The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 54



"Nar... sis?" ujar Erza bingung.


"Eh Ken, gw nasris apa nggak?" tanyanya


"Ya" jawabnya singkat


klip... klip...


Erza mengedipkan matanya satu dua kali.


"Kenapa?"tanya Kenzo


"Kenzo gila!!" jawab Erza santai.


"Buset !! Horang gila bilang orang lain gila, emang bener bener gila"


"Ngomong apa sih?"


"Biasa orang iq rendah nggak bakal tahu"


"Hey, nilai mu masih tinggi aku!!"


"Hiya hiya"


***


syuutt.. syuuutt... syuuutt..


sriit...


Raffa membelokkan stir sepeda ke kiri


Alfi dan Raffa mereka telah sampai pada gerbang masuk fakultas mereka. Tak ada orang karena acara sudah akan di mulai.


"(huufff, akhirnya udah sampai kampus. Eh ada orang nggak ya? Kalo ada yang liat aku harus bilang apa. Emmm turun aja deh)" gunamnya dalam hati.


"Raf aku turun sini aja. Hentikan sepeda mu!" seru Alfi sambil terus menunduk.


"Hey, hentikan sepedanya. Biarkan aku turun" serunya lagi karena tak mendapat respon.


"Hey, berhenti! " serunya kesekian kali.


"Mau turun ya turun aja. Buat apa bilang? Aku bukan emakk mu" jawab Raffa


"Nanti kalo ada yang lihat.. " kata Alfi terpotong


"Nati aku akan bilang ini pacarku dan apa urusanmu" jawab Raffa tenang sambil menahan tawa melihat ekspresi terkejut dari Alfi.


"Hah?"


duk.....


Alfi terkejut dengan ucapan Raffa. Ia mengangkat kepalanya memberi peringatan dengan sebuah tatapan sadis. Alhasil ujung kepalanya membentur dagu Raffa.


"hiss, udah di bilang jangan ngagetin" kata Raffa sambil memegang bibirnya yang berdarah akibat tergigit rahang bawah.


"eee, maaf nggak sengaja" kata Alfi menyesal.


ciitt....


sepeda mereka berhenti di parkiran. Lalu Alfi segera turun dan mengambil tasnya dari tangan Raffa.


Raffa mengunci sepedah lalu berdiri menghadap Alfi sambil terus memegang bibirnya yang berdarah.


"Ummm, maaf aku ceroboh aku nggak dengerin kamu aku... "


tes...


kata alfi terpotong melihat tetesan darah di lantai.


"Ha?" matanya mengadah keatas melihat Raffa.


"uucchh" kata Raffa kesakitan.


"Tahan ya" kata Alfi


Alfi lalu men tap tap luka di bibir Raffa dengan lengan bajunya yang panjang.


"Uuuchhh" eluhnya lagi


"Ihhss, maaf membuat mu kesakitan" kata Alfi dengan raut muka khawatir


"Tunggu" perintah Alfi sambil mengorak arik dalam tasnya.


"Eh bukankah itu Raffa, Raffaaaa!! " teriak seseorang dari arah kampus.


"(Haduhhhhh, kenapa sekarang sih. Aku harus bilang apa coba?)" batin Alfi sambil menyembunyikan mukanya.


"Hmm?" balas Raffa


"Huhhh huhhh huhhh, Raffa hah untung bener bener kamu kalo nggak sia sia aku lari tadi" kata orang tersebut sambil terengah engah karena berlari.


"Dan?" tanyanya sambil menatap Alfi.


"Oh, maksud kak Briyan dia?" kata Raffa sambil menunjuk Alfi.


"Hah?" Alfi bingung harus berkata apa untuk menjelaskannya.


"Emm"


"Jangan jangan kamu pacarnya ya? Ehemmmm" kata Briyan.


"Apa?" kata Alfi terkejut seketika.


"Sudahlah kak, biarkan dia masuk dia udah telat kasian tuh" kata Raffa. Lalu Alfi pun berjalan menuju kampus sambil terus menunduk.


"Tunggu" cegah Briyan


"Tadi kamu mau ngasih Raffa apa? Kog tadi kayaknya kamu cari sesuatu di tasmu" tanya Briyan membuat Alfi semakin kiguk di buatnya.


"Oh, aaa...aku mau ngasih ini" kata Alfi dengan terbata bata sambil menyodorkan handipals.


"Ha? Buat apa?" tanya Briyan bingung


"Bibir Raffa" jawab Alfi


"Ha?"


sreett...


Raffa langsung mengambil handiplas Alfi dan mengisyaratkan Alfi untuk segera pergi.