The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 23



"Yaudah gw ikut" jawab Alfi pasrah.


"Yeee, yuk. Otw sekarang" ucap Nisa sambil menyeret Alfi dengan tangannya.


" Gw belum selesai beres beres pipit" kata Alfi sambil melepas tangan Nisa dari peegelangan tangan nya.


"Hahaha, oky lah. Cepet gih beresin keburu pagi." kata Nisa sambil tertawa kecil.


"Lhah dari tadi juga gw udah beresin. Tapi gara gara lu ngoceh, alhasil di pending dulu deh" jawab Alfi menyindir.


" Yaudah gw nggak ngomong lagi"


"Nah itu ngomong"


"Kan tadi baru janji"


"Nah itu ngomong lagi kan"


"Itu gw jawab lo bacron"


" Tuh kan ngomong lagi bambank"


"Serah lo deh. Cepetan udah belum?" tanya Nisa.


"Udah, lo nggak beres beres? " tanya Alfi balik.


"Oh iya. Gw kan sekolah ya. Kenapa lo nggak ngomong dari tadi? Kalo gini kan malah memperlambat, Huhhh" endus Nisa kesal.


"Abis tiap gw mau ngomong situ nggak bisa di selak. Kalo ngomong kan kaya di rel kereta tanpa lampu merah tanpa lampu ijo dan tanpa rem. Cuma tau ngegas doang" sindir Alfi yang diikuti tawa mereka.


"Hahaha, iya juga ya" kata Nisa mengaku.


"Udah cepet beresin gih. Katanya mau ajak gw ke cafe? " seru Alfi.


"Aihss okey lah"


Selesai mereka bedua membereskan peralatan belajar. Mereka menuju parkiran untuk mengambil mobil Nisa.


"Al lo tunggu sini ya, gw ambil mobil trus jemput lo disini trus kita ke cafe trus gw ngomong" perintah Nisa pada Alfi.


"Trus? Gw dengerin lo ngoceh terus gitu? Kapan nyampe nya bebek" tanya Alfi.


"Besok Nis"


"iya iya gw nggak banya omong lagi"


Saat Alfi menunggu Nisa mengambil mobil, ia memilih untuk duduk di kursi taman dekat parkiran tersebut. Tiba tiba ada yang menepuk punda Alfi tanpa permisi. Seketika Alfi merinding ketakutan.


"Ih apaan ini gw takut! Padahal masih pagi woy," ucap Alfi lirih.


"Alfi" kata seseorang yang memegang pundak nya.


"Tuh kan dia manggil nama gw" ucapnya lagi dengan lebih lirih. Ia menaikkan kedua pundaknya dan mengaitkan kedua lengan tangan nya di depan perut.


"Alfi, woy " ucapnya lagi sambil mencoba melihat wajah Alfi. Seketika reflek Alfi pun juga mencoba melihat wajah orang tersebut.


Dan


"Huaaaaa setannnnnnnn" teriak Alfi ketakutan.


"Huuaaa mana? " Yang di balas teriakan Alif histeris.


Karena merasa tidak ada setan, Alif pun menenangkan diri lalu mendekat ke Alfi yang masih ketakutan dan menutup mata mya dengan tangan nya.


"Al ini gw Alif kakak lo. Masa di bilang setan" kata Alif sambil melepas tangan Alfi yang menutupu mata nya.


"Ha!! Kakak?? " tanya Alfi heran.


" Nggak tapi Ayah" jawab Alif sebal dengan Alfi yang masih ling lung.


"Hahaha ternyata kakak" kata Alfi mengalihkan topik.


"Ha ha ha ha, baru sadar? Kakak nanti nggak pulang cepet soalnya kakak mau keluar sama temen, bilang ke bunda ya" pesan sang kakak Alfi.


"Okh, tapi kog kakak bisa tau kalo ini aku? Trus emananya kakak mau ke mana sih? " tanya Alfi penasaran.


"Hey aku kan kakak kamu, udah sama kamu bertahun tahun masa nggak kenal adeknya sendiri. Trus tadi kamu tanya kakak mau kemana? " jelas Alif.


"Iya kakak mau kemana?" tanya Alfi lagi.


"Kepo! Hahaha udah deh kakak cepet cepet nih udah ditunggu, bye"