
Su Qionglin duduk di sana layaknya orang bodoh, dia tidak bisa melihat ekspresi orang orang ini bahkan tidak tahu apa yang dirasakan oleh mereka, dia adalah satu satunya orang yang bodoh disini, dia adalah satu satunya orang yang tidak tahu apapun.
"Jinmi, ayo kita pergi. " Ucap Ling Yi.
"Bagaimana dengan Nona Su ? Apakah kamu bisa meninggalkannya sendirian ?" Tanya Yue Jinmi.
"Jenderal Ling, selamat tinggal, mari berpisah disini. Aku sudah lelah dengan semua ini, tidak perlu lagi untuk memaksakan diri satu sama lain." Jawab Su Qionglin.
"Semoga kalian berdua bahagia. " Lanjut Su Qionglin sebelum akhirnya terkapar di sana dalam kondisi pingsan.
Su Qionglin benar benar pingsan karena dia terlalu tertekan, dia benar benar lelah dan merasa bahwa dunia terlalu. memusuhinya.
Sebenarnya, apa kesalahan yang telah dia buat sampai sampai dia menjadi orang yang tak termaafkan seperti ini ? Kenapa dia harus menanggung semua kebencian ini ?
Su Qionglin berputar putar di pertanyaan yang sama terus menerus sebelum akhirnya merasa lelah dan sepenuhnya kehilangan kesadaran.
Kediaman Menara Qi itu dibakar dan Fang Huo menyelamatkan Su Qionglin dari dalam kediaman, seluruh Istana langsung panik dan khawatir sehingga jalan keluar Ling Yi menjadi lancar.
Su Qionglin benar benar telah melakukan yang terbaik untuk melindungi Ling Yi, hanya saja tidak ada yang tahu sebesar apa cintanya untuk Ling Yi.
Hanya saja, kembali lagi ke hal awal, sejak awal mencintai Ling Yi adalah hal yang salah. Karena itu tidak akan menghasilkan buah yang manis, justru itu akan menyakiti dirinya sendiri dengan buah yang belum matang.
Ling Yi terlalu tidak memiliki hati, di malam yang sama, dia melepaskan berita tentang Lin Qi Qi yang membuat seluruh Keluarga Su hancur lebur dalam semalam.
Terjadi pergolakan besar di Istana dan Kekaisaran Ling, Kaisar dibuat sibuk dan tidak bisa tidur. Dengan adanya bukti orang yang masih hidup membuat Kaisar tidak bisa membela keluarga Su.
Pertunangan Su Lian dengan Putra Mahkota dibatalkan dan posisi Jenderal Muda milik Su Yun dicabut.
Secara otomatis, orang yang memiliki kekuasaan terbesar adalah Ling Yi, sayang sekali bahwa Su Qionglin masih belum sadar sampai saat ini.
Tabib Istana telah memeriksanya dan mengatakan bahwa Su Qionglin merasakan tekanan batin yang sangat berat sampai sampai dia tidak bisa sadar kembali.
Sebenarnya, itu kembali lagi ke masa masa awal dimana itu merupakan mekanisme diri untuk melindungi Su Qionglin dari luka yang lebih parah.
Luka fisik dapat diobati tapi luka hati tidak akan pernah sembuh, itu layaknya kaca yang telah hancur. Tidak perduli berapa banyak perekat yang telah diberikan, itu masih tidak bisa kembali seperti semula.
Su Qionglin masih dalam kondisi yang tidak stabil, seolah olah bisa mati kapan saja. Ling Yi tidak langsung kembali dan bertindak bahwa dia berasal dari Kamp Utara seperti yang dijanjikan oleh mereka.
Ling Yi datang untuk melihat kondisi Su Qionglin dan bertemu dengan Kaisar untuk mendiskusikan masalah yang terjadi.
"Yang Mulia, istriku ketika berada di kediaman ku mendapatkan serangan yang parah. Tolong biarkan dia hidup disini untuk sementara waktu. " Ucap Ling Yi.
