The Blind Maiden

The Blind Maiden
09. Perjamuan Malam



Setelah memastikan bahwa semuanya aman, barulah Su Bei membawa ketiga putra dan putrinya serta Istrinya untuk masuk ke dalam Istana, kali ini Su Bei mengawasi mereka dengan hati hati agar tidak terjadi kesalahan lagi. Jangan sampai kesalahan yang sama terulang lagi, bagaimanapun ini adalah Istana.


Su Bei dan keluarganya berjalan masuk ke dalam Aula Kekaisaran yang sudah ramai dan ada banyak sekali yang memberi selamat.


Mereka disuguhi oleh banyak sekali arak, entah untuk menyelamati Su Bei atau sengaja untuk membuat Su Bei menjadi mabuk dan lepas kendali.


"Ayah, jangan minum terlalu banyak. Jika tidak maka kamu akan mabuk. " Bisik Su Qionglin dengan gelisah.


"Tenang saja, kak. Ayah kita adalah orang yang sangat tahan terhadap arak, Ayah kita adalah Tuan Arak yang melegenda. Bagaimana mungkin bisa mabuk dalam cangkir cangkir kecil ini ?" Tanya Su Lian dengan bangga.


"Qionglin, kamu tampaknya selalu cemas daritadi. Apakah ada sesuatu yang menganggumu ?" Tanya Su Yun dengan peka dan memegang kedua bahunya.


"Tidak apa apa, aku hanya cemas karena ini pertama kalinya aku datang ke acara penting. " Jawab Su Qionglin berbohong dengan sempurna.


Tidak akan ada yang curiga dengan alasannya karena memang itu adalah alasan yang sangat masuk akal bagi Su Qionglin untuk gugup dan cemas.


Tapi, sebenarnya alasan ketakutan tidak masuk akal Su Qionglin adalah keberadaan Ling Yi yang benar adanya.


Belum lagi, mengingat bahwa Kaisar sedang berusaha untuk menikahkan Keluarga Su dengan Keluarga Kekaisaran.


Ling Yi juga termasuk dalam anggota Kekaisaran, bahkan termasuk salah satu anggota Kekaisaran Utama.


Dia memiliki banyak gelar dan banyak prestasi jika mendengar kata kata Su Lian tadi, ini membuatnya lebih cemas.


Tentu saja, jika harus mencari orang yang dinikahkan maka itu tidak akan pernah menjadi dirinya, melainkan Su Lian dan hal ini membuat Su Qionglin merasa tidak tenang.


Kecemasan nya terus menyerangnya dengan membabi buta sampai akhirnya datang Kaisar dan semua orang bersujud dengan rendah hati di hadapan Kaisar.


"Berdiri ! Semua orang berdiri ! Hari ini adalah harus yang membahagiakan sebagaimana kita harus merayakan kemenangan ke 15 Jenderal Su dan kemenangan ke 9 milik Jenderal Ling, ini adalah kebahagiaan telak bagi Kekaisaran Ling kita. " Ucap Kaisar Ling.


Semua orang bertepuk tangan dengan bangga dan Kaisar Ling benar benar dalam suasana hati yang baik jika mendengar dari nada suaranya.


Semua orang bersorak sorai, merayakan hari yang membahagiakan ini. Kaisar mengangkat cangkir araknya untuk bersulang dengan semua tamu yang datang.


"Aku akan memberikan hadiah kepada Jenderal Su sebagai bakti kerja kerasnya bagi Kekaisaran ini dan pengabdiannya selama berpuluh puluh tahun. " Ucap Kaisar dan seluruh Anggota Keluarga Su berjalan maju ke depan dan berlutut di hadapan Kaisar.


"Sebagai bentuk kasih sayang yang terjalin antara Keluarga Kekaisaran dan Keluarga Su, maka aku akan memberikan gelar Bing Lan Wang. Dan juga akan menjodohkan Putra Mahkota dengan putri Su Bei, Su Bei pilihlah yang mana yang menurutmu layak untuk menikah dengan Putra Mahkota. " Ucap Kaisar.


