
kringggg kringg kringg suara alarm milik Alfi.
Waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi. Alfi mulai membuka mata, mengumpulkan nyawa yang belum sempurna.
"Haaaaaa, Apa!!!!!" Sontak ia berteriak setelah melihat jam miliknya. Ia langsung turun lalu mandi dan berganti baju.
"Kakakkk" teriaknya sambil menuruni tangga setelah bersiap. Sedang sang kakak masih terlelap dalam mimpi di kasurnya. Tetapi di sana ada sang bunda yang sedang menyiapkan sarapan.
"Bun Nisa mana bun. Adek telat nih, siapa yang atur jam Alfi?" tanyanya berturut turut yang hanya mendapat jawaban bengong bundanya.
"Bun Nisa mana" tanya nya lagi.
"Oh, tadi dia udah duluan. Bunda kira kamu mau di ajak jalan. Jadi bunda suruh dia duluan nanti bunda bilang ke kamu" jawab bunda santai.
"Lhoh bun, Alfi kan hari ini ada kelas pagi. Kenapa bunda malah nggak bangunin Alfi kalo ada Nisa? " tanya nya dengan sangat kesal.
"Lha lagian bunda kira kamu diajak jalan jalan bukan ngampus"
"Kakak mana? "
"Dia masih tidur, katanya dia berangkat siang. Mangkanya bunda nggak bangunin kamu"
"Iya emang kakak siang, tapi bukan berati adek juga siang bunnn"
"Yaudah bunda bangunin kakak " kata bunda sambil meninggalkan Alfi.
"Bun, adek dah telat. Mana kakak kalo di bangunin susah. Nanti adek sampe kampus jam berapa coba? " tanya Alfi.
"Oh iya"
Cittt suara rem mobil. Mereka berdua langsung ke luar untuk mengecek siapa yang datang.
Ceklek seseorang keluar dari mobil.
"(hah bapak gori kog dateng sih)" batin Alfi.
"(apa!! dia belum berangkat?)" batin Irwan.
"Oh kamu tuan Galret , ada apa?" tanya bunda.
"Ini nyonya Halbert, ayah menitipkan surat ini untuk nyonya" katanya sambil menyodorkan sebuah surat.
"Terima kasih " kata bunda
"Oh iya, kalo begitu saya pamit ke kampus dulu ya nyonya" pamit Irwan sambil mencium tangan bunda.
"Kamu mau ke kampus depan cafe moonstar? " tanya bunda.
"(lhoh lhoh, kog bunda tanya begitu? Pa jangan jangan aku mau disuruh numpang bapak gori itu? Oh jangan lah) " gerutu Alfi.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?" tanya nya balik.
"Saya mau nitip anak saya. Dia telat gara gara kakaknya atur jam alarm nya kesiangan. Dan sekarang kakaknya masih tidur, mana susah di bangunin lagi" terang bubda sambil sedikit tertawa.
"(tuh kan, kenapa harus bapak gori itu sihhhh) " gerutu Alfi kembali.
-
-
-
Di mobil
-
-
Canggung
-
Sepi
-
-
Tak ada satu pun kata yang keluar dari mulut mereka. Hanya ada kesunyian yang menjajah suasana.
Sesampainya di kampus Irwa hanya diam, begitup un Alfi, ia hanya diam lalu keluar. Hanya ada kata" terimakasih "
"Ya, sama sama"
-
-
Alfi berjalan menelusuri koridor menuju kelasnya. Sambil berjalan ia menggerutu
"Bodoh, bodoh, kenapa gw bisa canggung kaya gitu? Kenapa gw nggak berani buat apa apa? Kenapa dia kaya takut? Uhhhh"
"huuuhhh sekarang hal yang menegangkan akan terjadi sebentar lagi. Kamu harus kuat"
Alfi masuk ke kelas, saat ia memegang gagang pintu sontak ia terkejut bukan main. Karena ada orang di belakangnya dan berkata
"Kamu telat? " tanya orang itu.
Alfi mencoba menoleh dan
"Hah?!!" katanya terkejut.
"Kamu?!!" katanya balik.
"Pak ini" seru Alfi
"Yaudah masuk, saya udah tahu alasannya. Saya maafkan" kata Irwa dengan tegas.