The My Love Story In University

The My Love Story In University
Episode 39



"Al, kamu kemana aja sih? Masa ngacangin WA kita? Kita kan mau bahas soal sekolah, biasanya kamu cepat kalo bahas soal sekolah kenapa sekarang enggak? Atau kamu mau pindah? Atau kamu di buly?" tanya Nisa berturut turu sambil menuntun Alfi ke arah meja mereka.


"Hai Hilya!" sapa Alfi pada Hilya dengan melambaikan tangan.


"Yooo, Alfi jawab pertanyaanku"


"Okey lah lupakan, lanjut bahas aja. Terus cepet pulang aku mau kencan, hihihi"


Alfi dan Hilya menatap heran oada sahabatnya. Entah apa yang ada di pikiran Nisa.


"Hei, jangan mandengin aku terus dong. Aku tahu aku cantik, tapi kalian jangan homo ya"


"Hil, ambilin es kamu deh!" pinta Alfi.


"Nih, buat apa?"


"Kompres dia" jawab Alfi


"Hei, oke aku dah sadar"


"Bhahahahahaksss" tawa mereka beradu.


-


-


-


Di tempat yang sama


"Selamat datang, anda mau pesan apa?" sapa ramah pelayan cafe itu.


"Es coklat satu, sama chese cake"


"Baik silahkan duduk"


"Eh, kayaknya mereka seru banget padahal bahas tugas kampus"


-


-


-


"Jadi gimana pake alat musik apa?" tanya Hilya memulai diskusi.


"umm, eh Nis kamu bisa main biola kan?" tanya Alfi sambil memandang sahabatnya tersebut.


"Bisa, emangnya kenapa?" jawab Nisa sambil sesekali menyeruput es nya.


"Ya kamu main biola lah, bodoh" sahut Hilya kesal.


"Okey, umm tapi aku perlu waktu untuk itu, aku udah agak lupa" balas Nisa.


"Nanti kan bisa ke studio" jawab Alfi.


"Um okey"


"Hilya kamu mau main apa? Kalo aku sih kecapi ajah deh ya?"


"Nah, Nisa main biola, Hilya harpa dan aku kecapi. Mungkin itu akan harmonis karena semua berdawai. Tapi kita perlu latihan ,dan dimana?" pertanyaan dari Alfi membuat suasana menyepi.


"Tunggu kita belum punya alat musiknya kan. Gimana kalo besok kita ke mall?" usul Nisa bersemangat.


"Gini aja, besok sehabis matkul kalian bareng aku ke studio musik sepupuku. Nanti kita juga bisa latihan di sana kan, gimana?" usul lain dari Alfi.


"Aku ikut Alfi, karena itu lebih aman" terang Hilya.


"Hey, berarti aku tak aman bagimu? Apakah kau berpikir aku akan memakannu ha? Kau jahat sekali" sahut Nisa.


"Okey, kau ketua sekarang"


"Ummm, sejak kapan kita pake ketua Hilya?"


"Sttt, biarkan dia senang sejenak, okay" bisik Hilya tepat pada telinga Alfi.


"Hahaha, ayo pulang, udah sore" ajak Alfi.


"Maaf, al aku sama Nisa mau ketemuan, hehe"


"Bye bye al" kata Nisa sambil melambai dan meninggalkan tempat itu.


"Huh serah kaliam deh. Tapi aku pulang pake apa?"


"Oh iya, taksi online kan ada"


drtttt drtttt


"Kakak?" kata Alfi ketika melihat layar handpone nya.


"Hallo kak?"


"kau sudah pulang kan, aku memunggumu"


"Hah? Dimana?"


"coba kau cari"


Hal itu membuat Alfi mengedarkan pandangannya keseluruh hadapannya. Mencari keberadaan sang kakak.


"Tak ada, apa kakak berbohong?"


"kalau aku berbohong bagaimana aku tahu kalau kau sedang membawa es coklat di tanganmu? Bagaimana dengan itu ha?"


"Hah apa? Kau sebenarnya dimana"


"Di belakangmu"


"Hah" Alfi membalikkan tubuh nya kebelakang. Lagi lagi mencari sang kakak.


"Sebelah kanan"


"Apa?" Alfi menurunkan HP nya dari telinga setelah melihat sang kakak.


"Kak" kata Alfi sambil berlari menghampiri kakaknya yang sudah ada di hadapannya.