"Mohon Yang Mulia yang memutuskan, putri tertua ku adalah orang dengan tutur kata yang lembut dan sopan, tidak memiliki banyak permintaan dan penurut, memahami etiket dasar, memiliki pengetahuan yang luas, hanya saja dia memiliki sedikit kekurangan di pandangannya. Putriku yang kedua, suka bermain main dan ceria, memiliki semangat tanpa batas, memiliki rasa ingin tahu terhadap hal baru, serta jujur. Hanya saja, dia lebih suka berbicara secara blak blakan. " Ucap Su Bei memohon dengan rendah hati.


Su Bei tidak mengatakannya dengan terus terang, hanya saja Kaisar bisa melihat kekurangan yang dialami oleh Su Qionglin.


"Sayang sekali....permata yang tidak sempurna.... Kalau begitu, maka aku akan memilih Putri bungsu Kediaman Su, Su Lian. " Ucap Kaisar dengan tenang.


Su Qionglin tidak tersinggung dengan kata kata Kaisar, apakah ada yang salah dengan hal itu ? Dia memang bukan permata yang sempurna.


Dia tidak layak bagi Putra Mahkota dan juga tidak menginginkannya, ada baiknya juga bagi Su Lian untuk menikah dengan Putra Mahkota, dimana kehidupannya sudah terjamin.


Sementara ini, hanya dia yang masih terancam, tidak tahu bagaimana hubungannya dengan Ling Yi.


Semua orang kembali duduk ke tempat mereka dan menikmati perjamuan malam yang diadakan oleh Kekaisaran.


Su Qionglin merasa bahwa nafasnya menjadi lebih kendur setelah memastikan bahwa pikirannya berlebihan, mungkin saja Ling Yi bukanlah orang yang ada di dalam mimpinya dan hanya orang yang mirip.


Dia tidak bisa menebak hanya dalam beberapa petunjuk seperti ini, Su Qionglin merasa bahwa dia agak mengantuk dan agak menundukkan kepalanya sebelum akhirnya tertidur.


Dia bermimpi bahwa dia berada di sebuah tempat dengan kekacauan dan terdengar suara ringkikan kuda dan teriakan teriakan prajurit.


Su Qionglin menebak bahwa dirinya sedang berada di dalam medan perang, hanya saja dia tidak bisa melihat sekitar.


Tiba tiba, seseorang memeluk dirinya dan orang yang memeluknya ini tersentak, Su Qionglin mampu dengan mudah menebak bahwa ini adalah Ayahnya.


"Ayah, Ayah.... ada apa ?" Tanya Su Qionglin sambil membalas pelukan Su Bei.


Sampai akhirnya Su Qionglin menyadari bahwa Su Bei telah dipanah di punggung dan memuntahkan darah.


"Ayah ! Apa yang terjadi ?" Tanya Su Qionglin langsung panik dan menangis.


"Ayah tidak akan bisa melindungimu lagi, Qionglin. Ayah tidak akan bisa menjagamu lagi, sayangku. Sayang sekali bahwa kita harus berpisah dengan sangat cepat. " Jawab Su Bei dengan terbata bata.


"Kehidupan mu akan sulit ke depannya tapi kamu harus kuat, jangan sampai melukai dirimu sendiri, apalagi berpikir untuk menyusul Ayah dan Ibu. " Lanjut Su Bei sebelum akhirnya tumbang dan Su Qionglin langsung menjerit dengan putus asa.


Su Qionglin tersentak dan terbangun kembali, sebelum akhirnya menyadari bahwa dia masih berada di perjamuan Istana.


Tampaknya , tidak ada yang menyadari bahwa dia telah tertidur dan mimpi buruk. Untunglah bahwa semua itu hanya mimpi, hanya saja ketakutannya masih merayapi dirinya sendiri.


Su Qionglin menarik sapu tangannya dan menyapu wajahnya sendiri dengan lembut, berusaha untuk bersikap baik baik saja.


"Lian, apakah ada makanan manis yang enak ?" Tanya Su Qionglin.


"Semuanya enak, kakak ! Kamu harus mencobanya satu satu. " Ucap Su Lian dengan antusias.


"Su Lian ! Jaga sikapmu, kamu sekarang adalah Calon Putri Mahkota, jangan terlalu banyak bergaul dengan orang lain. " Ucap Nyonya Su dengan dingin.


Secara tidak langsung mengatakan bahwa Su Lian seharusnya tidak banyak bergaul dengan Su Qionglin agar tidak merusak reputasi diri sendiri.