"Kenapa seperti itu ? Kamu pada saat ini adalah orang dengan kemampuan paling besar, kamu mendapatkan pasukan Jenderal Su, apakah perlu bagi kamu untuk begitu rendah hati ?" Tanya Kaisar dengan tajam.
"Apa maksud dari kakak seperti ini ? Apakah aku dengan sengaja menghendaki masalah ini ? Hanya saja dunia tidak boleh dibohongi oleh orang orang sampah ini, Jenderal Su pasti akan sangat sedih ketika melihat ini dari Surga, bagaimanapun ini adalah penghinaan besar baginya. " Ucap Ling Yi dengan emosional.
"Sebagai orang yang pernah berjuang bersama dengannya, aku bisa melihat dengan jelas ketulusan hatinya bahwa dia hanya mencintai satu orang dalam dunia ini. Tapi, orang ini sudah mati dan meninggalkan seorang putri, pada saat ini putrinya sedang bersama denganku. Aku seharusnya menjaga orang ini bersama denganku, bagaimanapun ini adalah satu satunya putri dari sahabatku. " Lanjut Ling Yi.
Ling Yi benar benar tidak tahu malu untuk mengatakan semua ini tanpa keraguan dan tanpa rasa malu, ini benar benar menunjukkan bahwa hatinya terbuat dari batu.
Mereka telah tidur bersama tapi pada akhirnya itu benar benar tidak membuat perubahan pada hatinya yang keras dan beku.
Sementara disisi lain, Su Qionglin sadar dari pingsannua dan mendapatkan informasi ini dari pelayan yang menjaganya, membuatnya menjadi gila.
"Bagaimana mungkin ?! Aku akan membunuhnya !"Seru Su Qionglin dengan penuh kebencian.
Su Qionglin merasa bahwa tidak ada yang lebih buruk dari ini, dia telah ditinggalkan suaminya dan sekarang suaminya menghancurkan keluarganya.
Pada saat ini, seluruh Keluarga Su pasti akan membencinya. Su Qionglin merasa putus asa dengan semua ini.
Ternyata, Ling Yi mendekatinya selama ini hanya untuk mengambil pasukan Ayahnya, Su Qionglin duduk termenung di ruangan itu dengan penuh kebencian.
Su Qionglin membuka kedua matanya yang berwarna biru dan ungu, dia tampak penuh kebencian pada saat ini dan ingin balas dendam.
"Suatu saat nanti, akan ku ambil kembali apa yang menjadi milikku !" Seru Su Qionglin sambil mengepalkan tangannya.
Su Qionglin melihat bahwa di depan ada Fang Huo, dia tahu bahwa Fang Huo akan membantunya untuk kabur.
"Fang Huo, aku ingin kabur dari Istana ini, apakah bisa ?" Tanya Su Qionglin.
"Ya, tapi tidak sekarang. Pada saat ini Tuan sedang berada disini dan menghadap Kaisar sehingga penjagaan berubah menjadi lebih ketat." Jawab Fang Huo dengan tatapan rumit.
"Baik, kalau begitu maka tunggu malam. " Ucap Su Qionglin dengan tenang.
Dia pernah mendengar bahwa ada Kuil Dewi Bulan yang tinggal di bagian luar Istana, dia akan pergi ke sana dan memohon di hadapan Dewi Bulan.
Dia berharap bahwa dia bisa mendapatkan pandangannya kembali, semua orang yang menghancurkan keluarganya dan menghancurkan dirinya, akan dia balas.
Dia sudah muak untuk menerima semua penghinaan ini, dia tidak salah apapun, atas dasar apa dia harus menanggung semua penghinaan ini ?
Su Qionglin duduk di dalam dan tidak bisa menangis, bahkan jika dia ingin sekalipun itu telah berubah menjadi air mata darah.
Air mata biasa tidak akan bisa mengekspresikan kesedihannya lagi, itu tidak akan cukup. Dunia memang kejam , menghancurkan seorang gadis sampai menjadi seperti ini.
Su Qionglin pada dasarnya hanya seorang gadis yang polos dan terpaksa berubah karena takdir yang kejam.