadi)" batin Raffa.


Dengan cepat mereka langsung beralih menatap HP masing masing untuk membuang rasa canggung.


"Ini No HP mu?" tanya Raffa.


"Ya"


"oh, jadi... "


"Pemilik toko ini kakak sepupuku. Dia keluar ada acara, jadi dia kasih no ini untuk jaga jaga" terang Alfi.


"Eh, Nis kog kayaknya ada yang jatuh cinta pandangan pertama ya" bisik Hilya.


"Iya, kak Raffa ganteng banget uuuu" jawab Nisa.


"Haaah" endus Hilya seraya menepuk jidatnya.


"Eh, yuk keluar sebelum mereka da.... " kata Alfi terpotong.


Ceklek.....


"...tang"


"Raff ini aku beli ice cream. Katanya kamu suka coklat kan" kata Erza


"Eh kog ada ice cream coklat di meja? Punya siapa? Kapan kamu.... " ucap Kenzo.


duk....


Erza menyenggo lengan Kenzo mengisyaratkan pada tiga gadis di sebelah kanannya.


"Kalian? Bukanya kalian sekelas ama kita ya? Kog kalian kesini? Ngapain kalian ke ruang ini?" tanga Kenzo.


"Mereka kesini mau latihan"


"Kita kesini mau latihan" kata Raffa dan Alfi bersamaan.


"Ememm.... " dehem semua orang yang ada di sana kecuali mereka bedua.