The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 51



Minggu telah berlau. Hari ini adalah hari dimana diadakanya perlombaan musical club.


"Hos.. hos.. hoss... " nafas Alfi terengah engah karena berlari sambil membawa alat musik di pundaknya. kini ia tengah berhenti sebentar untuk mengatur nafasnya di trotoar.


Matanya melihat arloji hitam di pergelangan tangan kirinya.


"Aku telat nih, gara gara Nisa lupa kasih tahu aku kalo dia dianter. Mana udah pada berangkat semua keluargaku" dumalnya sambil terus berlari.


duk...


tiba tiba kakinya tersandung batu di jalan.


"Aduh, uochh" ujarnya sambil terpincan pincang menahan rasa sakit di kakinya.


"Bentar lagi mulai nih" katanya lagi sambil sesekali membetulkan tas musik nya. Dan melihat arlojinya lagi.


***


Hampir semua siswa telah berkumpul di stadion sepak bola. Siswa biasa menempatkan diri di bangku. Sedang pengurus lomba mempersiapkan peralatan.


Dan untuk yang mengikuti lomba kini berada di studio musik yang bersebelahan dengan stadion sepak bola. Mereka berbicara, bercanda, latihan, dandan usil dan berbagai ulah lain.


"Nis, Alfi mana sih?" tanya Hilya pada Nisa. Karena mereka sudah lama menunggu Alfi.


"Aku udah bilang aku nggak tahu!" jawabnya.


"Ceek, kamu harusnya kasih tau lebih awal. Dia kan nggak ada transportasi buat kesini. Keluarganya mungkin udah berangkat semua. Dan jam segini angkutan umum udah ganti jalur" omel Hilya


"Kog aku sih?" bentak Nisa


"Ya kan yang buat Alfi telat kan gara gara kamu nggak kasih tau dia awal awal" ujarnya dengan suara meninggi


"Kan bukan salahku, salah siapa aku lupa!"


"Hey, yang lupa siapa? "


"Aku! kenapa? "


"Haaaahh" ela nafas Hilya


"Ya udah jelas kamu yang lupa kasih tau Alfi. Mungkin dia sedang lari larian kesini tau? Bawa alat lagi"


"Cek, kan bukan salah ku tauu"


"Jelas jelas salahmu, kamu yang lupa kamu yang nggak ngasih kabar Alfi, kamu yang bikin dia telat , kamu yang bikin dia lari larian sekarang. Masih ngelak ha?"


"Itu semua gara gara aku LUPA dan aku nggak minta buat lupa"


"Ihhhhh"


"apa"


Jrenggg.........


Seseorang telah memainkan gitarnya. Membuat mereka berhenti berdebat dan beralih memandang seseorang yang baru saja melerai mereka.


jrengg.....


kata Nisa terpotong oleh suara gitar.


"Woy!!" bentak Nisa


Jreng....


"Ih, ni anak cari mati ya"


"hey, kalo mau buat masalah face to face napa? Dasar laki pengecut" ejek Hilya.


jreng.... jrengg


"Sekali lagi guwe bunuh lo ha?" teriak Nisa


slap...


"apa? Bunuh siapa? Jangan mimpi bisa bunuh temen gw" katanya dari belakang mereka sambil mendorong pudah mereka kesamping.


"Erza!! Ngapain sih?" tanya Hilya


"Apa? Sensitif banget sih" kata Kenzo lalu berbalik


Mereka beralih menatap Kenzo.


"Kenzo?" kata mereka terkejut


"Aku dengar tadi ada yang mau bunuh aku, hmm? " kata Kenzo sambil menatal intens Nisa.


Gluk..


Nisa menelan ludah mencoba menenangkan diri. Badanya gemetar setelah tau bahwa itu Kenzo yang sangat mahir bela diri.


***


Tap tap tap tap


Alfi terus berlari tanpa memperhatikan jalan dibawahnya. Ia tak melihat ada turunan kecil di depan.


Syutt..


kakinya terpeleset turunan dan kehilangan keseimbanganya.


"Uwaaaa" katanya secara spontan.


citt....


Clap..


Tiba tiba ada sebuah tangan yang meraih pundaknya dan menjaga keseimbanganya.


"Huhh huhhh huhh" ela Alfi setelah senang karena ita tak jadi jatuh.