
Su Qionglin yang mendengar ini menundukkan kepalanya dan tertawa ringan, membuat Su Bei menjadi khawatir.
Dia telah mendengarkan banyak hinaan dan cacian dari orang orang, tapi apa yang membuatnya tidak layak ?
Dia benar benar merasa sedih, sakit hati, dan tentu saja marah, tapi kepada siapa dia harus melampiaskan amarahnya ? Karena pada kenyataannya memang dia seburuk itu.
"Apa maksudmu dengan tidak boleh bergaul dengan sembarangan orang ? Qionglin tentu saja bukan sembarangan orang, dia adalah putriku. " Ucap Su Bei.
Nyonya Su tidak menjawab dan hanya mendengus dengan dingin sebagai balasannya sementara Su Qionglin sendiri masih menundukkan kepalanya berharap bahwa langit tidak pilih kasih padanya.
Jika dia sudah buta maka seharusnya dia juga dibuat tuli, dengan begitu maka dia tidak akan tahu hal apa yang dikatakan oleh orang lain terhadap dirinya.
Dia tidak akan mendengar celaan demi celaan yang dilemparkan oleh orang lain terhadap fisiknya, jika dia bisa memilih maka dia akan memilih jalan yang terburuk dan tercepat untuk mengakhiri segalanya.
Su Qionglin mendengarkan bisik bisik orang di sekitarnya dan mengatakan bahwa dia adalah anak haram, dia mendapatkan kutukan karena kejahatan ibunya.
Ini adalah hal yang bahkan tidak bisa dibungkam oleh Su Bei, karena rumor telah menyebar dengan luas meskipun itu bukan hal yahh sebenarnya.
Kaisar juga mendengar ini dan merasa tidak nyaman dengan sebagian kata kata yang bisa terbilang kasar, tapi apa boleh buat ?
Dia juga merasa hal yang sama, saudaranya, Su Bei seharusnya menikah dengan wanita yang layak bukan seorang wanita yang tidak jelas asal usulnya.
Hanya saja, Kaisar merasakan sedikit belas kasihan pada Su Qionglin yang sebenarnya tidak salah apapun, dia hanya korban dari kedua orang tuanya dan kekejaman dunia.
Dia juga tidak bisa memilih apakah harus dilahirkan sebagai seseorang yang memiliki indra yang lengkap atau tidak.
Hanya saja, Kaisar sedikit banyak mengerti kenapa Su Bei bisa tertarik pada wanita itu jika melihat dari wajah Su Qionglin yang sempurna.
"Betapa menyebalkannya bahwa kali ini tidak ad pertunjukkan tari. "Gumam Ling Yi dengan terus terang mengkritik Kaisar selaku Tuan rumah.
Tidak ada yang berani untuk mengeluarkan suara lagi ketika mendengarkan kalimat mematikan dari Ling Yi.
"Siapa yang mengatakan bahwa itu tidak ada ? Tampilkan pertunjukkannya dan bawa semua wanita cantik yang telah ku pilih secara pribadi. " Ucap Kaisar Ling.
Dan selusin wanita cantik masuk dengan pedang di tangan mereka , diiringi oleh suara suara alat musik tradisional yang bergema ke seluruh aula.
Benar benar penampilan yang megah, semua wanita ini menari dengan pedang di tangan mereka, tampak sangat terampil sebelum akhirnya salah satu bergerak dengan sangat cepat dan keluar dari barisan.
Semua orang terlambat sebelum akhirnya pedang itu menuju ke arah Su Yun yang duduk tepat di depan Su Qionglin.
Su Qionglin merasa bahwa ada angin yang berhembus dan dengan reflek menarik Su Yun ke samping dan pedang itu dihindari.
Hanya saja, tidak banyak orang yang melihat bahwa Su Qionglin lah yang menyelamatkan Su Yun.
"Tangkap dia !" Orang orang menangkap wanita yang melemparkan pedang itu dan semua orang mulai mengelilingi para penari wanita lain yang histeris.
