
"huff. Al jadi gini, aku sebenarnya suka sama seseorang" jelas Nisa dengan setulus hati.
"Uhuk uhuk" Alfi tersedak mendengar kata kata dari Nisa.
"Apa!! Bukan nya kamu orang nya tomboy ya? Biasanya kamu kan langsung caper aja gitu sama orang yang kamu suka. Kenapa sekarang kamu malah kaya nggak bisa apa apa gitu? "
"Huuufffff, mangakanya itu. Dia ini beda dari yang lain Al. Rasanya pas aku ketemu dia aku kaya nggak diriku. Rasanya aku kaya nggak punya kata kata, cuma bisa senyum ramah. Nah, yang paling aku heranin itu jiwa beramiku kabur. Aku kaya nggak ada tomboi tomboi nya gitu"
"Heemmm terus? "
"Ya, mangkanya aku rumbah sikapku. Ya, tapi kalo di depan temen temen ya nggak aku rubah sih. hehehe"
"Terus? "
"Ya, biar aku di pandang manis ama dia lah. Kan dia itu cool banget, nggak absurd kaya aku"
"Terus? "
"*****"
"Terus"
"Al, jangan bikin emosi napa? Aku serius woy"
"Hahha ok ok. Terus! "
"Jangan terus terus napa woy. Dari tadi aku cerita eh dia malah nggak antusias. Malahan cuma minum coklat, nggak sebel apa? "
"Iya iya. Maaf, nah terus kenapa kamu nggak kejar dia? "
"Nah itu masalahnya. Aku nggak rau dia itu siapa, orang mana apa lagi identitas nya"
"Ha!! Kog kamu bisa nggak tau? Biasanya kamu mudah banget gitu cari identitas para cok gan"
"Gimana caranya aku tahu. Aku ketemu dia baru sekali woy"
"Sekali? Kog kamu bisa langsung suka? Aneh banget, jangan jangan kamu kesambet wih bahaya nih"
"Woy, aku masih waras woy. Mau ku timpuk kau ha? "
"Di perpustakaan kota"
"What?? Kamu ngapain di sana? Tumben banget, emang kamu kesambet apa Nis? Sampai ke perpus segala. Ih jadi merinding aku "
"Oh, cari cokgan lah. Biasanya kamu kan disukai banyak cokgan tuh. Mangkanya aku tiru kamu kesana."
"Gila nih orang, yang lain ke perpus buat tambah pengetahuan nih orang malah buat cari gebetan. Hahaha dasar"
"Hahaha bodo amat deh "
"Eh btw gimana kamu bisa ketemu? Cerita dong. Kog bisa bisanya seorang Nisa di buat jatuh cinta hanya sekali pandang saja kan luar biasa cowoknya"
"Hahaha, bentar aku catet kata katamu dulu"
"Hidih, baru tahu dia kalo aku ini seorang sastrawan dari Taiwan"
"Sejak kapan kamu dari Taiwan woy? "
"Enyahlah, udah lupakan. Oi cerita dong"
"oky, jadi gini..... "
Flashback on
Nisa mendatangi perpustakaan kota. Ia sudah lama mengitari lorong demi lorong yang bertembok rak beserta bukunya. Ia mencari seseorang yang pas untuk pendamping nya entah selamanya atau hanya pacaran belaka.
"Bosen deh, dari tadi nggak ada cokgan. Aku aneh nggak ya, dari tadi muter mutet nggak bawa buku apa apa? Yaudah deh cari novel bucin deh" gumam Nisa dalam hati.
Ia mulai mencari buku di rak yang bertuliskan novel. Tangannya mulai meraba buku per buku yang baris dengan rapi. Sesekali ia melirik kana kiri menikmati ciptaan tuhan yang berkeliaran.
"Itu kayaknya bagus, tapi tinggi" ucap Nisa saat ia melihat sebuah Novel di rak buku paling atas.
"Nggak papa deh, lompat aja nggak gempa kan"
"Okey hitungan satu sampai lima aku lompat. Eh ralat kalo sampai lima kelamaan, tiga aja deh"