
Brum... brummm..
cittt....
Sautan suara knalpot motor mereka. Serta suara rem saat belokan tajam.
"Kak, mereka semakin dekat"
"Kamu nggak takut kan kalo kakak ngebut?"
"Lhoh kok malah nanya gitu? Kalo kakak selow nanti malah ketangkep mereka lah. Bodooo"
"Huff, kamu kan pernah kecelakaan, terus nggak di bolehin ayah kebut kebutan lagi."
"Yaaa, sebenernya aku masih balapan ama temen, hehehhe"
"Hahhaha, pantes"
"Udah, yuk cepet ngebut. Atau aku aja yang nyetir?"
"Bodoh, kamu mau jatuh ha, suruh ngebut tapi nggak pegangan"
"hih, iya iya. Bawel"
Sesaat kemudian akhirnya mereka telah lolos dari kejaran. Sampailah pada tempat tujuan dimana Alfi akan berdiskusi.
Cittt...
"Huffff, sampai juga. BTW kakak nanti kalo pulang ati ati di kejar mereka lagi lho, hahhaha"
"Oh iya. Trus gimana? Masa aku ningguin kamu di luar"
"sebentar... " kata Alfi sambil membuka tas miliknya dan mencari sebuah barang.
"Nih, pakai aja biar nggak kelihatan"
"Masker?" tanya Alif sambil menyeringai.
"Nggak bisa pakai? Nunduk gih"
-
-
-
Tap tap tap
Derapan langkah tiga orang gadis dengan beberapa tas belanja di kanan dan kiri tangannya.
"Stop!!" seru seorang ketua geng itu. Sambil fokus pada adegan di depannya.
"Ada apa, Falery?" kata gadis di sebelah Falery dengan mata yang mengikuti arah pandang Falery.
"Siska, gw nggak salah lihat kan?" kata Falery yang tak percaya.
"Eh, itu bukannya Alif ya? Dia sama cewek, cari mati tuh cewek. Beraninya dia ngrebut Alif dari Falery" kata gadis lain di sebelah Falery.
"Keisya stop!!" seru Falery sambil menghalangkan tangannya ke arah Keisya.
"Kenapa Falery?" tanya Keisya sambil menoleh ke arah Falery.
"Kalo lo dateng ke sana terus bentak cewek itu, Alif bakal nganggep gw apa? nggak sopan, brandal, dan dia bakalan benci sama gw"
"Terus kita haru ngapain tuh cewek?" tanyanya lagi.
"Kita samperin aja dia waktu nggak ada Alif"
"Telpon Raya suruh dia selidiki cewek itu!" kata Falery sambil melempar HP nya kepada Keisya.
di chat
Raya: "dia adalah mahasiswa satu kampus ama kamu Fal. Adik tingkat lo. Dia jurusan kelas 1A kelas elit itu yang katanya horang puintar ajah. Kayaknya dia bukan orang biasa deh, jadi lo ati ati ya Fal"
Falery: "okeh thanks Ray"
Raya: "gw kan sahabat lo Fal masa gitu aja makasih"
Falery: "hhhh, you all the best Ray. Bye
""Okay samperin dia di kampus kita. Huh, dia nggak tahu kalo sekampus sama kita" kta Falery sambil melanjutkan berjalan ke arah mobil.
"Tapi kan kita sama Alif se kampus juga kan Fal" kata Siska ragu.
"Gimana kalo kita ngelabraknya pas Alif les aja. Kan dia nggak bakal tahu" sahut Keisya.
"Okey gilrs bakc to home !!" seru Falery pada sahabatnya.
"Cepet Sis kita pulang"
"Hey yang pegang kemudi siap, Keisya"
-
-
-
"Okeh dah selesai, sekarang kakak nggak ada yang ngenalin"
"itu kamu ngenalin kakak?"
"Ya kan aku yang nyamarin kakak, gimana sih?"
"Oh"
"Bye kak" kata Alfi sambil berlari dan melambaikan tangan nya.
"Dasar, adik bawel"
"Eh, rasanya dari tadi kog ada yang mantau aku ya? Apa cuma firasat? Tapi firasat itu kebenaran."
"Huhh entahlah. Mungkin fans aku masih ngikutin, terus liat aku sama Alfi. Jadi salah paham, tapi bagus lah, hahaha