
Kemuliaan yang didapatkan oleh Su Yun tidak berhenti pada semua pujian dari para bangsawan itu.
Sebagai hadiah, Kaisar menganugerahkan sebuah gelar kepada Su Yun karena bertindak dengan sangat cepat.
Sebenarnya, ini adalah sesuatu yang akan diberikan oleh Kaisar sejak lama hanya saja selama ini Su Yun belum melakukan sebuah hal yang mempesona, takutnya akan menyebabkan protes.
Tapi, ini adalah waktu yang pas untuk memberikannya kepada Su Yun.
"Sebagai bentuk penghargaan dan tanda motivasi kepada generasi ke depan, maka aku menganugerahkan Su Yun dari Kediaman Jenderal Su dengan gelar Jenderal Su muda. " Ucap Kaisar.
"Terima kasih, Yang Mulia. " Ucap seluruh keluarga Su berlutut di hadapan Kaisar.
Mendapatkan gelar sebagai Jenderal Su muda berarti dia mendapatkan kuasa untuk memimpin pasukan.
Tapi, mendapatkan semua ini tidak membuat Su Yun merasa bahagia atau senang, dia merasakan tekanan berat dari prestasi palsu ini.
Perjamuan berjalan dengan lancar setelah itu lalu Su Yun membawa Su Qionglin berjalan keluar dari Aula Istana.
"Qionglin, kenapa kamu tidak membiarkanku mengatakan yang sebenarnya ?" Tanya Su Yun dengan putus asa.
"Kakak, apakah menurutmu orang orang akan membiarkan itu ? Lagipula siapa yang percaya bahwa aku orang buta, bisa melakukan itu ? Tidak akan ada yang percaya, kak. Tidak terkecuali ayah juga.... " Jawab Su Qionglin memelankan kalimat terakhirnya.
" Ini benar benar...... " Su Yun benar benar merasa frustrasi dan memukul udara dengan kesal.
Dia benar benar menahan diri agar tidak menunjukkan kemarahannya di depan Su Qionglin, tapi Su Yun tidak tahu bahwa perasaan Su Qionglin sendiri juga tidak lebih baik dari Su Yun.
"Selamat kepada Kakak Yun untuk mendapatkan gelar Jenderal Su muda, di masa depan aku harus merepotkan mu. Izinkan aku masuk terlebih dahulu. " Ucap Su Qionglin sambil menundukkan kepalanya dan menyembunyikan ekspresinya sendiri lalu kembali masuk ke dalam aula Kekaisaran.
Su Yun menahan diri dan meninju pilar Istana dengan marah, dadanya bergerak naik dan turun karena amarah yang meledak.
Su Yun tidak tahu kenapa dia merasakan kekhawatiran yang sangat banyak untuk Su Qionglin, perasaan ingin melindungi tapi tidak mampu itu membuatnya sesak.
Orang orang mengajarinya untuk tidak memberi makan kepada orang yang telah menusukmu, tapi pada akhirnya dia masih tidak bisa tidak khawatir dengan Su Qionglin.
( Kata kata ini mengacu pada maksudnya bahwa Ibu Su Qionglin yang dianggap sebagai pelakor dalam hubungan rumah tangga orang tua Su Yun, walaupun sebenarnya bukan. )
Su Qionglin sendiri berjalan tanpa tahu arah dan berjongkok lalu menangis disana tanpa tahu arah, dia benar benar merasa lelah akan semua ini.
Orang orang menghina ibunya tapi dia tidak bisa melakukan apapun, bahkan Ayahnya pun tidak bisa.
Yang bisa dia lakukan adalah mendengar bagaimana orang orang mencaci Ibunya sebagai seorang wanita murahan dan penggoda, tapi dia tidak bisa berlari ke arah mereka dan menampar mereka satu persatu.
Su Qionglin mengepalkan tangannya dengan erat, kemarahannya tidak akan berkurang walaupun sudah beberapa waktu berlalu.
Su Qionglin merasa bahwa dirinya telah berubah menjadi lebih tenang dan berdiri, lalu secara tidak sengaja menjatuhkan sapu tangan kupu kupu miliknya.
"Kamu menjatuhkan ini. " Ucap orang di belakangnya, mendengar suara ini membuat su Qionglin membeku.
