The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 67



"Ngawur" jawab Alfi dengan muka sinisnya, lalu lanjut makan. Tak ingin lebih lama berdebat dengan Erza.


"Dasar Erza" ujar Kenzo dengan sedikit nada ejekan disana.


"Emm, by the way. Kog kita bisa pas ya? Aku sama pacarku. Erza sama yang dia suka. Dannnn.... " kata Nisa sambil melirik satu persatu orang yang dia sebutkan. Lalu beralih menatap Raffa dan Alfi.


"Kayaknya Raffa sama Alfi cocok deh" sambung Nisa.


"Emamg jodoh kayaknya mereka" kata Kenzo diitingi gelak tawa. Semua menatapnya kecuali Raffa. Erza mengangguk saja nembenarkan.


"Sebenarnya aku sama Kenzo bertukar nama. Cuma Raffa aja yang enggak" terang Erza


"ja-jadi aslinya kamu dapat aku dan Kenzo dapat Hilya?" tanya Nisa meyakinkan


"Ehem" Kenzo mengangguk


"Dan Raffa mendapat Alfi" sambungnya beralih menatap sang empu nama itu. Yang lain juga, kecuali yang disebutkan. Raffa dan Alfi kini saling pandang sebentar lalu kembali makan.


"Lihatlah kalian cocok banget, apakah sebenarnya kalian pacaran?" tanya Hilya


Berhasil membuat Alfi tersedak makanannya. Dengan sigap Raffa beranjak dari tempat duduknya, memberi minum dan mengelus elus punggung Alfi.


Yang lain terbelakak mata melihat adegan itu. Alfi tak menyadarinya, karna ia hanya memikirkan dirinya agar berhenti terbatuk batuk karena tersedak.


"Owww sweet bangeeet" kata Hilya. Ia meletakkan kedua tangannya di atas meja lalu menyangga kepalanya.


Alfi sadar lalu menatap Raffa. Raffa kemudian melepas tangannya dan kembali duduk.


"Ummm makasih" kata Alfi dengan wajah tertunduk malu.


"Raffa sweet banget sih. Yang lihat baper anjirrrr" kata Hilya lagi, sedikit memuji.


Erza berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menuju Hilya. Dan pastilah semua mata disana tertuju padanya.


"Bukan hanya Raffa yang bisa" katanya. Ia lalu menarik tangan Hilya hingga membuat Hilya berdiri. Hilya ngikut saja karena ia sedang bingung sekarang.


Erza memeluk Hilya dengan Erat. Menyandarkan kepalanya pada pundak Hilya. Sebentar lalu melepaskan pelukannya.


"Lihat bukan hanya Raffa yang bisa" katanya dengan ketus. Ia kemudian berbalik dan duduk di tempatnya semula.Hilya pun begiti. Erza bersikap biasa seolah tak melakukan apa apa.


"Erza apa yang kau lakukan? Cari mati ha?" tanya Kenzo


"Kenapa kalian selalu bertanya itu padaku? Aku masih mau menikmati kehidupan" jawab Erza santai.


"Kau tak lihat Hilya gemetaran tadi?" tanya Alfi. Semua tertawa mendengarnya bahkan Hilya juga. Sedang Erza berbeda ia terkejut tahu bahwa Hilya gemetaran.


"Bagaimana biaa kau menembaknya tanpa sadar lalu memeluknya dan kau bersikap biasa saja seperti ini? Kau bahkan tidak mengatakan kau menyukainya! Bagaimana kau bisa melakukan semua ini?" tanya Raffa.


"Bikin baper aja tauk" sahut Hilya. Erza terbelakak mendengarnya. Apa? Hilya baper?


"Ha? " katanya tak percaya.


"Hei, cewek itu beda. Setiap ada laki laki ngelihat dia, dia udah baper minta ampun. Udah mikir jauh. 'Dia lihatin aku kah? Aku nggak hayal kan? Dia suka aku kah?'. Dan bahkan sampai mikir di tembak. Kadang kadang bayangin laki laki itu nembak kita didepan orang banyak. Itu baru dilihatin cuyyy. Belum apa apa. Apa lagi di deketin di peluk di panggil di ajak omong di perhatiin di chat padahal pesan di hapus. Hati cewek langsung meloncat cuyyy. Walaupun kita nggak ada rasa. Tapi lama lama kita suka ama dia. Ya dengan syarat laki lakinya itu sesuai standar." terang Nisa panjang lebar.


"Pokoknya udah loncat loncat. Kalo di sekolah sih bisa solanya malu. Tapi dirumah... " kata Nisa terjeda ia menggeleng geleng kepala setelah kata terakhirnya.


"Dan nyeseknya itu pas tahu kebenarannya tak sesuai halusi kita. Contonya dia chat kita gara gara salah chat. Dia nggak lihat kita beneran. Dia manggil kita karena cuma ada kita. Kita salah sangka kalo dia perhatiin kita. Trus apa lagi ada gosip kalo dia deket ama cewek lain. Serasa putus cinta tauuuu" sambungnya