The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 24



"Hahaha kakak aneh ya hari ini kaya ada yang di sembunyiin dari aku. Okey lah nanti gw cari tau" gunam Alfi.


Tin tinnn tinnn Suara klakson mobil terdengar nyaring. Memidarkan lamunan Alfi tentang kakaknya. Alfi mendekati mobil tersebut, mencoba mencari tahu siapa orang yang ada di dalamnya.


"Siapa sih? Sok kenal" kata Alfi pelan.


Orang tersebut membuka kaca mobil milik nya. Sedang Alfi terus memandangi mobil tersebut. Dengan penasaran siapa orang yang ada di dalam nya.


"Al, cepet" kata orang tersebut.


"Wih, siapa sih ni orang? Mana sok kenal lagi" gunam Alfi pelan namun masih bisa terdengar oleh orang yang ada di dalam.


"Woy kucrit ini aku njer" kata nya lagi.


"Siapa sih? " kata Alfi, ia pun semakin memdekat dengan mobil tersebut.


"Ini aku Nisa anjirrr. Kenapa lo bikin gw marah sih anjirrr" kata Nisa marah besar.


"Oh elo Nis, sory tadi soalnya gw sama kakak gw. Jadi kepikiran dia terus hehehe" kata Alfi sambil tertawa.


"**** yu!! Cepet masuk"


"Hahaha, nggak ngaruh ya lo gituin gw. Udah kebal mah gw" kata Alfi sembari memasuki mobil Nisa.


"Serah"


Mereka pun melaju ke cafe yang Nisa janjika. Selama perjalanan Nisa di runduk marah oleh Alfi. Ia masih sebal dengan kelakuan sahabat nya.


"Nis jangan ngabek lah. Nanti gw cari sahabat baru lho. Nanti gw suruh cariin kakak gw, pasti lebih baik dari lo. Hahahahaha"


"Uhhh"


"Beneran nih gw cari sahabat baru?"


"Kalo gitu turunin gw di sini!!"


"Huhhhh jangan lah Al. Lo itu sahabat terbaik gw. Jangan gitu napa"


"Kalo gitu tuh bibir angkat keatas dikit bisa nggak? Jangan terjun ke bawah mulu"


Nisa mulai terkekeh dengan tingakah sahabat nya. Ia selalu tak bisa ngambek terhadap Alfi. Alfi selalu punya cara untuk merayu agar ia tersenyum.


"Iya iya lo menang deh"


"Emang gw kan selalu menang kali"


citttttt mobil mereka berhenti mendadak.


"Woy, bisa nyetir nggak sih?"


"Bisa lah, kalo nggak. Mana bisa kita sampai sini mungki kita sampai RS kalo aku mggak bisa nyetir"


"Ada apa sih kog rem mendadak?"


"Nggak papa ayo turun dulu"


Nisa terkekeh karena melihat muka Alfi yang serius.


"Woy, jawab ada apa malah ketawa"


"Nggak papa, kita udah sampai mangkanya aku rem"


"Heeehh, bodho "


"Hahahaha. Kamu kalo serius lucu deh"


"Serah kamu lah"


Mereka pun turun dari mobil dan menuju ke dalam cafe. Suasana penasaran menelusuri hati Alfi tanpa permisi. Entah apa yang akan di katakan oleh sahabat nya hingga harus membawanya ke tempat tersebut.


Mereka memilih kursi di dekat jendela membuat suasana yang tenang tanpa gangguan.


"Nis kamu sebenarnya mau ngomong apa sih? Sampai harus kesini segala. Biasanya tinggal ceplos di kelas apa kantin" tanya Alfi pada Nisa


"Huhh" Nisa menghembuskan nafas dengan kasar. Ia mengusap wajahnya dengan kasar dan frustasi. Seperti ada masalah yang sulit untuk dilalui bahkan dihindari.


"Kamu kenapa? Ada masalah cerita aja. Kamu tau kan aku ini sahabat kamu dari SMA. Dan kita udah lama sahabatan, masa kamu masih ngeraguin aku?"


"Jadi gini...."


"Mau pesan apa kak?" kata Nisa terpotong oleh pelayan tersebut.