The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 40



"Ada apa? Kenapa bengong ha?" tanya Alif sambil melihat Alfi ke kanan dan kekiri.


"Kakak pake motor ini lagi?" tanyanya sambil memiringkan kepalanya ke kiri dan bola mata yang mengarah pada sang kakak.


"kenapa?"


"Umm, sudahlah aku naik taksi aja" ucal Alfi lalu pergi meninggalkan kakaknya.


"Kau yakin? Apakah masih ada taksi? Jangan kembali jika kamu lanjutkan satu langkah" peringatan Alif.


Alfi pun berhenti berjalan. Ia menghembuskan nafas dengan kasarnya Serta membalikkan badan ke arah sang kakak. Dengan memutar bola mata yang malas.


"Apakah kakak memdoakanku agar tak bisa pulang?" kata Alfi sebal.


"Entahlah, aku hanya memperingatkan. Jangan menyesal" kata Alif tepat di telinga Alfi. Membuatnya mendapat dorongan dari tangan sang adik.


"Okey, bye" ucap Alif sambil melambaikan tangan nya. Lalu pergi dengan motor nya itu.


"Huhhhh, dasar."


Cukup lama Alfi menunggu taksi di halte , tetapi , belum juga datang.


Duarrttt... spressstttt.....


Suara denturan keras dari langit. Petir menyambar dengan kuatnya tanpa memperdulikan apapun. Air hujan mulai turun dengan derasnya. Tanpa peduli terhadap seseorang yang sedang menunggu.


Duarrtt...


Sekali lagi sambaran petir di langit dan suara khas nya yang menggelegar. Membuat gadis itu menutup rapat telinga nya. Memghilangkan rasa cemas dalam pikirannya.


"Humm, hujan ya? Gimana aku pulang" katanya sambil merengkuh kedua lutut nya dengan tangan nya.


Brummm...... cittt....


Seseorang dengan motor kawasaki berhenti tepat di depan Alfi. Membuatnya terbangun dari lamunan indah itu.


Dilihatnya siapa orang yang mengendarai motor itu.


"Kenapa? Mau pulang nggak?" tanya Alif turun dari motor sambil tersenyum manis ke arah sang adik. Yang di balas dengan senyuman masih pula.


Dipeluk nya sang kakak dengan erat. Suara petir, tetesan hujan, bahkan dingin nya udara terkalahkan oleh pelukan hangat falimily.


"Udah yuk pulang" kata Alif sambil melepas pelukan.


Duarrttt...


Suara petir yang masih terdengar membuat Alfi menutup telinga nya ke sekian kali. Alif memeluk lagi tubuh mungil sang adik.


"Pulang?"


"Umm, oke"


Mereka akhirnya pulang, dengan diiringi rintik hujan di udara. Serta semilir angin sore yang kencang. Membuat rasa bebas di hati.


"Huhh, sampai juga" ucap Alfi lega


"Kamu kangen rumah?Baru tinggal bentar aja udah kangen rumah, ahahahhaha"


Alfi melotot ke arah kakak nya. Yang di balas juga dengan pelototan mata.


"Sudahlah aku mau mandi" ucap Alfi sambil berlari ke dalam rumah.


"Bila aja grogi diliatin orang tamfan"


Alfi berbalik badan serta mengajukan jari tengahnya. Dan berkata "Huhhh" lalu menghempaskan tubuhnya lagi memalingkan sang kakak yang masih berdiri di depan pintu.


Setelah membersihkan diri dan melakukan beberapa aktivitas bersih bersih tak terasa malam pun tiba. Setelah makam malam Alfi pun belajar di ruang buku keluarganya.


Tepat di meja belajar ia membolak balik buku. Menulis, serta menyalin jawaban. Tak terasa dirinya mulai lelah. Matanya pun mulai redup mengikuti angin malam. Ia pun tertidur di meja belajar.


Sang kakak yang melihatnya terbaring lemas mengangkatnya ke kamar tidur nya. Tak lupa ia membersihkan buku buku serta alat tulis adik nya yang ada di meja dan menarunya di tas sekolah Alfi.