The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 60



"Jangan ada yang mengeluarkan suara! Jika ada kick" Ancam Alfi berhasil membuat semua tenang.


Ia mengambil selembar kertas dan bolpoint lalu mencari tempat duduk membawa serta temannya yang di landa penasaran.


"Tulis nama mu!" perintah Alfi oada Nisa dan Hilya sambil menyodorkan sobekan kertas kecil.


"Dan kalian berbalik, jika ada yang mengintip... " kata Alfi menggantung. Ia melirik ke tiga laki laki itu bergantian.


Alfi lalu mengisyaratkan pada ke dua sahabatnya. Dann secara kompak mereka mengisyaratkan memotong leher dengan tangan. Daebakkk


"Ish, mereka benar benar mengerikan. Bagaimana bisa kita makan bersama kalian ha?" kata Erza


"Sudahalah dan berbalik" seru Raffa lalu memutar badan Erza


"Hey kalian!" panggil Nisa


"Tutup mata dan ambil ini" sambungnya. Ia menyodorkan gulungan kertas di telapak tangannya.


"Apa ini? Undian? Kekanak kanakan!" ejek Kenzo


"Mau makan aja ribet banget sih. Aku yang traktir udahkan beres nggak kaya kekanak kanakan" kata Erza memoncongkan bibir.


"Hey diamlah, cepat lakukan saja!" bentak Raffa


"Aku melakukan ini karena hanya ini yang dapat ku lakukan plus sikap kalian kekanak kanakan" terang Alfi


"Jangan katakan kalian dapat siapa sekarang, katakan itu nanti di sana" sambungnya, kini ia memdapat tatapan meyeramkan dari ketiga laki laki.


" Hey jangan menatapku seperti itu. Ini ide Nisa" katanya sambil mengarah Nisa.


"Yap aku sangat suka ketegangan. Uuuuuw seperti dalam drama korea. Aaaa mengingatnya saja aku jadi baper." kata sang pecinta drakor itu yang mulai kumat.


"heeem, aku juga menyukai nya. Apa lagi saat adegan seorang cewek yang ngambek meninggalkan cowoknya lalu si cowok memegang tangannya dari belakang atau memeluknya. Aaaaaaa hatiku meleleh" kata Hilya histetis sambil berjalan menuju kendaraan mereka.


Semua merindik ngeri melihat pecinta drakor itu kumat kecuali Alfi yang sudah terbiasa.


"Oh ya Raff, kau hari ini naik apa?" tanya Alfi


"Ow pas sekali. Ini seperti... emm.... seperti drakor apa ya? Bagaimana mungkin kita bisa kebetulan sekali. Aaaaa aku meleleh" kumat dah si Nisa.


"Aaaaaaa ingin rasanya aku teriak!" sahut Hilya


"Kau sudah teriak" potong Alfi datar.


***


Mereka sudah sampai di kafe yang dipilih Nisa. Dan benar saja semua terkejut saat masuk ke dalamnya. Bagaimana bisa kafe bernuansa romantis yang di pilih nya.


"A apa apaan ini?" tanya Alfi terkejut kecuali penggila drakor itu.


"Tiga cowok dan tiga cewek!" kata Nisa mengisyaratkan tiga jari.


"Kita seperti triple date. Yang ada di drakorrr. Uuuuuuw, aku ingin meleleh lagi hanya kerena mengingatnya" sambungnya kembali histeris.


"Setidaknya kita bisa merasakan seperti di dalam drakor. Bukankah itu membuat hati kalian meleleh? Melihat seorang cowok yang.... aaaarg aku akan benar benar meleleh jika meneruskannya" sahut Hilya sambil memegang ke dua pipinya


Sedang Alfi dan ketiga laki laki itu hanya diam dan bingung menangani mereka. Mereka lalu duduk di kursi yang berisi nam orang.


"Sekarang kalian bilang siapa nama di kertas itu"


"Nisa" kata Kenzo


"Hilya" sahut Erza


"Dann?" Nisa menanti kata Alfi keluar dari mulut Raffa


"Kalian sudah tau, aku tak perlu nengatakannya. Itu menghemat waktu" kata Raffa sambil memandang Alfi yang menunduk dan tersenyum.


Alfi tak tahan dengan alasan tak masuk akal Raffa lalu menengadah dan menghela nafas berat.


"Haihh, kalo kau ingin menghemat waktu kenapa kau tak mengatakan namaku saja yang hanya satu kata? Kenapa kau malah mengatakan 'kalian sudah tau, aku tidak perlu mengatakannya. Itu menghemat waktu' yang terdiri dari seluluh kata (silahkan hitung 😂😂? Bukankah satu kata lebih efisien dari sepuluh" tanyanya