The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 62



maaf lama up gara gara kelamaan di rumah wkwk. jadi gak punya referensi.


Pelayan itu permisi dan pergi agar tidak membuat kekacauan pada kerjaan barunya tersebut.


"Nah gitu dong, syuh syuhhhh" kata Kenzo, tangannya mengisyaratkan seperti mengusir ayam tetangga.


"Heh! Orangnya masih deket begooo. Masih bisa denger tau" tegur Nisa menendang kaki Kenzo dengan keras.


"Biarin, orang ngganggu juga. Aku kan mau terus terang" katanya mulai serius.


Mendengar kata 'terus terang' semua menatapnya penuh tanya sambil beberapa kali mengerjapkan mata. Sedang Nisa tersenyum manis mendengarnya.


Erza tak tahan dengan rasa kebingungan dan penasaran. Ia mengendus kelas lalu menggebrakkan meja.


"Hey ada skandal apa diantara kalian?" tanya mengintrogasi memandang Kenzo dan Nisa bergantian.


"Emmm..... " Kenzo membuka suara menambah rasa penasaran disana.


Nisa memelototinya lalu kembali menendang kakinya. "Jangan bicarakan itu! Buat mereka penasaran" katanya dengan senyum bangga.


"Hey jika kau tidak katakan itu sekarang Alfi akan menendangmu keluar melalui jendela!" ancam Hilya mengacungkan sendok di tangannya.


Alfi menelan pelan makanannya. "Hey, sebelum aku menendangnya mungkin aku sudah di banting olehnya" sahut Alfi kesal


Semua tertawa mendengarnya.


"Ya, karena itulah aku mengajukanmu" jujurnya. Lalu kembali makan.


Alfi tersenyum kecut lalu berdiri dari kursi. Semua mendongkrak menatap Alfi. Hilya langsung saja menahan lengannya.


"Mau kemana? Menendang Hilya keluar dari sini lewat jendela?" tanya Raffa, diikuti senyuman dan melirik Hilya.


"Heyy!" bentaknya sambil melotot.


"Mau kemana Al?" tanya Hilya


"Haisss" Alfi menghela nafas berat.


"Bagaimana kalian bisa menanyakan pertanyaan yang sama? Siapa yang harus ku jawab?" tanya Alfi, menggaruk puncak alisnya.


"Aku hanya ingin membeli air mineral" terangnya lalu pergi.


Sambil berusaha mengunyah makanan Nisa meletakkan alat makannya. "Alfi tak terbiasa dengan minuman seperti ini. Ia lebih suka air putih" terangnya setelah menelan makanan dimulut.


"Anehkan?" tanyanya kemudian.


"Hanya air yang dia suka? Mustahil" sahut Erza menggeleng tak percaya.


"Emm, kecuali coklat panas. Atau sejenisnya" sambung Hilya.


Alfi datang membawa sebotol air mineral yang dingin lalu duduk. "Maaf aku hanya membawa satu. Kalian tak ada yang minat kan?" tanyanya sambil membuka tutup botol.


Semua menggeleng.


"Lebih enak ini" kata Raffa mengangkat minuman miliknya.


Alfi tersenyum saja. Lalu minum dan lanjut makan. Sesaat lalu berhentin mengingat sesuatu. "Kenzo, apakah kau bisa lanjutkan kata katamu tadi tanyanya.


Kenzo menoleh, sejenak menelan makanan lalu berhenti makan. "Ini adalah berita luar biasa. Dengar... " katanya terpotong, ia melirik satu persatu wajah serius yang menatapnya.


"Akuuu dan Nisa pacaran" terangnya membuat semua mata yang baru saja mendengar berita itu membelakak sempurna.


Hening sesaat. Semua memcoba menelan berita aktual nan hot tersebut. Sedang Nisa kini terseyum manja sambil menendang pelan kaki Kenzo.


"A apa?" ujar Erza kemudian


"Telat" jawab mereka kompak.


"Yahhh, kuakui kau lebih pintar dariku soal akademis tetapi soal nalaria kau kalah jauh dariku" kata Kenzo mengejek.


Semua menertawakannya


"Hey, bagaimana kalian pacaran? Aku tak pernah melihat kalian PDKT?" tanya Raffa


"Kemarin waktu..." kenzo mulai bercerita namu terpotong.


"Apa kemarin? Jadi karena itu kau ingin mengejak kami keluar?" potong Erza, dibalas anggukan Kenzo


"Oh, jadi ini yang kalian maksud akan keluar juga?" sahut Hilya, dubakas juga dengan anggukan.