
"Nggak papa Al, lagian mereka juga nggak galak sih kecuali Erza." kata Hilya menenangkan Alfi.
"eh Kenzo itu juga galak asal kalian tahu. Tapi dia nggak mau ngungkapin kegalakannya. Dan Raffa itu juga galak, mereka berdua nutupin kegalakannya dengan bersikap dingin ama semua cewek. Jadi biar dia nggak ke ganggu dan nggak marah" terang Nisa.
"Kamu tahu dari mana?" kata Hilya
"Kalo Erza sih kalian udah tahu kan dia bakalan ngelabrak langsung siapa yang ganggu dia. Nah kalo Kenzo katanya dia pernah di ajak berantem ama pacarnya cewek yang genit ama dia. Kejadiannya itu di luar kampus kalo nggak salah di lapangan waktu dia sama Erza liat pemandangan dan mau gambar"
"Nah terus"
"Si cowok itu bawa pasukan . Awalnya sih Kenzo cuma cuek dia nggak mau bikin ribut. Tapi cowok itu nantangin, jadi Erza langsung balik nantang. Habis itu Erza di pukul ama temennya cowok itu sampai lebam"
"Nah, waktu Erza mau serang balik tangannya di cekal Kenzo terus di tarik buat pergi dari sana. Terus, mereka di hadang dan di kerumuni ama cowok dan temennya gitu. Terpaksa Kenzo akhirnya turun tangan dan dia nyuruh Erza buat jangan ikut campur. "
"Dan asal kalian tahu mereka kalah sama Kenzo. Uuuwwwww, udah ganteng, jago lagi"
"Iya sih. Tapi kog dia kalah ama Erza ya? Padahal kayaknya Kenzo lebih pintar."
"Dia ganteng, aaaaaaaaa" kata Nisa sambil memegang kedua pipinya dan memggoyangkannya kekiri dan ke kanan.
"Aku dengar katanya Kenzo ama Erza pernah gabung ama cowok berandal waktu SMP yang satu grup sama kampus ini. Dan sekarang jadi rival cuma Erza yang dekat ama keduanya"
"Yap betul, tumben kamu tahu"
"Hey, jangan bahas mereka lagi kenapa?" gerutu Alfi kesal.
"Kamu masih takut Al, ahahahha"
"Latihan gih dari pada bahas mereka"
"Okeh al"
Mereka pun bergegas menuju studio sepupu Alfi.
-
-
-
"Di jemput sekertaris ayahku" jawab Raffa lalu mengeluarkan hp miliknya.
"Udah di jemput?" tanya Kenzo
"Ini baru mau telfon. Kalian? "
"Ih jadi iri deh kalian berdua di jemput sekertaris ayah kalian. Nah aku nunggu temen deket rumah baru bisa pulang"
"Kog gitu?"
"Orang tuanya si Erza pemilik grup Delux jadi agak sibuk deh"
"Jadi lo anak pemilik kampus ini?"
"Hmmm"
"Pantes kepala kampus kog mukanya agak mirip sama kamu"
"Mirip lah kan dia kakekku, meski ada kakek tapi aku nggak bisa bareng dia soalnya sibuk banget. Jadi ngiri sama kalian karena bisa di jemput tanpa nunggu"
"Lah berangkat sendiri napa"
"Keluarganya ngehukum dia gara gara di kena masalah waktu SMP milik keluarganya. Waktu itu aku sama Erza ikut gabung kaya geng gitu"
"Geng? "
"Iya, dan geng itu sekarang sama sama masuk ke kampus ini. Tapi aku tak sadar kalo itu geng. Lo tahu kan sekolah grup Delux itu ternama. Masa SMP udah Delux kuliah nggak di Delux?"
"Kita dulu nggak tahu kalo kita itu sebernernya ngebuli siswa lain. Kita cuma ngikutin kata temen itu." terang Kenzo dengan tatapan sayu.
"Dan sewaktu SMA gara gara orang tua Kenzo tahu kalau kenzo membulyi dia di pindahkan ke luar negri dan sekolah disana selama tiga tahun terakhir. Bentung orang tuaku belum menyadari waktu itu, tapi mereka menyadari itu sekarang dan ini hukumanku" sahut Erza.