"Jenderal Ling, tolong kembalikan sapu tanganku. " Ucap Su Qionglin dengan pelan
"Kamu bahkan mengenaliku, apakah kamu diam diam sudah lama menguntit ku ? Aku tidak tahu bahwa orang buta juga bisa mengenali orang lain. " Ucap Ling Yi dengan jahil.
"Jenderal Ling, aku hanya buta tapi tidak bodoh. Tentu saja bisa mengenali orang lain. " Ucap Su Qionglin.
"Kamu begitu tidak sopan, haruskah aku memenggal kepalamu ?" Tanya Ling Yi dengan nada yang sama tapi kata katanya tidak terdengar main main.
"Jenderal Ling, mohon maafkan aku. Aku sudah tidak sopan kepadamu, tolong kembalikan sapu tanganku. Itu adalah satu satunya peninggalan Ibuku. " Ucap Su Qionglin dengan nada memohon.
"Oh milik Ibumu ? Mendengar ini membuatku semakin suka untuk menghancurkannya, bagaimana dengan ini ?" Tanya Ling Yi dan terdengar suara sobekan.
"Tidak !"Seru Su Qionglin berjalan ke depan dan mendorong Ling Yi.
Tapi, dia merasa bahwa dia seperti sedang mendorong dinding batu yang sangat keras, Ling Yi bahkan tidak bergerak sedikitpun dengan dorongan itu.
"Ha ha ha, melihat orang orang panik seperti ini membuatku senang. Wajahmu ini, sangat cantik , sayang sekali bahwa kamu buta. " Ucap Ling Yi sambil mencengkram dagunya.
"Apa bagusnya dari kain busuk ini ? Ini seharusnya dibuang sejak awal, tidak ada gunanya. " Ucap Ling Yi lalu melemparnya ke dalam kolam.
Su Qionglin menahan diri untuk berteriak dan tahu bahwa dia tidak akan mendapatkan kembali sapu tangannya.
"Jika kamu ingin, maka kamu harus memasukkan dirimu sendiri ke dalam kolam itu. Tapi, kamu seharusnya tidak menaruh dendam sebagaimana aku menyelamatkan nyawamu sebelumnya. " Ucap Ling Yi.
"Jenderal Ling, memang benar bahwa kamu yang menyelamatkanku sebelumnya, tapi ini bukan berarti bahwa kamu bisa semena mena terhadapku. " Ucap Su Qionglin sambil menahan tangisnya.
"Apakah kamu tahu apa satu hal yang paling aku sukai ? Yaitu, melihat bagaimana orang kehilangan apa yang sangat mereka sayangi. Melihatmu seperti ini benar benar menghiburku, Nona Kedua Su. " Ucap Ling Yi sambil tertawa sebelum akhirnya berjalan pergi dari sana.
Su Qionglin berjongkok mendekati kolam dan berusaha untuk meraba raba di air tapi tidak mendapatkan apapun.
Dia berlutut dan berusaha untuk mencapai sapu tangannya, dia merasakan sakit ketika memikirkan bahwa benda satu satunya yang ditinggalkan oleh Ibunya telah hilang.
Dia bahkan tidak bisa menyimpan sisa sisa dari barang itu, tangannya meraih dan mengais ngais air yang ada di dalam kolam.
"Aku benar benar tidak berguna.... betapa menyedihkannya. Kenapa aku harus lahir dengan buta ? Kenapa seperti itu ?" Tanya Su Qionglin dengan sedih.
Su Qionglin bangkit dengan tangan yang mengerut dan lutut yang berdarah, bahkan jika dia dilapisi oleh gaun.
kakinya yang kecil merangkak ke depan dan mendekati kolam, dia benar benar menyedihkan pada saat ini.
Dia tidak berbeda jauh dengan anjing yang masuk ke dalam lumpur, merangkak layaknya orang bodoh dan mencari benda yang seharusnya hilang.
Ketika Su Qionglin kembali, perjamuan telah selesai dan Ayahnya tidak menyadari bahwa dia hilang.
Jadi, dia bergaul dengan kerumunan sebelum akhirnya kembali ke belakang Ayahnya, karena sudah malam maka jalan gelap dan hanya diterangi oleh cahaya remang remang, tidak ada yang tahu bahwa dia baru saja merangkak di tanah untuk mencari sebuah sapu tangan.