The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 18



Alfi Halber



*****


Alif Halbert



*****


.................................................................................


Irwan Galret



*****


"Elo" ucap Alfi dan Iwa serempak lagi.


Mereka mendekat ke samping meja, menghindari dari meja yang menghalang. Mereka saling menunjuk dengan jari telunjuk.


"Oy jawab, kog kalian bisa kenal kenapa? " tanya Alif lagi dan tak ada respon. Ia pun melemparkan bantal ke arah Alfi.


Buuggg Alfi terdorong dan jatuh ke pelukan Iwan. Seketika bluss wajah mereka merah. Deg deg deg suara jantung mereka terdengar satu sama lain.


Semua orang hanya meliah tanpa berkedip mata. Tak ada suara tak ada kata. Sudah hampir beberapa menit Alfi jatuh ke pelukan Iwan, kemudian ia tersadar dan mundur beberapa langkah lalu duduk untuk menjauh dari Iwan. Dan diikuti Iwan yang kembali duduk berhadapan dengan Alfi.


Semua orang tetap diam mengingat kejadian langka tadi. Seakan akan seperti mimpi yang di reality. Semua menatap mereka secara bergantian. Tetapi mereka berdua hanya menunduk karena malu. Dan belum percaya apa yang baru saja terjadi.


Hening


Hening


Hening


"Oh, maaf tuan Galret" kata ayah meminta maaf.


"oh, saya juga tuan Halbert" sambut Irya.


"Mari kita lanjutkan perbincangan kita" sahut bunda.


"Kalian sudah kenal? " tanya ayah.


"Iya, bagaimana kalian kenal? " tanya Irya.


Tak ada jawabam, mereka masih melamun.


"Hey" kejut Alif.


"Hah,kamu!!!" kata mereka serempak lagi.


"Hhhhhhh, kalian lucu banget. Liat tuh mukanya jadi kepiting rebus" sahut bunda. Sontak mereka langsung memegang pipi masing masing.


"Hhhhh" semua tertawa diatas derita.


Setelah sekian lama berbincang tentang kerjasama perusahaan. Karena mereka adalah sahabat masa SMA jadi cukup dekat, bahkan sangat dekat. Sehingga mereka mengadakan kerjasama. Setelah cukup lama berbincang Irya pun berpamitan.


"Sekian dulu yan kunjungan saya tuan Halbert, lain kali saya akan berkunjung lagi" ucap Irya. Yang diikuti Irwan berdiri lalu berjabat tangan.


-


-


-


Hadeh gw nggak nyangka


Tadi dia jantungan kali ya


Suaranya kedengeran tau


Deg deg deg gitu


Apa jangan jangan gw juga


Batin Irwan sambil keluar rumah keluarga Halbert.


-


-


-


Oh tuhan....


Kenapa tadi gw bisa jatuh ke bapak gori sih?


Mana dia diem lagi


Eh gw juga diem sih, hhhh


Terus kog pada diem ya nggak ada yang cie cie in gitu?


Tapi nggak papa sih itu lebih baik, hehehe.


Btw tadi yang deg deg an siapa ya gw apa gori?


Batin Alfi sambil menaiki tanggga ke kamar nya.


"Lo mikir apa? " tanya Alif sambil memeluk salah satu punda Alfi. Memang begitu kebiasaannya.


"Mikir kenapa kak Al nggak dapet cewe" jawabnya acuh.


"woy gw bukannya nggak dapet, tapi nggak ada yang mampu deket gw, soalnya baru liat aja udah pinsan"


"Aq nggak kog, malah aq di rangkul kakak, kog aq nggak pinsan"


"Kamu kan udah biasa kakak manja "


"Ya nanti cewek kakak biasain dong "


"Ya, lagian baru liat aja udah pinsan"


"Bilang aja kalo diputusin cewek gara gara kakak gila"


"Woy jaga mulut lu" teriak Alif sambil menjambak rambut adiknya. Alfi berlari menuju kamar dan menguncinya. Sedang Alif dia menyerah dan memilih kekamar untuk tidur.


"Ok by dek, happy nice dream. Good night semua" ucap Alif pada semua orang, tetapi tak ada jawaban karena udah pada dream alias mimpi.


.................................................................................


Nah tadi sekias foto para tokohnya readers. Jadi kalian bisa bayangin gimana ceritanya. Kalo kalian setuju dan seneng kalian like ya. Nah kalo menurut kalian nggak bagus comen ya.