The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 30



"Kenapa nak? Kamu nggak mau ya? Tapi bunda sangat berharap kamu bisa ikut bunda" kata bunda Nisa sambil menunduk dan meneruskan menyantap steak nya.


Diam, Nisa tak bisa berkata apapun. Ia baru saja menemukan cinta nya. Dan ia ingin mengejar nya. Tetapi malah ia harus ke luar negeri.


Ia tak rela membiarkan ibunya pergi tanpan nya. Tetapi ia juga tak bisa membiarkan perjuangan mendapatkan cinta nya berakhir. Padahal ia belum memulai perjuangan itu.


Ditambah pertengkaran aneh dengan Alfi yang baru saja ia tinggalkan. Ia merasa tiga hal itu sangat penting. Ia berfikir antara ibu nya yang telah merawatnya meskipun tak sepenuhnya, atau sahabatnya yang menemaninya menguatkannya memberi semangat pada dirinya yang ia anggap sebagai adik kandungnya, atau kah cinta yang baru ia temukan di perpustakaan yang belum ia perjuangkan? Apakah ia harus menyerah mengejar cintanya? Apakah ia harus meninggalkan sabahatnya? Apakah ia harus melawan ibunya?


Pertanyaan itu terus menghiasi pikirannya. Menemani suap demi suapan steak dihadapan nya. Membuatnya tak terfokus pada steak yang di santapnya.


"Nak kalau sudah selesai bunda mau pergi dulu, bunda kasih waktu buat kamu berfikir. Tiga hari lagi bunda akan mengajak mu bertemu lagi. Dan bunda akan meminta jawaban mu" kata sang bunda sambil meninggalkan Nisa sendiri di sana.


"Hufffff, sebenarnya ada apa sih? Mana aku lagi nggak baikan ama Alfi lagi trus. mau curhat ama siapa nih? Aku nggak bisa tanpamu Al, tapi apa daya gara gara kejadia tadi" kata Nisa sambil meninggalkan tempat yang menjadi saksi bahwa ia sedang menghadapain masalah.


"Humm, pulang dulu aja deh. Kangen ama guling, hihihi." gunam Nisa lalu melanjutkan hasratnya untuk pulang.


-


-


-


Alfi sudah ada di rumah. Ia sedang kebingungan dikamar nya. Mondar mandir merupakan hal yang tak bisa ia hilangkan saat ia berfikir keras. Apa lago tentang sahabat nya.


sesekali ia membuka ponsel nya. Mengotak atik mencari kontak Nisa.


"Nis, kamu kenapa? Apa ada masalah? Kamu nggak bakal kaya gini, semarah marah marahnya kamu sama aku, kamu nggak bakal ngchangin chat ku. Pa segitu marahnya? " kata Alfi samar samar sambil mondar mandir.


"Dikk, bunda bawain cemilan nih. Turunlah, jangan pikirin lebih keras. Nanti adik sakit gimana? Nisa pasti ada kejadian sesuatu dan dia jadi nggak bisa baca chat mu." seru bunda dari depan pintu kamar nya.


"Hummm, nanti aja deh. Ini adik mggak lagi mikirin kog bun, inj lagi main game buat ngilangin bosen. Bunda nggak usah khawatir" jawab Alfi dari dalam kamar.


"Oww baiklah. Tapi nanti makan malam turun ya. Jangn bikin kita makan malam tanpa adik yang imut ini" kata bunda Alfi mulai menggoda nya agar tertawa.


"Okey lah mana mungkin kalian bisa makan malam tanpa sang bidadari ini, hahahahhaha" jawabnya agar sang bunda tak khawatir pada nya.


-


-


-


"Huufff, sampai juga nih di rumah merki nggak rumah ku, hehe" kata Nisa lalu ia masuk ke kamar nya.


"Alfi???"


"*Nis, maafin aku ya. Soal tadi di cafe, aku nggak maksud buat gelud beneran ama kamu. Itu cuma buat lo semangat kaya dulu. Aku nggak tahu bakal kaya gini "


"Iya, aku juga nggak tahu kog. Kejadiannya dadak banget. Aku juga minta maaf okey*"