The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 58



"Udahlah yuk ke kelas" potong Alfi lalu menggandeng ke duanya menuju kelas.


"ck, potong trusss" kata Nisa cemberut.


"Hahaha emang pantas di potong kog" tawa Hilya.


Mereka akhirnya sampai di kelas. Dan pelajaran pun di mulai.


o


"pagi semua" sapa Nisa hangat di sertai lambaian tangan


"pagi" sapa beberapa dari mereka.


"Cie yang menang nich" goda Putri


"Mana traktiranya?" sambungnya


"traktiran" batin Hilya sambil berfikir sesuatu.


"Ya harusnya kau lah put. Kan aku yang menang" elaknya. Sambil terus berjalan ke bangkunya dan yang lain juga.


"Aku katamu?" sahut Alfi.


"Ki kita maksudku hehe" sambungnya sambil tersenyum canggung.


plak..


Hilya memukul pundak Nisa.


"Aww sakit ****" katanya sambil mengelus elus pundaknya


"Traktiran!! Katanya mau traktir mie pedas?" kata Hilya.


"Eh? kog aku nggak?" kata Alfi ikut memukul Nisa.


"Awww, sakit tauk!!"


"Maaf aku ketiduran semalem jadi lupa hehe"


"Tapi kenapa kamu nagihnya sekarang bukanya tadi malem? Jangan jangan" katanya mengintimidasi


"Iya iya aku juga lupa" sahut Hilya.


"Oke beres deh. Aku jadi nggak salah kan"


"Lhah aku?" tanya Alfi sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Huuuh, oke oke nanti pulang nanti kita makan" kata Nisa pasrah.


"Emm tapi ajak yang lain boleh?" tanyanya


"Ha? Siapa?" sahut Hilya


"Erza" jawabnya


" Lhah emang kenapa ajak dia segala?" tanya Alfi


"Emm kamu tahu kan. Waktu aku ke perpus nah yang nolongin aku itu ternyata kakak sepupunya. Aku tahu itu waktu keluar terus ketemu dia ama Erza." terangnya


"Bukannya traktir dia aja? Kenapa Erza?" tanyanya lagi.


"Aku udah bolang gitu ke dia. Tapi katanya dia udah mau balik dari sini. Dia suruh Erza gantiin" terangnya lagi.


"Oww" ujar Alfi mulai mengerti.


"Bolehkan Hil?" tanya Nisa yang ke dua kalinya.


"Aah sudahlah ajak aja" kata Hilya agak murung.


"Tapi kamu ikut kan?" tanya Alfi mendekatkan mukannya ke muka Hilya.


"iya" jawabnya lesu


"Emm ajak Raffa juga boleh nggak?" selak Alfi.


"Ehemmm" mereka berdua kompak berdehem.


"Hey, aku juga punya hutang traktiran ama dia." bentak Alfi mengelak.


"Ha? Hutang traktiran? Kau ngutang ama Raffa? Kenapa nggak sama aku aja?" tanya Nisa terkejut.


plakk


Sontak Nisa mendapat pukulan di pundaknya ke sekian kali.


"Aww sakit. Remuk nih lama lama" ujarnya marah sambil mengusap usap pudak yang panas itu.


"Ini juga karena kamu tauk?" Kata Alfi


"Eh kog aku nyangkut sih? " sahut Nisa.


"Nisa sama Raffa? kog bisa? " tanya Hilya penasaran.


"Huuufff" Alfi menghela nafas


"Gara gara dia nggak ngabarin aku kalo di anter. Dan aku nungguin sampai siang. Keluarga ku udah minggat semua tinggal aku. Nggak ada kendaraan lagi. Plus angkutan kan jarang." Terangnya


"Terus?" tanya dua orang itu bersamaan.


"Aku akhirnhnya jalan lari aja dari pad telat. Nah pas di jalan aku kesandung batu jatuh deh kakiku ke kilir. Trus aku coba lari lagi walaupun agak sakit eh tiba tiba ranselku putus ngeselin tauk"


"Ahahahhahaha, apes banget kau Al ahahahha" potong Nisa.


"Bhahahahaks udak jatuh kekilir ransel putus lagi" sambung Hilya


"Udah itu ada Raffa trus aku di ajak bareng deh"