"Lihatlah, tidak ada Ayah harimau yang memiliki anak anjing, Tuan muda Su benar benar berbakat bahkan bisa menghindari serangan yang begitu cepat. " Ucap seorang bangsawan tua.
Bahkan Kaisar pun bertepuk tangan untuk ini, memuji keberanian dan ketangkasan Su Yun. Sementara Su Yun sendiri berada dalam dilema, dia ingin mengakui bahwa yang membantunya adalah Su Qionglin tapi disisi lain tidak berani karena mendapatkan tatapan tajam dari Ibunya.
"Katakan saja bahwa itu benar benar dirimu. " Bisik Su Qionglin.
"Terimakasih atas pujian dari para Tuan Tuan, Su ini masih muda dan membutuhkan bimbingan dari para Tuan hebat ini di masa depan. " Ucap Su Yun sambil berdiri dan membungkuk kepada semua orang sementara Ling Yi sendiri sedang meminuk cangkir araknya sambil menopang dagu.
"Menarik sekali, kasih sayang antara kakak dan adik yang menjijikkan. " Gumam Ling Yi.
Semua orang memuji Su Yun, tapi ada beberapa orang yang tahu bahwa itu bukanlah berkat ketangkasan Su Yun.
Salah satunya adalah Ling Yi ini, karena pengalamannya di medan perang maka tidak sulit untuk mengungkapkan bahwa itu bukan Su Yun.
Sayang sekali bahwa Su Bei duduk paling depan dan tidak melihat hal ini jadi menganggap bahwa putranya adalah orang yang melakukan semua itu dan memuji Su Yun dengan bangga.
Sementara Su Qionglin sendiri duduk disana tanpa ada yang memperhatikan, tidak ada gunanya bagi Su Yun untuk mengatakan yang sebenarnya kepada semuanya karena orang orang tidak akan percaya.
Orang buta menyelamatkan seseorang dari serangan pedang, siapa yang akan percaya dengan hal tersebut ?
Bahkan mungkin Ayahnya sendiri tidak akan percaya, hanya ada dirinya, Su Yun, dan Nyonya Su yang mengetahuinya.
Su Qionglin tidak tahu bahwa ada satu orang lain yang mengetahui hal itu juga, itu adalah Jenderal Ling.
Semua orang beramai ramai memberikan selamat pada Su Bei karena berhasil menemukan penerus yang sangat hebat.
"Kamu benar benar membanggakan, kamu memiliki banyak bakat yang terpendam dalam dirimu. " Ucap Su Bei dengan bahagia.
Su Qionglin ikut tersenyum ketika mendengar Ayahnya sangat bahagia, selama Ayahnya bahagia maka dia juga akan bahagia tanpa merasakan sedikitpun ketidak puasan hati.
Sementara Su Yun sendiri merasa bahwa ada sebuah beban yang sangat berat menimpa bahunya , ini bukanlah prestasi yang dia buat sendiri dan ini tidak membuatnya merasa bahagia.
Hanya saja, Su Yun benar benar tidak tahu bagaimana cara untuk menjelaskan semuanya sementara Su Qionglin telah memintanya untuk mengklaim prestasi palsu ini.
Semuanya telah berubah menjadi kacau dalam perjamuan malam ini, perasaan orang campur aduk terutama Su Qionglin.
Su Yun merasa kasihan pada Su Qionglin hanya saja dia benar benar tidak berdaya untuk melakukan apapun.
Dia membiarkan semua orang menghina dan mencaci Su Qionglin, ingin rasanya dia berteriak kepada semua orang bahwa Su Qionglin bukanlah anak haram.
Su Qionglin sama seperti putra putri Su Bei yang lain, hanya saja Su Qionglin sudah menyiapkan dirinya sendiri sejak dia ingin datang kemari.
Datang kemari berarti mengetes kekuatan mental dirimu, karena dia berani datang kemari maka menunjukkan bahwa dia sudah siap dengan semua tekanan dan cacian yang akan di dapatkan olehnya, karena sejujurnya para bangsawan ini mengatakan sesuatu dengan cara yang lebih menyakitkan.